CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 51


__ADS_3

Alenka yang dapat kabar dari Refan,ikutan panik dan segera ke Rumah Sakit.Di sana Alenka melihat Ibunya yang panik dan menangis.


"Ayah gimana Buk?" tanya Alenka.


"Masih ditanganin Dokter," jawab Ibunya Alenka sambil menangis.


"Kok bisa sih Buk? Ayah mengalami serangan jantung lagi?" tanya Alenka.


"Tadi mertua kamu datang lagi ke rumah,Ayah kamu nggak bisa mengendalikan emosinya akhirnya dia mengalami serangan jantung lagi," jawab Ibunya Alenka dengan terisak.


"Mama sama Papa ke rumah? Ngapain?" tanya Alenka lagi.


"Memohon supaya Ayah restui hubungan kamu sama Gio dan mengizinkan kamu tinggal bareng sama Gio" jawab Ibunya Alenka.


Pintu terbuka dan Dokter pun keluar dari kamar pemeriksaan.Alenka dan Ibunya kemudian bertanya keadaan Ayah Alenka.


"Pasien harus segera melakukan operasi! Kalau nggak kemungkinan nyawanya nggak akan teryolong!" ucap Dokter yang memeriksa Ayahnya Alenka.


"Kalau gitu lakuin aja Dok!" ucap Refan.


"Tapi biayanya nggak murah Mas!" jawab Dokter itu.


"Masalah biaya akan kami urus yang penting Ayah kami selamat,tolong di percepat operasinya Dok!" ucap Alenka.


"Baik kalau gitu silahkan urus administrasinya dulu!" ucap Dokter itu.


Alenka kemudian berjalan menuju tempat pembayaran untuk memberikan DP terlebih dahulu.Tapi Alenka kembali ke ruangan pemeriksaan Ayahnya dengan kecewa.Karena ternyata tabungannya nggak cukup buat DP.


"Kenapa Dek?" tanya Refan ketika melihat Alenka kembali dengan menangis.


"Tabungan Alenka nggak cukup Bang buat DP biaya operasinya Ayah" jawab Alenka sedih.


"Pakai uang Abang!" ucap Refan memberi uang ke Alenka.


"Tapi mungkin ini hanya cukup buat DP aja Bang,sementara Rumah Sakit minta kita harus lunasi biaya operasi Ayah sebelum Ayah dioperasi!" jawab Alenka.


"Ibu juga punya punya tabungan meski nggak seberapa,kalau masih kurang nanti Ibu terpaksa akan gadai rumah kita,yang terpenting Ayah bisa dioperasi dulu!" sahut Ibunya Alenka.


Alenka memeluk Ibunya dan juga Refan memeluk Ibunya untuk menguatkan Ibu mereka.Lagi bersedih sedih tiba tiba Dokter yang memeriksa Ayah Alenka tadi memberitahu kalau operasi akan dilakukan 4 jam lagi sambil menunggu alatnya siap.


"Tapi kan kita belum membayar biaya operasinya Dok?" tanya Alenka kaget.


"Barusan saya dihubungi oleh bagian administrasi kalau pasien dengan nama Bapak Raharja sudah melunasi biaya buat operasi!" jawab Dokter itu.


Alenka,Refan dan Ibunya kaget mendengar penjelasan Dokter.Mereka bertanya tanya siapa yang membayar biaya operasi Ayahnya Alenka.Tapi disisi lain mereka lega karena Ayahnya Alenka akan segera dioperasi.


"Kira kira siapa ya Bang yang udah bayarin biaya operasi Ayah?" tanya Alenka bingung.

__ADS_1


"Abang juga nggak tahu Dek,apa mungkin Gio?" tanya Refan.


"Gio nggak tahu kalau Ayah dirawat,Alenka bekum kasih tahu dia karena panik tadi" jawab Alenka.


"Siapa pun itu,Ibu yakin dia orang yang sangat baik karena udah mau bantuin biaya buat operasi Ayah yang nggak murah," ucap Ibunya Alenka.


"Kalau Alenka ketemu sama orang itu,Alenka bakal berterimakasih dan nggak akan melupakan dia seumur hidup Alenka," ucap Alenka.


Dari kejauhan ada yang memperhatikan mereka bertiga dengan tersenyum senang.Alenka merasakan ada yang memperhatikannya kemudian menoleh tapi orang langsung itu bersembunyi.


"Kenapa Dek?" tanya Refan.


"Alenka ngerasa kayak ada yang memperhatikan kita dar tadi Bang" jawab Alenka masih celingukan.


"Mana? Nggak ada orang," jawab Refan juga celingukan.


Alenka dan Ibunya juga Refan sudah merasa lega karena Ayahnya Alenka sudah mau dioperasi.Refan kemudian pamit buat kembali ke Kafe dan kembali nanti ketika Ayahnya mulai dioperasi.


"Iya,nanti gue kabarin!" jawab Alenka.


Begitu Refan pulang,Alenka menyuruh Ibunya buat istirahat dulu dirumah tapi Ibunya nggak mau.Lalu Alenka menyuruh Ibunya buat makan sementara Alenka keluar membelikan makanan buat Ibunya.


"Mbak ini ada titipan buat Mbak," ucap salah satu Perawat memberikan Alenka secarik kertas.


"Dari siapa Mbak?" tanya Alenka.


"Dari seseorang yang tadi berdiri disana!" ucap Perawat itu menunjuk ke arah yang nggak ada orang.


Alenka tersenyum geli karena kertas itu cuma ada gambar emotion tersenyum dengan kelihatan giginya yang ompong tanpa ada tulisan disana.


"Apaan sih ini?" gumam Alenka tersenyum.


Alenka mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya untuk membelikan makanan buat Ibunya.


Sementara orang misterius itu menatap Alenka dengan tersenyum,"Semoga kamu selalu bahagia!" gumamnya.


Tiba saatnya Ayahnya Alenka dioperasi.Refan datang bersama Ana dan juga Refi bersama suaminya.Mereka semua terlihat gelisah menunggu operasi Ayah mereka.


"Gio kemana Dek?" tanya Bryan.


Alenka membulatkan matanya kemudian menepuk jidatnya.Dia lupa kasih tahu ke Gio kalau Ayahnya di Rumah Sakit dan mau operasi.


"Alenka lupa kasih kabar ke Gio dan juga Keyzan," jawab Alenka cengar cengir.


"Kebiasaan!" omel Refan.


"Tadi kan panik Bang!" jawab Alenka.

__ADS_1


Alenka kemudian pamit keluar buat telepon Gio dan Keyzan memberitahu kalau dia nggak pulang.Karena,menunggu Ayahnya di Rumah Sakit.


"Iya Mi,Key sekarang lagi di rumah Kakek!" jawab Keyzan dari seberang telepon.


"Key nggak boleh nakal ya? Key bobok sama Papa atau sama Oma aja nanti!" ucap Alenka.


"Iya" jawab Keyzan.


"Oma mana? Mami mau ngomong bentar!" ucap Alenka.


"Ada apa Al?" tanya Mamanya Gio.


"Nitip Key ya Ma! Alenka nggak pulang masih nungguin Ayah," ucap Alenka.


"Iya,kamu tenang aja..Semoga Ayah cepat sembuh! " ucap Mamanya Gio.


Alenka tersenyum dan berterimakasih kepada Mamanya Gio.Alenka bersyukur Mamanya Gio sekarang berubah dan semakin menyayangi dia.Alenka bahkan merasa kalau Mama mertuanya itu udah kayak Mamanya sendiri.


Setelah menelepon Keyzan,Alenka gantian menelepon Gio tapi tidak diangkat sama Gio membuat Alenka manyun.


"Kemana sih kok nggak diangkat?" gumam Alenka sambil cemberut.


Alenka mencoba menelepon beberapa kali lagi tapi masih belum diangkat membuat Alenka semakin cemberut.


"Apa lagi meeting? Awas aja kalau berani macam macam di belakang aku!" gumam Alenka sewot.


Tapi tiba tiba dari belakang ada seseorang yang berdiri dan ketika Alenka berbalik langsung deh menabrak orang yang ada dibelakangnya itu.


"Ya ampun!" ucap Alenka kaget.


Sementara orang yang dibelakangnya tadi malah tersenyum melihat Alenka terkagetkan.


"Ngapain sih ngagetin aku!" ucap Alenka memukul lengan orang itu yang ternyata adalah Gio.


"Lagian kamu ngelamun aja,ngelamuni apa? Pasti ngelamunin aku ya?" tanya Gio kepedean.


"Aku telepon dari tadi nggak kamu angkat kemana aja?" tanya Alenka sewot.


"Cie kangen" ucap Gio menggoda Alenka.


Alenka memutar bola matanya kemudian memukul lengan Gio lebih keras lagi.Gio tertawa melihat istrinya sewot kemudian memeluknya.


"Kok tahu kalau aku disini?" tanya Alenka.


"Kemanapun kamu berada aku pasti tahu,aku kan ada disini," ucap Gio menunjuk dadanya Alenka.


"Ish,gombal!" jawab Alenka tersenyum.

__ADS_1


#Kira kira siapa ya yang bayarin biaya operasinya Ayah Alenka? Dan siapa orang misterius yang memperhatikan Alenka sedari tadi? 😉


Di tunggu ya kelanjutannya dan terima kasih atas supportnya 🥰😘😘😘


__ADS_2