
Sehabis sholat subuh,Alenka membantu Mbak Ijah buat beberes rumah.Mbak Ijah melarang tapi Alenka yang masih ngeyel.
"Nanti Mas Gio marah Non!" ucap Mbak Ijah.
"Nggak akan Mbak tenang aja! Nanti kalau marah biar aku yang jewer!" ucap Alenka sembari tersenyum.
Mbak Ijah juga ikutan tersenyum mendengar ucaoan Alenka.Dan membiarkan Alenka melakukan apa yang dia mau.
Setelah menyapu dan mengepel,Alenka membantu Mbak Ijah di dapur untuk memasak.
"Mau masak apa Mbak?" tanya Alenka.
"Mau masak sayur asem,goreng ayam sama bikin perkedel Non," jawab Mbak Ijah masih sibuk meracik sayuran.
"Alenka bantu ya Mbak!" ucap Alenka.
"Emang bisa masak?" tanya Mbak Ijah.
"Bisa dong,Alenka kan tiap hari masak buat Key,Mbak" jawab Alenka.
Mbak Ijah kemudian menyuruh Alenka buat menggoreng ayam.Alenka pun senang kemudian mengikat rambutnya dan mulai membantu memasak Mbak Ijah.
"Akhirnya selesai juga," ucap Alenka.
"Makasih ya Non udah bantuin Mbak Ijah masak?" ucap Mbak Ijah.
"Iya Mbak,kalau gitu aku ke atas bangunin Gio dulu Mbak!" pamit Alenka.
Alenka kemudian naik ke kemarnya Gio.Dia melihat Gio yang masih terlelap.Mau bangunin Keyzan nggak enak karena Keyzan tidur dikamar Gino.
Alenka memilih untuk mandi dulu karena badannya juga udah lengket.Selesai mandi,Alenka membangunkan suaminya.
"Gi,bangun!" ucap Alenka pelan sambil mengoyang goyangkan tubuh Gio.
"Emm..Pagi sayank!" ucap Gio begitu membuka mata.
"Bangun! Mandi terus sarapan!" ucap Alenka.
"Kamu udah mandi?" tanya Gio.
"Udah dong," jawab Alenka.
"Kalau gitu bantuin aku mandi!" suruh Gio.
Alenka hanya mengangguk dan menuruti mau suaminya.Alenka membantu Gio buat mandi,bahkan Alenka membantu Gio memakai sabun dan keramas.Setelah selesai mandi,Alenka juga membantu Gio mengelap tubuhnya.
"Gio,kamu masih sakit jangan macem macem!" ucap Alenka ketika Gio menarik Alenka dalam pelukannya.
"Siapa bilang? Aku udah sembuh kok," jawab Gio mendorong Alenka ke kasur.
Gio menatap Alenka dengan tersenyum nakal.Alenka mendorong Gio dengan pelan tapi karena kekuatan Gio lebih besar jadi Alenka nggak berhasil.
"Gio pakai bajunya,jangan kayak gini!" ucap Alenka mulai frustasi.
__ADS_1
"Kamu nggak kangen sama aku?" tanya Gio sambil mendekatkan wajah ke wajah Alenka.
Gio dan Alenka bertatapan cukup lama.Gio menindih tubuh Alenka tanpa memakai baju.Tiba tiba pintu kamar Gio terbuka,Keyzan berlari masuk dan melihat Papanya yang sedang menindih Maminya dengan tanpa berpakaian.
"Papa sama Mami mau apa? Papa kok nggak pakai baju?" tanya Keyzan dengan polos.
Gio dan Alenka buru buru bangun.Gio kemudian mengambil handuk yang dia lepas tadi dan memakainya.
"Papa habis mandi sayank!" jawab Gio.Sementara Alenka masuk ke kamar mandi karena nggak mau jawab pertanyaan Keyzan yang nggak nggak.
"Gara gara Gio,jadi terciduk kan sama Keyzan..Semoga anak itu nggak tanya yang macam macam nanti,malu banget aku.." gumam Alenka di dalam kamar mandi.
Setelah memakai baju Gio kemudian turun buat sarapan.Sementara Alenka masih di dalam kamar.Alenka masih gelisah kalau kalau Keyzan akan bertanya tentang apa yang dia lihat tadi.
"Key udah mandi?" tanya Gio.
"Belum,Key baru bangun kok Pa," jawab Keyzan.
"Om Gino kemana kok nggak kelihatan?" tanya Gio.
"Kakak kamu jemput Sisil," sahut Papanya Gio.
"Alenka kemana? belum bangun?" tanya Mamanya Gio.
"Udah bangun daritadi kok Buk,.Ini semua yang masak kan Non Alenka,mungkin sekarang lagi mandi," sahut Mbak Ijah sambil menyiapkan sarapan.
"Oh ya?" tanya Mamanya Gio sembari tersenyum.
"Nggak semua Ma,cuma bantuin Mbak Ijah kok Ma," jawab Alenka.
"Kamu pinter masak ya ternyata? Bener bener paket komplit..Udah baik,cantik,sholekha,pinter masak lagi,hemm beruntung ya Pa punya menantu kayak Alenka?" puji Mamanya Gio.
"Mama berlebihan ah," ucap Alenka malu malu.
"Gio nggak salah milih istri kan Ma?" tanya Gio juga tersenyum.
"Iya,kamu pinter," jawab Mamanya Gio mengacungkan kedua jempolnya.
Setelah selesai makan,Alenka membantu Mbak Ijah buat mencuci piring bekas sarapan tadi.Setelah selesai,Alenka ikut gabung di ruang tamu bersama yang lain.Dan disitu juga sudah ada Gino dan calon istrinya.
"Darimana?" tanya Gio.
"Bantuin Mbak Ijah cuci piring," jawab Alenka.
"Boleh ambilkan gue minum?" ucap Sisil ketika Alenka mau duduk.
Gio merasa nggak suka Sisil menyuruh nyuruh istrinya seperti itu kemudian memanggil Mbak Ijah buat ambilkan minum buat calon Kakak Iparnya.
"Baik Mas," jawab Mbak Ijah kemudian kembali ke dapur.
"Kalau perlu apa apa surih Mbak Ijah aja,.Jangan ngerepotin istri aku!" ucap Gio yang nggak suka dengan sikap Sisil.
Gino yang merasa nggak enak kemudian meminta maaf sama Alenka.Alenka mengangguk dan berkata nggak apa apa.
__ADS_1
"Ini Non," ucap Mbak Ijah meletakkan minuman dimeja.
"Makasih!" ucap Sisil jutek.
"Sudah sarapan Sil?" tanya Mamanya Gio.
"Sudah," jawab Sisil singkat.
Mama dan Papanya Gio kemudian berpamitan buat siap siap dan juga menyuruh Gio dan Alenka untuk siap siap juga.Mereka akan pergi untuk berlibur.
"Key belum mandi kan? Sini mandi sama Oma!" ucap Mamanya Gio.
"Key mau mandi sama Papa aja Oma," jawab Keyzan.
Gio kemudian memandikan Keyzan dan bersiap siap.Sementara Gino menegur calon istrinya supaya lebih sopan ke Adik Iparnya dan juga pembantunya.
"Ngapain sih harus baik sama pembantu? Mereka kan hanya orang rendahan?" ucap Sisil yang membuat Gino hampir murka.
"Pembantu juga manusia Sil!" ucap Gino agak keras.
"Kamu kok bentak aku?" tanya Sisil sedih.
"Maafin aku!" ucap Gino memeluk Sisil.
Sisil memang orangnya jutek tapi dia juga punya keinginan buat disayang.Sisil seorang gadis yang sudah berumur tapi belum nikah,karena sikapnya jutek dan terkadang memandang rendah orang lain.
Gino kemudian menasehati Sisil supaya bersikap baik kepada Alenka.Gino juga bercerita kalau Alenka lah yang membuat Gino bisa sembuh dari depresinya.
"Dia bukan hanya Adik Ipar buat aku tapi juga udah aku anggap sebagai Adik aku sendiri," ucap Gino sambil memeluk Sisil.
Setelah sudah siap akhirnya mereka pergi buat berlibur.Mamanya Gio juga mengajak Mbak Ijah dan Suaminya.Biar bagaimanapun Mbak Ijah sudah dianggap keluarga sendiri oleh keluarganya Gio.
"Kita mau berlibur kemana sih Kek?" tanya Keyzan yang duduk didepan bersama Kakek dan Omanya.
"Kita mau ke Pantai,Key suka nggak?" tanya Kakeknya.
"Key suka Kek..Asyik Key bisa mainan air," ucap Keyzan gembira.
Sementara di kursi tengah,Alenka mencoba buat mengajak ngobrol Sisil dan ternyata Sisil masih belum terbiasa dengan Alenka terlihat jelas masih jutek dengan Alenka.
"Sudah sini! Ngobrol sama aku aja!" ucap Gio menarik Alenka ke pelukannya.
"Mau ngobrol apa?" tanya Alenka pelan.
"Ngobrol tentang masa depan kita juga boleh..Kapan mau kasih anak lagi ke aku?" tanya Gio yang membuat Alenka tersenyum malu.
"Betul tuh kapan mau kasih Mama cucu lagi?" sahut Mamanya Gio.
"Papa sih juga yes," sahut Papanya Gio.
"Key juga mau Adik! Key mau Adik Pa! Mau Adik!" ucap Keyzan yang membuat semua tertawa kecuali Sisil masih dengan wajah dinginnya.
Alenka yang malu,mencubit pinggang Gio pelan.Gio hanya tersenyum kecil sambil menatap Alenka dengan mesra,membuat wajah Alenka memerah.
__ADS_1