CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 19


__ADS_3

Gio mengutarakan niatnya buat beli sebuah rumah yang akan dia tinggalin bersama Alenka dan Keyzan,kepada Gino.


"Kakak sih setuju Dek,kalian emang harus tinggal bersama,kalian kan berkeluarga," ucap Gino.


"Iya Kak,nih Gio juga lagi nyari tempat yang cocok buat kita," jawab Gio.


"Kakak cuma kasihan aja sama Key dan Alenka,mereka harus terima omongan yang menyakitkan selama ini," ucap Gino sedih.


"Iya sih Kak,Gio juga salut banget sama Alenka yang selalu bersabar dengan omongan orang orang yang mungkin menyakitkan untuk di dengar," ucap Gio.


Karena udah menjelang malam Gio kemudian mandi karena udah janjian dengan Alenka dan Keyzan buat makan malam.


"Mau kemana?" tanya Gino ketika melihat Gio sudah berdandan.


"Makan malam Kak,.Kakak mau ikut?" tanya Gio.


"Nggak,Kakak capek mau istirahat!" jawab Gino tersenyum.


Gio kemudian bergegas ke apartemen Alenka.Begitu sampai di apartemen Alenka sudah siap buat pergi bersama Keyzan juga.Gio mengajak Alenka dan Keyzan ke Mall,makan sekalian mainan di TimeZone.


"Lihat tuh yang disana sama anak kecil,ganteng banget ya?" ucap salah seorang pengunjung Mall itu.


"Iya,dari penampilannya juga keren,kayaknya juga orang tajir," ucap yang lain.


"Tapi sayang udah punya anak" sahut lainnya.


"Emang kenapa kalau udah punya anak bini? jaman sekarang cowok ganteng plus tajir pasti pacarnya banyak" ucap yang lain.


Alenka yang kebetulan duduk nggak jauh dari segerombol wanita itu hanya menggelengkan kepala,apalagi di antara mereka ada yang bilang mau jadi selingkuhan asalkan hidupnya terjamin.


"Pesona Gio emang nggak bisa dihindari,dari dulu sampai sekarang dia tetap jadi pusat perhatian dimanapun dia berada" gumam Alenka menatap Gio dan Keyzan yang masih asyik mainan.


"Papa kapan ke Belanda nya?" tanya Keyzan.


"Seminggu lagi sayank,emang kenapa?" tanya Gio.


"Nggak apa apa Pa..Papa cepet pulang ya? jangan lama lama perginya?" ucap Keyzan.


"Iya,Papa ke Belanda cuma bentar kok," jawab Gio tersenyum.

__ADS_1


Setelah puas mainan,Gio dan Keyzan nyamperin Alenka yang sedari tadi duduk sendirian hanya memperhatikan Gio dan Keyzan.


"Papa mau kasih kamu hadiah,yuk ikut Papa!" ucap Gio mengajak Keyzan dan Alenka.


"Hadiah apa Pa?" tanya Keyzan penasaran.


"Ikut Papa aja!" jawab Gio.


Gio membawa Alenka dan Keyzan ke counter handphone.Gio ingin membelikan Keyzan laptop dan sebuah ponsel,supaya mudah berhubungan ketika Gio dinas ke Luar.


"Papa mau beliin Key laptop?" tanya Keyzan.


"Iya,kemarin kan Key bilang kalau teman teman Key semua udah pada punya cuma Key yang belum,jadi disekolah Key selalu pinjam punya teman kalau ada pelajaran TIK kan?" tanya Gio.


"Iya Pa," jawab Keyzan.


"Kenapa Key nggak ngomong sama Mami?" sahut Alenka.


"Key nggak mau nambahin beban Mami," jawab Keyzan takut Maminya marah.


"Biarin lah Al,Key kan juga anak gue jadi gue juga punya kewajiban buat mencukupi kebutuhannya!" ucap Gio.


"Itu hak lo sebagai istri gue,dan kewajiban gue buat nafkahin kalian!" jawab Gio tersenyum.


"Makasih ya Gi?" ucap Alenka.


"Kita kan suami istri,jadi nggak usah sungkanlah!" jawab Gio.


Gio menyuruh Keyzan buat milih laptop dan ponsel yang dia mau.Keyzan terlihat senang dan berkali kali berterimakasih ke Gio dan memeluk Gio.


Gio tahu selama ini anak dan istrinya hidup dengan pas pasan.Gio hanya ingin anak dan istrinya hidup sejahtera dan jangan dihina oleh orang lagi.


"Gue juga punya hadiah buat lo!" ucap Gio begitu mereka sampai di apartemen.


"Apa?" tanya Alenka pelan.


Gio mengeluarkan sebuah kotak yang berisi satu set perhiasan.Alenka membulatkan matanya melihat hadiah dari Gio.


"Nggak usah Gi,ini terlalu mahal!" ucap Alenka.

__ADS_1


"Dulu waktu kita nikah gue nggak bisa kasih apa apa buat lo,sekarang gue pengen kasih sesuatu buat lo dan ini adalah hasil jerih payah gue sendiri,bukan dari Orang Tua gue,jadi gue mohon lo terima!" ucap Gio memohon.


"Waktu gue mutusin buat nikah sama lo,gue nggak kepengen apapun..Gue udah bahagia karena lo sah jadi suami gue,itu yang lebih penting!" jawab Alenka.


"Please terima ya? ini hadiah dari gue,jangan di tolak! ini tanda kalau gue tanggung jawab atas kehidupan lo!" ucap Gio memohon.


Alenka akhirnya menerima hadiah dari Gio.Gio merasa senang kemudian memeluk Alenka dan mencium kening Alenka.Sementara Keyzan sudah masuk ke kamar buat main ponsel baru yang di beliin Gio.


"Minggu depan gue berangkat ke Belanda,lo di rumah jangan nakal!" ucap Gio.


"Gue mana pernah nakal? yang nakal kan lo?" ucap Alenka.


"Di hati gue cuma ada lo dan Keyzan,lagian gue juga takut kalau Keyzan marah ke gue kalau gue nakal," jawab Gio tersenyum.


"Lo lama perginya?" tanya Alenka.


"Cuma seminggu ya paling lama 10 hari," jawab Gio.


"Hati hati,jaga hati lo!" lirih Alenka.


"Pasti,..Selama seminggu ini gue tidur disini ya? gue nggak mau sia siain beberapa hari ini sebelum ke Belanda dan puasa beberapa hari," ucap Gio menggoda Alenka.


"Apaan sih?" ucap Alenka sambil mencubit pinggang Gio.


Gio dan Alenka kemudian mengobrol.Gio cerita tentang Sinta yang punya anak tapi juga tak punya suami ke Alenka yang membuat Alenka sedikit cemburu.


Gio bercerita kalau Sinta menjadi simpanan orang kaya demi mencukupi kebutuhan anak anaknya.Sinta punya dua anak yang masih kecil.Kedua anak itu dari Ayah yang berbeda yang bahkan keduanya tidak ada yang mau nikahin Sinta.


"Kalau kasihan kenapa nggak lo nikahin aja?" tanya Alenka sedikit cemburu.


"Nggak mau,gue kan udah punya istri yang cantik,anak yang ganteng..Ngapain cari yang lain?" ucap Gio.


"Ya siapa tahu kan nggak puas sama yang di rumah pengen cari yang lain?" ucap Alenka sinis.


"Gue nggak kepengen sama yang lain,gue cuma kepengen habisin sisa umur gue bersama lo dan anak anak kita,cuma lo wanita yang ada di hati gue,nggak mau yang lain!" ucap Gio menatap Alenka.


Alenka menatap Gio yang sudah mulai berkaca kaca matanya.Alenka memegang kedua pipi Gio dan tersenyum menatap Gio sambil berkata kalau dia sangat mencintai Gio.


"Iya gue tahu,gue juga cinta sama lo!" balas Gio.

__ADS_1


"Bukanya gue cemburuan,tapi apa yang menjadi milik gue hanya boleh jadi milik gue..Gue nggak mau berbagi atau terbagi..Lo hanya boleh jadi milik gue!" ucap Alenka yang membuat Gio tersenyum senang dan memeluk Alenka dengan erat.


__ADS_2