CINTA BADBOY 2

CINTA BADBOY 2
chapter 9


__ADS_3

Setelah beli makan Keyzan sama Gio pulang ke apartemen Alenka.Keyzan makan,main bahkan kerjain PR sama Gio.Alenka mengintip mereka dari dalam kamar dengan tersenyum.


"Mungkin ini yang disebut darah lebih kental daripada air!" gumam Alenka kemudian keluar kamar dan ikut gabung bersama Gio dan Keyzan.


"Keyzan senang deh," ucap Keyzan.


"Kenapa?" tanya Alenka.


"Karena Keyzan merasa punya keluarga yang lengkap,ada Mami ada Papa juga!" ucap Keyzan tersenyum.


Alenka nggak menjawab begitupun Gio hanya tersenyum dan melirik Alenka yang sedang memerah wajahnya.


"Mami kenapa sih nggak nikah aja sama Om Gio?" tanya Keyzan dengan polos.


"Udah kerjain PR belum?" tanya Alenka mengalihkan topik.


"Udah dong Mi,tadi Key ulangan dapat nilai 100 dong!" ucap Keyzan senang sambil menunjukan kertas hasil ulangannya tadi siang.


"Pinter anak Mami," ucap Alenka bangga dan mencubit kedua pipi temben Keyzan.


"Kamu sama kayak Mami kamu,pinter!Mami kamu dulu selalu juara kelas!" sahut Gio.


"Emang iya Mi?" tanya Keyzan.Alenka tersenyum dan mengangguk.


Mereka bertiga kemudian makan bersama dan tak lama kemudian Orang Tua Alenka datang bersama Refi dan keluarganya.


"Om Gio?" ucap Raymon.


"Ini Raymon ya? udah besar sekarang!" ucap Gio memeluk Raymon.


"Om Gio kenal Kak Raymon juga?" tanya Keyzan.Raymon menganggukan kepala.


Keyzan kemudian mainan sama Raymon sementara Orang Tua dan Kakek Neneknya ngobrol sama Alenka dan Gio.Setelah sekian lama Orang Tua Alenka pulang begitu juga Refi,tapi Gio masih bersikeras nggak mau pulang.


"Ntar gue tidur sama Keyzan aja atau tidur di sini juga nggak apa apa!" ucap Gio.


"Om Gio,tidur sama Keyzan aja Om!" sahut Keyzan.


"Terserah lo aja!" jawab Alenka kemudian masuk ke kamar buat istirahat.


Gio secara diam diam bertos ria sama Keyzan.Gio pun tidur di kamar Keyzan.Gio membacakan buku cerita sebelum Keyzan tidur,sembari mengelus kepala Keyzan persis seorang Papa yang sayang sama anaknya.


****


Setelah beberapa hari Alenka sudah mulai masuk kerja.Ketika dia masuk ke ruangannya dia melihat buket bunga di atas meja kerjanya.


"Pasti dari Gio lagi!" batinnya.

__ADS_1


Tapi setelah dia membaca kartu ucapan ternyata bunga itu di kirim oleh Alex sebagai ucapan permintaan maaf atas kejadian beberapa hari lalu.Terlihat raut kecewa dari Alenka.


"Gue kok kecewa ya tahu bunga ini bukan dari Gio? apa mungkin gue jatuh cinta lagi? tapi nggak akan semudah itu gue jatuh cinta lagi sama lo!" gumam Alenka sendiri.


"Alenka lo udah sembuh?" tanya Liana masuk ke ruangan Alenka.


"Iya,udah" jawab Alenka sembari tersenyum.


Tak lama mereka mengobrol terus kembali melanjutkan pekerjaan masing masing.Lagi fokus dengan kerjaan,ponsel Alenka berbunyi dan ternyata dari Gino,Kakaknya Gio.Dia mengajak Alenka buat makan malam bareng.


Setelah sembuh dari depresinya,Gino emang sering ketemu sama Alenka.Gino pun tahu kalau Keyzan adalah keponakannya.Gino bekerja disebuah Restaurant milik teman baiknya waktu sekolah dulu untuk bertahan hidup.


Tok tok pintu ruangan Alenka di ketuk oleh seseorang dan ternyata adalah Gio.Karena udah jam istirahat Gio bermaksud mengajak Alenka buat makan siang bareng.


"Yuk,biar gue yang traktir! anggap aja sebagai ucapan terimakasih gue,karena selama gue sakit lo udah jagain Keyzan!" ucap Alenka menerima ajakan Gio.


"Ayok!" jwwab Gio senang karena akhirnya Alenka mau buat makan siang bareng dia.


Sampai di depan mereka bertemu Liana yang juga ngajakin Alenka makan siang.Alenka yang nggak mau berduaan dengan Gio pun mengajak Liana sekalian.Gio terlihat tidak senang tapi dia nurut juga.


"Pak Bos juga mau makan siang bareng kita?" tanya Liana.


"Iya" jawab Gio sembari tersenyum kecil.


"Pak Bos sama Alenka udah kenal lama? kok kayak deket banget?" tanya Liana penasaran karena Alenka ngobrol ngalor ngidul sama Gio.


"Berarti temannya Rama juga dong?" tanya Liana.


"Rama itu sahabatnya dia!" sahut Alenka.


"Oh ya?" tanya Liana kaget.


"Iya,kamu kenal sama Rama?" tanya Gio.


"Dia kan gebetannya Rama!" Alenka kembali menyahut.


"Serius?" tanya Gio senang karena itu artinya Rama udah bisa lupain Alenka.


"Ya cuma deket aja sih Pak,Rama orangnya cuek banget,dingin juga!" jawab Liana agak sedih.


"Emang kayak gitu orangnya tapi kalau suka sama orang dia susah banget move on nya!" jawab Gio melirik Alenka.


"Apa kita kenalin ke temannya Gio yang lain,Boy namanya?" tanya Alenka.


"Apalagi Boy,lo tahu ndiri tuh orang nggak pernah deket ama cewek,dia lebih dingin dari Rama!" sahut Gio.


"Sama kayak lo dong?" tanya Alenka tersenyum.

__ADS_1


"Nggak lah,lo tahu ndiri gue kayak apa,lo juga tahu gue selembut apa sama orang yang gue cinta!" jawab Gio menatap Alenka membuat Alenka salah tingkah.


Liana memgerutkan keningnya mendengar percakapan Gio dan Alenka yang terlihat begitu akrab dan dekat.Mereka kemudian kembali ke kantor setelah selesai makan.


"Al,ntar makan malam yuk!" ajak Gio.


"Nggak bisa Gi,gue udah ada janji!" jawab Alenka.


"Sama siapa?" tanya Gio cemburu.


"Ada lah orang yang penting!" jawab Alenka.


"Sama Keyzan juga?" tanya Gio.


"Iya,karena yang ingin dia temui emang Keyzan," jawab Alenka.


Gio tak menjawab tapi dari raut wajahnya dia terlihat marah karena cemburu.Gio berpikir kalau yang ngajak Alenka kencan itu adalah Papanya Keyzan.Jadi Gio berniat buat menguntit Alenka.


"Keyzan pulang jam berapa?" tanya Gio lagi.


"Jam 3 ,tapi ntar mau dijemput sama Mbak Ana kok!" jawab Alenka.


"Oh yaudah!" jawab Gio.


"Gi,emang lo sayang banget sama Keyzan?" tanya Alenka.


Gio menatap Alenka kemudian mengangguk, "Nggak tahu kenapa gue bisa sayang banget sama Keyzan,saat lihat dia nangis hati gue sakit,saat dia tersenyum hati gue rasanya bahagia,apalagi saat dia meluk gue hati gue rasanya sejuk banget,gue ngerasa dia kayak anak gue sendiri..Apa karena Maminya adalah lo? jadi gue bisa terima dia meskipun dia milik cowok lain?" tanya Gio dengan tersenyum ke arah Alenka.


"Keyzan kan Emang-" Alenka hampir keceplosan.


"Emang apa?" tanya Gio curiga.


"Keyzan emang e..ee emang sayang juga sama lo,kelihatan dari sikap dia yang sering ngomongin lo!" jawab Alenka ngeles.


"Gue juga ngerasa gitu,dia kan kepengen gue jadi Papanya..Apa lo nggak kepengen penuhin keinginan Keyzan?" tanya Gio.


"Keinginan Keyzan?" tanya Alenka nggak paham.


"Iya,keinginan dia yang kepengen gue jadi Papanya!" jawab Gio sembari tersenyum.


"Itu sih maunya lo!" jawab Alenka.


"Emang! lo kan emang istri gue!" jawab Gio.


"Istri yang lo tinggalin tanpa pesan selama bertahun tahun?" tanya Alenka sarkas.


Gio menatap Alenka dengan perasaan bersalah kemudian kembali meminta maaf dan ngajak Alenka buat kembali sama dia karena bagaimanapun juga mereka belum cerai secara hukum.Dan juga mereka masih sama sama sendiri.

__ADS_1


"Gue udah bahagia kok berdua sama Keyzan!" jawab Alenka kemudian kembali meneruskan pekerjaannya.


__ADS_2