
Alex dan Alenka sama sama diundang dalam acara pertunangannya Gino yang diselenggarakan di sebuah Hotel Berbintang milik Gio.Alenka pergi bersama Alex tanpa Keyzan.
"Selamat ya Kak!" ucap Alenka memberi selamat ke Gino dan calon istrinya.
"Makasih ya Al!" ucap Gino.
Alenka kemudian mengikuti Alex untuk menyapa kolega Ayahnya yang juga diundang dalam acara itu.Setelah itu Alex menyuruh Alenka buat duduk dulu dipojokan sementara Alex kembali menyapa kolega Ayahnya.
"Istri aku cantik banget," puji Gio yang tiba tiba duduk di samping Alenka.
"Bapak Giovanni memuji siapa ya? Saya lihat dari tadi kalau istri Bapak nggak ada disini!" ucap Alenka sarkas.
"Emang ada berapa istrinya Giovanni Rajendra?" tanya Gio agak geram.
"Mana saya tahu,dan saya juga nggak mau tahu!" jawab Alenka.
"Jadi kamu ngomong kalau mau buka hati buat orang lain itu Alex orangnya?" tanya Gio.
"Bukan urusan Bapak!" jawab Alenka.
"Jangan lupa kalau nikah kasih tahu aku dan siapin juga kain kafan buat aku!" ucap Gio.
Alenka yang nggak mau ngomong sama Gio lebih jauh beranjak dan meninggalkan Gio.Alenka mendekati Alex dan mengajak Alex buat pulang.Alex kemudian mengajak Alenka buat pamitan sama Orang Tua Gio.
"Alex ya?" tanya Mama Gio.
"Iya Tante,saya mewakili Papa buat hadir ke acara ini," jawab Alex dengan sopan.
"Iya,salamin ya buat Papa kamu!" sahut Papanya Gio.
"Iya Om!" jawab Alex.
"Wanita disamping kamu ini pacar kamu?" tanya Mama Gio menatap Alenka dengan tajam.
"Bukan Tante,ini teman saya!" jawab Alex.
"Bagus deh,kamu kan sukses hati hati kalau milih pacar,jangan sembarangan! Jangan hanya lihat cantiknya saja tapi juga asal usulnya..Jaman sekarang banyak wanita yang cuma ngandalin kecantikan untuk merayu laki laki yang kaya dan mapan,nggak peduli dengan apa yang dia lakuin entah dosa atau tidak yang penting dia bisa dapat duit!" ucap Mama Gio melirik Alenka.
"Cukup Tante! Saya tahu Tante mau mengolok olok saya,tapi asal Tante tahu,saya nggak pernah goda siapapun apalagi anak Tante! Saya kerja dengan cara yang halal,jadi stop Tante hina saya!" ucap Alenka yang nggak bisa nahan emosinya.
"Kalau kamu nggak godain anak saya harusnya kamu lepasin dia dong biar dia bahagia sama wanita yang sepadan dengan dia!" ucap Mama Gio.
__ADS_1
"Harusnya kata kata itu Tante tujukan buat anak Tante! Suruh anak Tante buat tanda tanganin surat gugatan cerai saya!" ucap Alenka geram.
Mama,Papa bahkan Gino kaget mendengar ucapan Alenka.Mereka nggak nyangka kalau ternyata Alenka sudah mengirim gugatan ke Gio.
"Kamu lihat kan Gi! Wanita seperti ini yang kamu bela belain sampai berani melawan Mama? Bahkan dia berani membentak Mama!" ucap Mama Gio memprovokasi Gio.
"Karena Mama emang udah sangat keterlaluan menghina Alenka! Biar bagaimanapun dia istri Gio,menantu Mama,Ibu dari cucu Mama!" ucap Gio memarahi Mamanya.
"Kamu berani menyalahkan Mama? kamu udah diapakan sama wanita nggak tahu diri ini? sampai berani melawan Mama?" tanya Mama Gio emosi.
Sementara Alenka berlari keluar dari ruangan itu disusul sama Gio dan Alex.Mama Gio berusaha ditenangkan oleh Gino dan Papanya.
"Al!" panggil Gio menarik tangan Alenka.
"Lapasin Gi!" ucap Alenka menghempas tangan Gio.
"Kita pulang yuk Al!" ajak Alex.
"Lo pulang sendiri aja Lex,.Biarin gue sendiri!" ucap Alenka menangis.
"Lo kan tadi bareng sama gue,jadi gue anterin lo pulang!" ucap Aelx.
"Gue anterin pulang ya?" ucap Gio.
Gio memeluk Alenka dan mencium kening Alenka,"Kamu tetap orang istimewa dalam hidup aku!" ucap Gio.
Alenka mendorong Gio kemudian berlari keluar hotel dan naik taxi buat pulang.Gio mengejar Alenka,begitu juga Alex.Alenka menjemput Keyzan di Kafenya Refan kemudian pulang ke apartemen.
"Mi,ada yang ketuk ketuk pintu didepan," ucap Keyzan.
"Biarin aja Key,itu Papa kamu," jawab Alenka.
"Key,sebenarnya kangen sama Papa tapi Key benci sama Papa" gumam Keyzan.
Alenka memeluk Keyzan dan mencium keningnya.Alenka minta maaf karena Alenka belum bisa bahagiain Keyzan.
"Cuma lihat Mami tersenyum aja itu udah buat Key bahagia kok Mi," ucap Keyzan yang membuat Alenka menangis karena terharu.
Selama ini bukan sekali dua kali,Alenka dihina orang karena statusnya tapi kali ini yang membuat Alenka sangat terluka adalah orang yang menghinanya itu nggak lain ialah Mama mertuanya sendiri.
Di rumah Gio.....
__ADS_1
"Gio kamu kemana aja sih? dicariin daritadi ternyata kamu udah pulang!" ucap Mamanya marah.
"Ngapain Mama cariin Gio? Belum puas nyakitin Gio?" tanya Gio sinis.
"Kamu kok ngomong gitu sih sama Mama? Mana ada Orang Tua yang tega nyakitin anaknya?" ucap Mama Gio.
"Ada..Buktinya Mama tega sakitin Gio! Mama tega hancurin rumah tangga Gio! Gio jadi mikir sebenarnya Gio itu anak kandung Mama sama Papa bukan?" tanya Gio.
"Kamu ngomong apa sih? kamu anak Mama sama Papa!" ucap Mama Gio marah.
"Kalau gitu kenapa Mama selalu sakitin Gio? Sampai kapan Ma? Sampai kapan Mama akan sakitin Gio? Sampai Gio ninggalin rumah ini? Itu yang Mama mau?" tanya Gio marah.
Gino kemudian berusaha melerai perdebatan antara Adiknya dengan Mamanya.
"Gio udah lakuin apa yang Gio bisa demi Mama,tapi kalau Mama terus kayak gini jangan salahin Gio kalau Gio nggak mau peduli lagi sama Mama!" ucap Gio kemudian berjalan ke kamarnya.
Mama Gio marah marah mendengar perkataan Gio.Bahkan menganggap Gio anak yang tak tahu diuntung.
"Sudah Ma! biarin Gio tenang dulu!" ucap Suaminya.
"Apa sih bagusnya wanita itu? sampai Gio sebegitu nggak maunya pisah sama dia?" tanya Mama Gio marah.
Papa Gio kembali menenangkan istrinya.Sementara dikamar Gio marah marah dan membanting barang barang yang ada dikamarnya.
"Gin,coba kamu lihat Adik kamu!" suruh Papanya.
"Iya Pa!" jawab Gino kemudian naik ke kamarnya Gio.
Gino berusaha menenangkan Adiknya,"Tenang dulu Dek,jangan kayak gini!" ucapnya.
"Gio harus gimana Kak? Gio nggak kuat kayak gini terus!" ucap Gio menangis.
"Kakak coba bantu ngomong sama Mama dan Alenka..Semoga mereka bisa paham perasaan kamu!" ucap Gino.
Gio mengangguk dan memeluk Gino masih dengan menangis.
"Apa Gio mati aja ya Kak?" ucap Gio.
"Ngomong apa sih Dek? Jangan punya pikiran yang aneh aneh! Alenka pasti nggak akan suka sama lo kalau lo punya pikiran yang aneh aneh gitu!" omel Gino.
"Tapi Gio benaran nggak kuat Kak..Alenka sama Key adalah nyawa buat Gio,tapi mereka malah semakin jauh dari Gio!" ucap Gio.
__ADS_1
"Sabar,pasti akan ada jalan untuk cinta lo sama Alenka..Kakak yakin kalian masih saling mencintai!" ucap Gino mengelus punggung Adiknya.