CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 53


__ADS_3

Sebelum kembali ke Belanda,Mama dan Papanya Gio menyempatkan diri untuk datang ke rumah Orang Tua Alenka.Ayahnya Alen sudah agak hangat menyambut mereka meskipun sedikit masih dingin.


"Mama sama Papa mau balik?" tanya Ibunya Alenka.


"Iya Buk..Saya nitip Gio ya Buk?" jawab Mamanya Gio.


Ibunya Alenka tersenyum kemudian mereka saling berpelukan.Setelah Mama dan Papanya Gio berpamitan,giliran Alenka yang minta izin buat mengantar mertuanya ke Bandara.


"Iya" jawab Ibunya.Sementara Ayahnya hanya mengangguk kecil.


Tapi tiba tiba Ayahnya Alenka berucap "Hati hati di perjalanan! Kapan kapan kalau punya waktu kita makan malam bareng!".


Semua yang mendengar ucapan itu langsung tersenyum senang tanpa terkecuali Alenka dan Ibunya.


"Pasti itu Yah! Kita pamit dulu!" ucap Papanya Gio.Dan Ayahnya Alenka membalas dengan anggukan kepala serta tersenyum.


Gio kemudian melajukan mobilnya menuju Bandara.Sebelum Mama dan Papanya Gio naik ke pesawat.Mereka harus membujuk cucu mereka yang sedang menangis karena nggak mau ditinggal.


"Cucu Oma jangan nangis dong! Nanti kalau nggak ada pekerjaan,Oma sama Kakek pasti jengukin Key lagi kok! Iya kan Kek?" ucap Mamanya Gio.


"Iya Key jangan nangis lagi dong! Kapan kapan kalau Key libur sekolah,Kakek ajak Key deh ke Belanda!" bujuk Papanya Gio.


"Kakek sama Oma kenapa nggak tinggal disini aja sih?" tanya Keyzan sembari menangis.


Mamanya Gio memeluk cucunya dan kemudian mencium kening Keyzan dengan lembut.Papanya Gio juga nggak mau kalah,dia menciumi cucu satu satunya itu.


"Udah Key sama Papa aja! Nanti Papa beliin mainan sama beliin ayam goreng," ucap Gio mengangkat anaknya.


"Beneran?" tanya Keyzan di gendongan Papanya.


"Iya,habis dari sini kita beli mainan!" jawab Gio.


Keyzan tersenyum senang kemudian mencium pipi Gio,"Key sayang sama Papa!" ucap Keyzan.


"Papa juga sayang sama Key!" jawab Gio.


Mama dan Papanya Gio tersenyum melihat cucunya sudah tidak nangis lagi.Begitu juga Alenka yang bahagia banget melihat Keyzan bisa merasakan kasih sayang Papanya.


"Papa sama Mama berangkat dulu ya?" pamit Papanya Gio.


"Papa sama Mama hati hati ya!" ucap Alenka memeluk Mama dan Papa mertuanya.


"Iya sayank..Jagain Gio ya nak!" ucap Mamanya Gio.

__ADS_1


"Pasti Ma,kalau nggak dijagain takutnya nanti godain cewek cewek di luar sana!" ucap Alenka sembari tersenyum.


"Awas aja kalau berani godain cewek cewek!" ancam Mamanya Gio.


"Awasin Papa kamu Key! Jangan dibolehin godain cewek cewek!" sahut Papanya Gio.


"Papa kalau berani godain cewek cewek,Key nggak bakalan mau ketemu sama Papa lagi" ancam Keyzan.


"Enggak sayank! Papa kan cuma cinta sama Mami!" jawab Gio.


"Beneran?" tanya Keyzan.


"Iya! Suer deh!" jawab Gio sambil mengangkat kedua jarinya.


"Papa cerdas," ucap Keyzan senang.


Sementara Alenka dan Mama Papanya Gio tersenyum melihat mereka berdua.


Setelah pulang dari Bandara,Keyzan menagih janji Papanya yang katanya mau beliin dia mainan dan beliin ayam goreng.


"Kita beli sekarang ya?" jawab Gio.


"Eh Pa,Key nggak jadi aja beli mainannya!" ucap Keyzan tiba tiba.


"Key mau dibeliin sepeda aja!" jawab Keyzan.


Gio dan Alenka tersenyum mendengar perkataan anak mereka.Gio pun langsung menghentikan laju mobilnya di sebuah toko sepeda.Gio mengajak Keyzan buat memilih sepeda apa yang dia mau.Keyzan terlihat senang ketika turun dari mobil Papanya.Dan juga nampak bingung ketika memilih sepeda apa yang dia mau.


Agak lama kemudian Keyzan keluar dari toko dengan membawa tiga buah sepeda.Alenka terkejut melihat Gio membawa tiga sepeda,kemudian turun dari mobil.


"Kok beli banyak banget?" tanya Alenka.


"Iya Mi,yang kecil buat Key terus yang besar dua ini buat Papa sama Mami! Ntar kalau pas libur kita sepedaan bareng!" jawab Keyzan.


Alenka tersenyum dan menganggukan kepalanya pelan mendengar penjelasan dari Keyzan.Setelah itu mereka pulang ke rumah Orang Tua nya Gio.Keyzan langsung mencoba sepedanya dan sempat pamer juga ke Mbak Ijah.


"Aku bikinin kopi dulu ya?" ucap Alenka beranjak dari tempat duduk.Tapi belum jadi berjalan,Sinta keluar dari dapur dan membawa secangkir kopi buat Gio.


Alenka terbelalak melihat itu dan yang membuat Alenka nggak suka,Sinta membawa minum cuma satu buat Gio doang.


"Eh maaf Mbak! Aku cuma bikin satu buat Mas Gio aja,aku nggak tahu kalau ada Mbak Alenka juga disini..Aku buatin minum satu lagi ya?" ucap Sinta.


Alenka hanya tersenyum terpaksa kemudian,"Nggak usah! Aku udah minum kok tadi,nanti aku ambil sendiri aja!" ucap Alenka kembali duduk.

__ADS_1


Sinta tersenyum dan mengangguk pelan kemudian kembali ke dapur.Alenka terdiam membuat Gio mengerti kalau dia sedang cemburu.Lalu,Gio menariknya ke dalam pelukannya.


"Kenapa kok cemberut?" tanya Gio.


"Nggak apa apa kok" jawab Alenka agak dingin.


"Kamu marah?" tanya Gio.Tapi Alenka nggak menjawab.


"Kenapa?" tanya Gio memegang kedua pipi Alenka dan menatapnya.


"Nggak apa apa! Aku mau pulang udah lama nggak pulang!" jawab Alenka melepas tangan Gio kemudian berdiri membuat Gio kaget.


"Pulang kemana?" tanya Gio menahan Alenka.


"Ke apartemen," jawab Alenka singkat.


Gio yang paham kalau Alenka sedang dilanda cemburu kemudian menariknya dalam pangkuannya.Gio tersenyum sambil menatap istrinya yang sedang cemburu.


"Lepasin Gio!" ucap Alenka mencoba bangkit tapi nggak bisa karena Gio memeluknya dengan erat.


"Nggak mau!" jawab Gio lalu mencium Alenka.


"Gio!" bentak Alenka.


"Aku tahu kamu lagi cemburu..Aku juga tahu kamu sebenarnya nggak suka Sinta disini,tapi kamu juga harus tahu kalau Mama kasih dia kerjaan disini karena kasihan sama dia..Kamu kan juga tahu dia harus biayai kedua anaknya tanpa suami," ucap Gio.


"Kenapa nggak kamu nikahin aja? Kan jadinya dia nggak perlu kerja?" ucap Alenka.


Gio tak menjawab tapi malah mencium bibir Alenka dengan sangat lama.Alenka terbelalak ketika Gio terus mencium bibirnya dengan lama membuat dia kehabisan nafas.


"Jangan punya pemikiran seperti tadi! Cintaku ke kamu bukan main main! Kamu juga tahu aku sudah tergila gila sama kamu,nggak ada wanita lain yang ada dalam hati aku ataupun pikiran aku selain kamu cintaku!" ucap Gio memegang pipi Alenka dan menatapnya dengan lembut.


Alenka mengalihkan pandangannya,"Kamu tahu dia suka sama kamu,beberapa waktu lalu dia juga ngaku ngaku sebagai calon istri kamu..Aku takut kalau kamu lama lama juga akan luluh dengan rayuannya!" lirih Alenka.


Gio menyuruh Alenka untuk menatapnya,Gio kemudian meraih tangan Alenka dan menaruhnya di dadanya "Lihat aku! Dan rasain dengan hati kamu! Jantung aku hanya berdetak untuk kamu!" ucap Gio bertatapan mata dengan Alenka dengan begitu lama.


"Aku cinta sama kamu dan hanya kamu yang aku mau! Selamanya hanya kamu wanita yang akan selalu aku cintai! Jangan pergi atau tinggalin aku! Karena aku nggak akan bisa hidup tanpa kamu!" ucap Gio dengan masih menatap Alenka.


Sementara Alenka menundukkan kepalanya,"Maaf! Tapi kamu harus tahu kalau cinta aku itu egois! Apa yang menjadi milik aku hanya boleh menjadi milik aku! Aku nggak mau berbagi ataupun terbagi!" lirih Alenka.


Gio tersenyum mendengar ucapan istrinya kemudian mencium kening Alenka dengan lembut.


~Apa yang tak mampu dilihat oleh mata,tak mampu diraba dengan tangan tapi hanya mampu dirasakan oleh hati! Cinta mengajarkan kita bahwa apa yang terlihat indah belum tentu bisa membuat bahagia tapi sebaliknya apa yang bisa membahagiakan hati tentu akan selalu terlihat indah itulah cinta..Tanpa melihat rupa tapi menyentuh rasa~ {author 😊}

__ADS_1


__ADS_2