
Alenka dan Keyzan mengantar Gio dan Gino ke Bandara.Keyzan seperti tidak rela Papanya pergi.Dia memeluk Gio terus dengan sedih.
"Key,pesawat Papa udah mau berangkat..Key jangan nakal ya?" ucap Gio lembut.
"Iya," jawab Key masih memeluk Gio.
"Sini sama Mami!" ucap Alenka menarik tangan Keyzan pelan.
Keyzan mengangkat kepalanya dan ternyata dia menangis di pundak Papanya.Key merasa sedih karena kurang dari seminggu dia mau Ulang Tahun tapi Papanya malah nggak ada.
Meskipun selama ini merayakan tanpa Papanya tapi kan tahun ini dia udah ketemu sama Papa kandungnya.
"Kok nangis?" tanya Gio menatap Keyzan.
"Papa hati hati ya!" ucap Keyzan disela isaknya.
Gio yang nggak kuat melihat anaknya menangis kemudian memeluk Keyzan dengan erat dan menciumin Keyzan dengan nangis juga.
"Papa cuma sebentar..Kalau urusan Papa selesai,Papa langsung pulang..Jadi jangan sedih ya?!" ucap Gio.
"Iya Pa," jawab Keyzan pelan.
"Nggak boleh nakal,kalau Papa sudah sampai nanti Papa kabari Key!" ucap Gio.Dan Keyzan hanya mengangguk.
Gio kemudian berdiri dan menatap Alenka, "Gue berangkat dulu,jangan nakal!" ucap Gio kemudian mencium kening Alenka.
"Hati hati!" ucap Alenka.
Setelah pesawat Gio dan Gino lepas landas,Keyzan tidak bisa menyembunyikan kesedihannya bahkan dia menangis tersedu.
"Papa cuma pergi sebentar sayank!" ucap Alenka memeluk Keyzan.
"Ulang Tahun Key tanpa Papa lagi dong Mi?" tanya Keyzan.
"Papa nanti pasti beliin kado buat Key,jangan sedih lagi!" ucap Alenka.
Alenka kemudian mengajak Alenka buat pulang.Alenka membawa mobilnya Gio.Tapi Alenka kemudian membawa mobil itu ke rumah Gio.Sementara dia dan Keyzan pulang ke apartemen dengan naik taksi.
Weekend ini Alenka nggak ke rumah Orang Tua nya.Karena,kedua Orang Tua mereka sedang piknik bersama lansia lainya di komplek rumah Orang Tua Alenka.
"Sarapan dulu yuk!' ajak Alenka.
"Papa kok belum telepon Key ya Mi?" tanya Keyzan sembari melihat ponsel yang dibeliin Gio beberapa hari lalu.
"Papa belum sampai sayank," jawab Alenka.
"Masa sih Mi? ini kan udah semalam Papa naik pesawat,masa belum sampai?" tanya Keyzan.
__ADS_1
"Iya,Belanda kan jauh Key.. Nanti kalau udah sampai pasti Papa telepon kok..Yuk sekarang makan dulu!" ucap Alenka.
Keyzan hanya bisa nurut perintah Maminya.Alenka juga berpesan kalau besok Key harus kerjain test dengan fokus.
"Jangan karena kangen sama Papa,nilai Key jadi turun! Papa pasti sedih kalau nilai Key turun!" ucap Alenka.
"Iya Mi," jawab Keyzan.
Setelah selesai makan Alenka menyuruh Keyzan buat bobok siang,nanti sore mau di ajakin ke Kafe Refan.Keyzan pun hanya nurut apa perintah Alenka.
Alenka sedang membereskan piring kotor sisa sarapan tadi tapi tiba tiba pintu apatemennya di ketuk oleh seseorang.
Tok tok tok
Alenka berjalan ke arah pintu bermaksud buat bukain pintu, "Siapa sih?" gumamnya.
Begitu Alenka membuka pintu ada seorang wanita memeluknya sembari menangis, "Al!" ucap wanita itu sembari menangis.
"Purnama?" ucap Alenka kemudian menuntun Purnama masuk ke dalam.
"Al,gue mau cerai sama Bayu!" ucap Purnama masih menangis.
"Kenapa? cerita sama gue!" ucap Alenka mengusap air mata Purnama.
Purnama malah semakin menangis dan kembali memeluk Alenka.Alenka ke dapur dan mengambilkan minum buat Purnama.
Purnama terdiam begitu lama tapi kemudian dia menghela nafasnya dan mulai bercerita kalau dia kembali mempergoki Bayu pacaran.
"Terus?" tanya Alenka.
"Terus kita berantem hebat Al,dia mukul gue!" ucap Purnama menangis.
Alenka kaget nggak menyangka Bayu bakal jadi seperti itu.Alenka menatap pelipis Purnama yang lebam.
"Yang sabar ya Pur!" ucap Alenka memeluk Purnama.
"Iya Al,gue juga udah nggak kuat Al! Tadi bahkan waktu gue nyuruh dia milih gue atau selingkuhannya,dia milih selingkuhannya yang masih muda," ucap Purnama masih menangis sesegukan.
"Terus anak anak lo?" tanya Alenka.
"Dia nggak ngebolehin gue bawa mereka! Kalau boleh gue tinggal disini dulu nggak apa apa kan Al?" tanya Purnama.
"Iya,nggak apa apa kok..Lo istirahat dulu gih! udah makan belum?" tanya Alenka.
Purnama menggelengkan kepalanya.Alenka kemudian mengajak Purnama buat ke dapur untuk makan.Purnama berterimakasih kepada Alenka.
"Istirahat dulu aja Pur! Kebetulan Gio juga lagi ke Luar Negeri!" ucap Alenka.
__ADS_1
"Gio tinggal disini sekarang?" tanya Purnama.
"Iya kadang kadang sih tidur sini,..Anaknya kan terkadang nggak mau pisah,kemarin malam waktu gue anter Gio ke Bandara,Key aja nangis nggak mau di tinggal Papanya," ucap Alenka.
Purnama pun berkata kalau dia iri sama Alenka.Meskipun Gio dulu playboy tapi sekarang dia udah berubah meski juga sudah sukses.Alenka kemudian memeluk Purnama dan menyemangatinya supaya tidak terpuruk karena kejadian di rumah tangganya.
"Semangat dalam menjalani hidup demi anak anak lo!" ucap Alenka.
"Makasih Al," jawab Purnama.
Setelah Purnama tertidur,Alenka kemudian keluar kamar dan mendengar seperti ada orang yang sedang ngobrol.Dan ternyata adalah Keyzan yang sedang teleponan sama Papanya.
"Mami nggak kemana mana kok Pa,.Papa tenang aja Key bakal jagain Mami!" ucap Keyzan.
"Key awasin Mami terus ya! jangan biarin Mami keluar sama laki laki lain..Key harus laporin ke Papa ya!" ucap Gio diseberang sana.
"Iya Papa tenang aja!" jawab Keyzan.
Alenka mengintip dari depan pintu dan hanya tersenyum melihat anak dan suaminya saling ngobrol dan ngomongin dia.Alenka semakin tersenyum ketika melihat Keyzan menangis karena nggak mau teleponnya di tutup sama Papanya.
"Papa sayang sama Key..Papa janji begitu urusan Papa selesai,Papa langsung pulang!" ucap Gio.
"Papa janji ya cepet pulang?!" ucap Keyzan yang sudah mulai menangis.
"Iya sayank,.Key,kata Kakek sama Oma kangen sama Key!" ucap Gio.
"Key juga kangen sama Kakek sama Oma,bilangin ya Pa ke Kakek dan Oma,kalau Key sayang sama Kakek dan Oma!" ujar Keyzan.
"Iya sayank,kalau gitu Papa istirahat dulu ya? Papa capek baru sampai!" pamit Gio.
"Iya Pa..Key sayang sama Papa!" ucap Keyzan.
"Papa juga sayang banget sama Key!" ucap Gio mengakhiri obrolannya.
Keyzan kemudian mengusap air matanya dan berjalan keluar tapi kaget ketika melihat Alenka berdiri di depan kamarnya.
"Eh,Mami!" ucap Keyzan.
"Key sayang banget sama Papa?" tanya Alenka.
"Iya Mi,sama kayak Key sayang sama Mami!" jawab Keyzan.
Alenka kemudian memeluk Keyzan. "Seandainya Papa ada waktu Key Ulang Tahun besok,Key pasti bahagia banget" ujar Keyzan.
"Papa kan ada pekerjaan sayank,kalau Papa ada waktu pasti Papa bakal rayain Ulang Tahun Key bareng bareng!" ucap Alenka mengecup kening Keyzan.
Keyzan mengangguk dan mengerti apa yang di omongin Maminya.Dan Keyzan juga berusaha mengerti kesibukan Papanya.
__ADS_1