
"Al,Ayah nggak mau kamu deket sama Gio lagi,kamu masih suka sama Gio?" tanya Ayah Alenka.
"Yah,Gio kan emang masih suami Alenka dan juga Papanya Key," jawab Alenka.
"Kapan kamu mau cerai sama Gio?" tanya Ayah Alenka.
"Kok Ayah nanya gitu sih? Ayah kepengen Alenka jadi janda terus Alenka dihina hina orang lagi?" tanya Alenka.
"Kamu masih cinta sama Gio? Ayah nggak suka!" tanya Ayah Alenka.
"Bukan gitu Yah,.Alenka deket lagi sama Gio itu kan demi Key," jawab Alenka.
Alenka terpaksa berbohong sama Ayahnya karena dia bingung.Di satu sisi dia nggak mau bikin Ayahnya marah,di sisi lain dia nggak bisa bohongin hatinya sendiri kalau dia masih sangat mencintai Gio.
"Ayah kenapa sih nggak suka sama Gio? Dulu kan Ayah yang kepengen Alenka nikah sama Gio?" tanya Alenka.
"Andai saja Ayah tahu kalau Gio bakal sakitin kamu,Ayah nggak akan pernah nikahin kalian!" jawab Ayah Alenka sedih kemudian berjalan ke kamarnya.
"Yang sabar ya Al! Ibu tahu kamu masih cinta sama Gio,kamu berbohong tadi supaya Ayah nggak marah kan?" ucap Ibu Alenka.
Alenka memeluk Ibunya dan menganggukan kepalanya,"Iya Buk,Alenka masih cinta sama Gio," kata Alenka.
"Ibu yakin kok Ayah sebenarnya bukan marah tapi cuma kecewa aja sama Gio,Ayah itu sebenarnya sayang banget sama Gio..Suatu saat Ayah pasti akan restui hubungan kalian kok,cuma nunggu waktu aja!" terang Ibu Alenka.
Alenka mengangguk dan kemudian Ibunya menyusul Ayahnya ke kamar.Dan Alenka pun masuk ke kamar.Dia meraih ponselnya dan ternyata ada pesan dari Gio yang mengatakan kalau dia dan Keyzan sudah sampai dirumah.
"Semoga Ayah dan Mama mertua aku mau merestui hubungan kita," gumam Alenka sambil menatap foto Gio di ponselnya.
Di rumah Gio...
Keyzan masih belum tidur dia masih semangat bercerita tentang teman temannya,tentang sekolahnya dan tentang yang lain.Gio dengan setia mendengar cerita anaknya.
"Dulu Mami sama Key sering banget dihina orang,katanya Mami itu perempuan nggak bener,ada juga yang ngatain Key itu anak haram karena Key nggak punya Papa," ucap Keyzan sedih.
"Maafin Papa ya Key? Karena Papa,kamu sama Mami jadi menderita?" kata Gio juga bersedih.
"Iya Pa..Emang Papa dulu kemana sih? Papa nggak ada saat Key lahir?" tanya Keyzan.
"Papa ikut sama Kakek sayank,Papa sekolah terus kerja supaya Papa bisa bahagiain Mami sama Key..Sekarang Key minta sama Papa apa aja pasti Papa beliin," jawab Gio memeluk Keyzan.
"Key nggak mau apa apa kok Pa..Key cuma mau Mami,Key,sama Papa tinggal serumah,jadi Key bisa terus sama Papa sama Mami juga!" ucap Keyzan.
"Iya,kita akan tinggal bareng..Key doain aja ya supaya Papa punya rejeki banyak bisa beliin Key sama Mami rumah!" kata Gio.
__ADS_1
Gio bukannya nggak bisa beliin rumah buat Alenka da Keyzan.Tapi,Alenka selalu nolak buat tinggal bareng sama Gio,alasannya karena Ayahnya dan Mamanya Gio belum merestui hubungan mereka.Alenka nggak mau,baik Gio ataupun dirinya mengecawakan Orang Tua mereka.Lebih baik seperti itu sekarang yang terpenting mereka saling mencintai dan bisa bertemu setiap hari.
"Papa cinta sama Mami?" tanya Keyzan.
"Ya cinta dong kan Mami istrinya Papa,masa Papa nggak cinta?" jawab Gio.
"Papa jangan sakitin Mami ya! Key nggak mau Mami sedih lagi,dulu Key sering lihat Mami malam malam menangis sendiri dikamar,atau pas sholat malam Mami juga sering nangis!" ucap Keyzan.
Gio merasakan hatinya sakit mendengar ucapan Keyzan,"Mami sekarang apa masih sering nangis kalau malam malam?" tanya Gio.
"Nggak Pa,sekarang Key malah sering lihat Mami senyum senyum sambil lihatin hapenya," jawab Keyzan.
"Iya Papa janji akan selalu buat Key sama Mami bahagia,Papa janji akan selalu cinta sama Mami sama Key juga," ujar Gio mencium kening putranya.
Keyzan tersenyum kemudian memeluk Papanya juga,"Key sayang sama Papa!" ucap Keyzan.
"Papa lebih sayang sama Key!" jawab Gio bertatapan mata dengan anaknya.
Mereka kemudian saling tersenyum dan Keyzan mencium pipi Papanya kemudian mereka memejamkan matanya.Gio memeluk anaknya begitupun Keyzan memeluk Papanya seolah nggak mau Papanya pergi.
Keesokan harinya...
Gio bangun pagi pagi melihat anaknya masih terlelap disampingnya.Dia tersenyum kemudian mencium kening Keyzan dan membenahi selimut Keyzan.
"Belum Mbak," jawab Gio mengambil air minum.
"Makanan kesukaan Keyzan apa ya Mas? saya mau masak buat dia?" tanya Mbak Ijah.
"Key paling suka sama makan sup ayam Mbak," jawab Gio.
"Sup ayam? Mirip sama Papanya dong?" ucap Mbak Ijah tersenyum.
"Iya Mbak," jawab Gio juga tersenyum.
Mbak Ijah kemudian ke dapur untuk masak sarapan untuk majikannya.Sementara Gio ke ruang keluarga ngobrol sama Kakaknya.
"Key tidur sini semalam?" tanya Gino.
"Iya Kak,waktu gue anter ke rumah Ayahnya Alenka dia nggak mau gue tinggal,terus gue ajak aja tidur disini," jawab Gio.
"Kakak senang lihat lo makin deket sama Keyzan," ucap Gino.
Gio hanya tersenyum mendengar ucapan Kakaknya.Gio kemudian bertanya ke Kakaknya siapa yang akan dia nikahi karena Gio belum pernah ketemu sama sekali.
__ADS_1
"Dia mantan pacar gue waktu di SMP dulu,kebetulan dia juga belum nikah karena sibuk dengan kariernya,.Kapan kapan Kakak kenalin deh ke lo sama ke Alenka juga!" jawab Gino.
"Tapi apa Papa sama Mama setuju? lo nikah sama pilihan lo?" tanya Gio.
"Mama sama Papa nggak keberatan kok Dek," jawab Gino.
Gio jadi berpikir kenapa Orang Tua nya terutama Mamanya nggak mau merestui hubungannya sama Alenka,padahal calon Kakaknya juga dari keluarga biasa biasa aja.
"Kok Mama nggak mau restui hubungan Gio sama Alenka padahal kita sudah punya anak juga? Kenapa Mama selalu maksa Gio buat nikah sama wanita pilihan Mama ya Kak? Apa mungkin Gio bukan anak kandung Papa sama Mama?" tanya Gio curiga.
"Ngomong apa sih lo Dek? Lo itu anak kandung Papa sama Mama,Adik kandung Kakak! Jangan pernah punya pikiran yang aneh aneh lagi ya?" ucap Gino memarahi Gio.
Gio tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian berpamitan ke kamar buat melihat Keyzan udah bangun atau belum.Ketika masuk ke kamar handphone Gio berdering.
"Hallo sayank!" ucap Gio.
"Darimana aja sih? di telepon daritadi nggak diangkat? jangan bilang kalau belum bangun!" omel Alenka dari seberang telepon.
Gio tersenyum mendengar omelan istrinya dari balik telepon,"Dari bawah tadi ambil minum,kamu pikir kemana? Pacaran?" tanya Gio.
"Oh masih kepengen punya pacar? nggak bersyukur banget jadi orang!" ucap Alenka.
"Nggak bersyukur gimana?" tanya Gio.
"Ya kali udah punya istri yang cantik kayak gini masih pengen punya pacar lagi," jawab Alenka tertawa.
"Ih,narsis!" ucap Gio tertawa.
"Biarin! Key mana?" tanya Alenka.
"Masih tidur..Kenapa? kangen?" tanya Gio balik.
"Iya,semalam nggak ketemu bikin nggak bisa tidur!" jawab Alenka.
"Kangen Keyzan atau kangen sama Papanya Key?" tanya Gio menggoda.
"Kangen ama Keyzan lah!" jawab Alenka cepat.
"Oh,jadi nggak kangen sama Papanya Key?" tanya Gio.
"Ya kangen juga sih,gitu aja pakai nanya?" jawab Alenka tertawa.
Gio kemudian menyuruh Alenka buat siap siap karena dia mau jemput Alenka dan mengajaknya ke rumahnya karena Gio juga kangen sama Alenka.
__ADS_1