
Tiba saatnya Gio berangkat ke Belanda bersama Papanya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.Gio yang sebenarnya nggak rela meninggalkan istrinya yang lagi nyidam.
"Sudah kamu berangkat aja! Biar Mama yang jagain istri kamu!" ucap Mamanya Gio ketika Gio masih ragu untuk pergi.
"Nitip Key sama Alenka ya Ma?" ucap Gio sebelum berangkat ke Bandara.
"Iya!" jawab Mamanya.Gio kemudian berpamitan ke Mamanya dan berangkat ke Bandara bersama dengan Mamanya.
Sebelum berangkat Gio kembali mendekati istrinya yang masih tertidur.Karena,kehamilan kedua ini membuat Alenka harus terus rebahan.Pasalnya kalau bangun Alenka akan merasakan mual.Dengan lembut Gio mencium kening istrinya dan berpamitan.
"Iya,kamu hati hati ya!" ucap Alenka masih dengan mata terpejam.Gio mengelus rambut isttinya dan menganggukan kepalanya.
Di sepanjang perjalanan Gio hanya terdiam.Nampak khawatir dengan sesuatu hal.Papanya yang ada di sampingnya pun paham dengan apa yang dikhawatirkan anaknya.
"Nggak usah terlalu khawatir Gi! Kan ada Mama yang jagain Alenka." ucap Papanya Gio membuyarkan lamuanan Gio.Dengan tersenyum kecil,Gio menganggukan kepalanya pelan.
Gio bersama Papanya tiba di Belanda.Mereka dijemput Gino yang sekarang tinggal dan menetap di sana bersama istrinya,Sisil.
Gino senang sekali melihat Papa dan Adiknya lagi.Gino bertanya tentang keadaan Mama,Adik Ipar dan keponakannya.
"Alenka hamil lagi Kak!" jawab Gio sambil tersenyum senang.
"Alhamdulilah. Selamat ya Dek!" ucap Gio kegirangan dan memeluk Gio.
Setelah beberes Gio kemudian keluar ke balkon samping kamarnya.Dia melihat kesekitar rumah Orang Tuanya yang begitu indah dengan pemandangan bunga disekitar.
Gio tersenyum senang memihat indahnya pemandang itu.Dia jadi teringat anak dan istrinya.Gio masuk kembali ke kamar dan mengambil ponselnya.Dia memilih nomor yang ingin dia telepon.
Tutt Tutt Tutt
__ADS_1
Ternyata nggak ada yang angkat.
"Apa masih tidur ya?" gumam Gio sendirian dan kembali mencoba memanggil.Kali ini ada jawaban tapi hanya suara yang pelan dari seberang telepon.Tak lama kemudian panggilan itu berakhir.
"Telepon Mama aja!" gumam Gio lagi dan langsung melakukan panggilan telepon ke Mamanya.
Mengetahui ada jawaban dari Mamanya,Gio langsung mengomel lewat telepon.Gio menanyakan Alenka yang nggak bisa dihubungi.
Mendengar kekhawatiran anaknya,Mamanya Gio tersenyum senang.Kemudian naik ke kamarnya Gio dan mengubah panggilan suara menjadi panggilan video.
"Tuh lihat istri kamu habis dari kamar mandi kayaknya muntah deh." ucap Mamanya menunjukan ke Gio keadaan Alenka yang lemah.
"Kamu nggak apa-apa yank?" tanya Gio khawatir melihat keadaan istrinya.Sementara Alenka hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Jaga kesehatan ya? Nggak usah banyak pikiran! Key biar diurus sama Mama dulu!" ucap Gio dari seberang telepon dengan panik.
Gio lalu memenutup teleponnya.Sementara Mamanya Gio kembali membujuk menantunya untuk makan.Tapi Alenka madih nggak mau,kalau makan malah mual katanya.
"Ya udah tidur lagi aja! Mama mau jemput Key dulu!" ucap Mamanya Gio.
"Iya Ma. Makasih ya Ma?" ucap Alenka meraih tangan mertuanya.
"Iya,sayank!" jawab Mamanya Gio mengecup kening Alenka.
Sepeninggal Mamanya Gio,Alenka meraih ponselnya dan ternyata banyak sekali panggilan tak terjawab dari suaminya.Alenka tersenyum kemudian membalas chat dari suaminya sambil rebahan.
Alenka mengatakan kalau dia kangen sama suaminya,padahal baru dua hari ditinggal.
Gio yang membaca pesan singkat dari istrinya itupun melebarkan senyumnya.Gio melempar tubuhnya ke atas kasur kesenangan karena istrinya merasa kangen kepadanya.
__ADS_1
"Aku juga kangen sama kamu.Dua hari tanpa kamu rasanya kayak setahun" gombal Gio dengan tersenyum.
"Dulu aja 7 tahun nggak ketemu,juga biasa aja! Nggak usah lebay deh!" jawab Alenka.
"Kamu nggak tahu aja kalau bukan karena ingat senyuman kamu,mungkin aku udah hilang dari dunia ini lama." ketik Gio.
Lama tak dibalas,Gio berpikir kalau sinyalnya yang jelek.Gio keluar kamar dengan masih menggerak gerakkan ponselnya.Tapi,ternyata Alenka ketiduran jadi tidak membalas pesan singkat dari Gio.
"Gi,besok Papa mau langsung selesain kerjan Papa biar bisa cepat pulang ke Indonesia" ucap Papanya Gio disela makannya.
"Gio juga Pa. Gio udah kangen banget sama Alenka dan Key!" jawab Gio sambil memasukan makanan ke mulutnya.
"Kok buru buru amat sih?" tanya Gino.
Gio dan Papanya menjawab kalau mereka udah kangen sama istri mereka dan juga sama Keyzan.Yang sebenarnya adalah karena mereka nggak mau lebih lama melihat muka judesnya Sisil.
"Kamu harus terus belajar bisnis disini Gin!" ucap Papanya.
"Iya Pa," jawab Gino.
"Papa udah semakin tua. Papa mau pensiun dan momong cucu aja. Urusan Perusahaan akan Papa kasih ke kamu dan Adik kamu!" ucap Papanya Gio lagi.
Gino memicingkan matanya mengerti apa yang menjadi kekhawatiran Papanya.Gino berjanji tidak akan mengecewakan Papanya.Dan juga berjanji akan selalu rukun sama Gio.
"Meskipun Adik kamu sudah punya usaha sendiri tapi Papa akan tetap berlaku adil kepada kalian!" ucap Papanya menepuk pundak Gino.
"Iya Pa,Gino paham." jawab Gino menganggukan kepalanya.Papanya Gio menatap Gino dengan tersenyum senang.
Papanya Gio menatap lurus kedepan dengan melamun.Dia khawatir dan gelisah kalau dia sudah nggak ada,anak anaknya akan berebut harta warisan.Mengingat sikap Sisil yang agak sedikit buruk dimata Orang Tua nya Gino.
__ADS_1