CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 50


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa Alenka setelah sholat subuh kemudian membantu Mbak Ijah memasak karena bersih bersih sudah dikerjakan oleh Sinta.


Lagi sibuk memasak tiba tiba Gio datang ke dapur dan langsung memeluk Alenka dari belakang.Untung saat itu Mbak Ijah sedang keluar beli sesuatu.


"Gio ah,bikin kaget aja!" omel Alenka.


"Aku cariin tadi" ucap Gio masih memeluk Alenka.


"Kenapa nyariin?" tanya Alenka.


"Aku kira kamu pergi" jawab Gio.


"Emang kamu mau aku pergi?" tanya Alenka masih dengan tangan yang sibuk memasak.


Gio memghadapkan Alenka ke hadapannya.Gio kemudian mematikan kompor dan mengangkat Alenka kemudian mendudukan Alenka di atas meja.


"Gio jangan gila!" omel Alenka.


"Aku emang tergila gila sama kamu," jawab Gio menatap Alenka sembari tersenyum.


"Gi,ntar ada yang lihat!" ucap Alenka ketika Gio mulai mendekat dan mencium lehernya.


Tapi,Gio tidak mendengarkan ucapan Alenka.Gio masih dengan gemas menciumi leher Alenka.Sampai,tiba tiba Sinta muncul dan melihat mereka berdua.


Sinta sempat terbelalak melihat Gio yang sedang menciumi leher Alenka.Dia beradu pandang dengan Alenka dan membuat kedua canggung.


"Hentikan Gi! Ada yang lihat" lirih Alenka.


Gio pun berhenti dan menoleh ke belakang.Gio melihat Sinta yang sudah berdiri di depan pintu dapur dengan canggung.Tak lama kemudian Mbak Ijah kembali ke dapur.


"Ada apa ini? Kok semua ada disini?" tanya Mbak Ijah.


"Kebetulan Mbak sudah datang,.Tolong lanjutin masakannya Alenka ya Mbak!" ucap Gio kemudian membopong Alenka dan membawanya naik le kamarnya.


"Gio kamu apa apaan sih? Turunin nggak!" ucap Alenka meronta.


Tapi,Gio hanya tersenyum dan tidak menurut apa kata istrinya.Papanya Gio yang keluar dari kamar mau olahraga,tersenyum melihat Gio membopong Alenka.


"Anak muda jaman sekarang," gumam Papanya Gio sembari tersenyum.


Sementara di dapur,Sinta menjadi terdiam setelah melihat Gio bermesraan dengan Alenka di dapur.Mbak Ijah tahu kalau Sinta merasa canggung karena mempergoki Gio dan Alenka yang sedang bermesraan.


"Kamu nggak perlu canggung! Kamu mulai sekarang harus terbiasa melihat kemesraan Mas Gio dengan istrinya! Mas Gio itu emang sayang banget sama Non Alenka dan bahkan nggak sungkan menunjukan sayangnya di depan orang lain," ucap Mbak Ijah.


Sinta menganggukan kepalanya "Iya" lirihnya.


Di kamar Gio tersenyum melihat Alenka yang mengomel ke dia.Gio kemudian menarik Alenka ke kamar mandi membuat Alenka semakin ngomel.

__ADS_1


"Hust..Jangan berisik ntar Key bangun!" ucap Gio kembali memeluk Alenka.


"Kamu sengaja kan? Ya kan?" tanya Alenka sewot.


"Iya,kamu kan istri aku" jawab Gio mencium bibir Alenka.


Setelah selesai dan juga sudah mandi Gio dan Alenka keluar dari kamar mandi bersama.Dan ternyata Keyzan sudah bangun juga melihat Papa dan Maminya keluar dari kamar mandi bareng.


"Papa sama Mami mandi bareng?" tanya Keyzan.


"Iya" jawab Gio kemudian menggendong anaknya ke kamar mandi.


Sementara Alenka bersiap siap untuk kerja.Setelah memandikan Keyzan,Gio kemudian juga bersiap siap ke Kantor.Sebelum berangkat mereka sarapan dulu.


Begitu mereka duduk di meja makan,Papanya Gio kemudian menyindir anak dan memantunya yang tdi gendong gendongan.


"Ma,tanya nggak? Tadi pagi Papa lihat film India romantis banget," ucap Papanya Gio.


"Sejak kapan Papa suka film India?" tanya Mamanya Gio mengerutkan dahi.


Papanya Gio tersenyum kemudian mengisyaratkan dengan kepalanya ke arah Gio dan Alenka.Mamanya Gio paham apa maksdu suaminya kemudian ikutan menggoda anak dan menantunya.


"Emang romantis gimana Pa?" tanya Mamanya Gio.


"Gimana nggak romantis Ma? Pagi pagi udah gendong gendongan," jawab Papanya Gio sambil tersenyum dan melirik Gio.


"Oh ya? Kayaknya cucu kedua Mama segera launching nih" ucap Mamanya Gio tersenyum.


"Key udah selesai makannya? Kalau udah yuk berangkat!" ucap Gio.


"Key biar Mama yang anterin aja!" sahut Mamanya Gio.


"Iya biar Kakek sama Oma yang anterin Key!" ucap Papanya Gio.


"Iya Oma,Kek" jawab Keyzan.


"Ya udah kalau gitu Papa sama Mami berangkat dulu ya?" pamit Gio.


"Alenka berngkat dulu ya Pa,Ma! Key jangan nakal!" pamit Alenka.


"Iya Mi" jawab Keyzan.


Mama dan Papanya Gio mengangguk pelan.Gio mengantar Alenka ke Kantor nya dulu.Sebenarnya Gio nggak suka Alenka kerja sama Alex tapi dia juga nggak mau mengekang kebebasan Alenka.


"Yank,kamu nggak kepengen balik kerja ke Kantor aku?" tanya Gio.


"Aku kan udah resign" jawab Alenka.

__ADS_1


"Kalau kamu mau balik kerja,balik aja! Perusahaan aku selalu terbuka buat kamu!" ucap Gio.


"Aku nggak mau manfaatin situasi Gi,meskipun aku istri kamu tapi aku nggak mau ada nepotisme di Perusahaan kamu!" jawab Alenka.


"Kamu suka kerja sama Alex?" tanya Gio tiba tiba.


"Aku selalu suka dengan pekerjaan aku,bukan karena Alex! Aku mau tanggung jawab atas semua pekerjaan yang aku terima..Nggak usah cemburu! Aku sudah nggak mampu buat mencintai laki laki lain,karena cinta aku sudah habis buat kamu dan anak anak kita!" ucap Alenka menghibur Gio.


Gio menoleh dan menatap Alenka dengan tersenyum bahagia.Sesampainya di Kantor Alex,Alenka keluar dari mobil Gio dan diikuti oleh Gio.


"Aku kerja dulu!" pamit Alenka.


"Iya," jawab Gio mengecup kening Alenka dengan lembut.


Alenka tersenyum senang kemudian Gio meninggalkan Alenka.Sementara dari kejauhan Alex melihat Alenka dan Gio sedari tadi.


"Bertahun tahun kenapa lo masih belum bisa buka hati lo buat gue!" gumam Alex sedih.


Di sisi lain,setelah mengantar Keyzan ke sekolah Mama dan Papanya Gio ke rumah Orang Tua nya Alenka.Mereka belum menyerah demi putra mereka.


"Eh Mama Gio!" sapa Ibunya Alenka.


"Bu!" ucap Mamanya Gio cipika cipiki dengan Ibunya Alenka.


"Dari mana?" tanya Ibunya Alenka.


"Dari nganterin Key sekolah Bu," jawab Mamanya Gio.


Mama dan Papanya Gio kemudian ngomong maksud dan tujuan mereka ke rumah Orang Tua Alenka.


"Maaf saya nggak setuju!" jawab Ayahnya Alenka.


"Saya tahu,Ayah pasti masih marah ke saya dan anak saya tapi saya mohon Ayah bisa restui Alenka dan Gio kembali bersatu! Kita juga harus mikirin perasaan cucu kita!" ucap Papanya Gio.


"Cucu kita?" tanya Ayahnya Alenka tersenyum sinis.


"Yah!" gumam Ibunya Alenka menenangkan suaminya.


"Selama ini kalian kemana? Saat anak saya hamil tanpa seorang suami disampingnya? Saat anak saya berjuang membesarkan Key tanpa seorang suami? Saat anak saya dihina orang karena dia punya anak tapi tidak ada suami? Kalian kemana? Kalian pernah mikir nggak seberapa sakit hati saya melihat anak saya dihina orang yang katanya adalah wanita nggak bener,yang katanya adalah seorang *******!" ucap Ayahnya Alenka dengan marah.


"Kami minta maaf Yah! Kami minta maaf!" ucap Mamanya Gio yang menangis mendengar perkataan Ayahnya Alenka.


"Silahkan pergi dan jangan pernah kesini lagi! Saya nggak akan restui anak saya kembali sama anak anda! Cepat atau lambat mereka pasti akan bercerai!" ucap Ayahnya Alenka kemudian berdiri dan masuk ke kamar.


"Maafin suami saya ya Ma,Pa!" ucap Ibunya Alenka.


"Saya minta maaf! saya nggak tahu kalau Alenka akan mengalami itu semua,saya minta maaf!" ucap Mamanya Gio masih tersedu.

__ADS_1


Ibunya Alenka kemudian memeluk besannya dan mereka saling meminta maaf.Setelah itu Papanya Gio mengajak istrinya buat pulang.Di jalan,Mamanya Gio masih saja menangis.


Di rumahnya Alenka,karena emosi yang tak terkontrol membuat Ayahnya Alenka kembali mengalami serangan jantung.Ibu Alenka yang panik kemudian meminta bantuan warga dan membawa suaminya ke Rumah Sakit.


__ADS_2