
"Kakek..Nenek.." sapa Keyzan berlari ke dalam rumah Orang Tua Alenka.
"Hallo cucunya Nenek yang ganteng,tumben kesini? sama siapa?" tanya Ibunya Alenka.
"Sama Mami,Nek!" jawab Keyzan.
"Buk!" sapa Alenka yang masuk ke rumah bersama Gio.
Alenka menyalami Ibunya dan juga Gio menyalami Ibu mertuanya.Dan Ibu Alenka mempersilahkan Gio buat duduk.
"Ayah mana Buk?" tanya Alenka.
"Masih sholat," jawab Ibunya Alenka.
Tak lama kemudian Ayah Alenka tiba di rumah.Keyzan langsung berlari dan memeluk Kakeknya.Ayahnya Alenka senang melihat cucunya kemudian menggendong Keyzan.
"Kemarin kok nggak kesini sih? Kakek kangen tahu?" tanya Ayahnya Alenka.
"Kemarin Key piknik Kek" jawab Keyzan.
"Piknik? Sama siapa?" tanya Ayahnya Alenka.
"Sama Kakek,sama Oma,sama Papa,Mami dan Om Gino pokoknya banyak Kek," jawab Keyzan.
Ayahnya Alenka kemudian mencium pipi Keyzan san menurunkan Keyzan.Dan kemudian duduk gabung sama Alenka dan yang lain.
Ibunya Alenka menyuruh Alenka buat bikin minum buat mereka semua.
"Yah,Buk! Maksud kedatangan Gio kesini mau nyampaiin pesan Mama,kalau besok Mama sama Papanya Gio mau silahturahmi kesini!" ucap Gio to the point.
"Oh ya? Ibuk senang kalau beneran Orang Tua kamu mau kesini" ucap Ibunya Alenka.
Tapi Ayahnya Alenka nggak menjawab atau memperbolehkan.Sampai Alenka kembali dari dapur pun Ayah Alenka masih nggak bersuara.
"Gimana Yah?" tanya Ibunya Alenka.
"Nggak usahlah ngapain? Orang Alenka juga bakal cerai sama dia!" jawab Ayah Alenka.
"Ayah kok gitu sih? Kenapa Ayah selalu kepengen Alenka cerai sama Gio?" tanya Alenka sedih.
"Karena Ayah nggak mau kamu akan terluka lagi!" jawab Ayahnya Alenka kemudian berdiri dan meninggalkan ruang tamu.
"Gio janji nggak akan tinggalin Alenka lagi Yah!" ucap Gio.
__ADS_1
Tapi Ayah Alenka masih nggak mau jawab dan terus saja berjalan menuju kamar.Dan disusul oleh Keyzan yang berlari di belakang.
"Kakek mau kemana?" tanya Keyzan.
"Mau ke kamar sayank,Kakek capek! Key bobok sini aja sama Kakek!" jawab Ayahnya Alenka.
"Nggak usah Kek,besok Key kan sekolah..Kakek istirahat aja kalau capek!" ucap Keyzan kemudian kembali duduk bersama Papa dan Maminya.
"Maafin Ayahnya Alenka ya Gi?" ucap Ibunya Alenka.
"Iya Buk," jawab Gio tersenyum kecil.
"Kalau Mama sama Papa kamu mau kesini besok silahkan aja Gi,Ibuk akan siap siap besok!" ucap Ibunya Alenka.
"Tapi Ayah?" tanya Gio pelan.
"Ayah urusan Ibu,nanti Ibu yang bakal ngomong sama Ayahnya Alenka..Ibu juga kepengen ketemu sama Orang Tua kamu," jawab Ibunya Alenka.
"Iya Buk,makasih ya?" ucap Gio tersenyum senang.
Alenka,Keyzan dan Gio pun pamit pulang.Karena,mereka ke rumah Orang Tua Alenka memang untuk memberitahu kalau Orang Tua Gio ingin berkunjung dan bersilahturahmi.
"Papa mau pulang?" tanya Keyzan.
"Iya,Papa bobok sini aja!" ucap Keyzan.
"Ya udah Papa bobok sini," jawab Gio yang membuat anaknya kegirangan.
Sementara di rumah Gio ada seorang wanita yang dibawa oleh Mama dan Papanya.Mama dan Papanya Gio menemukan wanita itu dijalan dengan keadaan yang sangat kasihan.Mamanya Gio nggak tega melihat wanita itu karena dia terlihat sangat tertekan kayak punya beban masalah yang berat.
Mama dan Papanya Gio memberi pekerjaan kepada wanita itu untuk bekerja membantu Mbak Ijah,mengingat Mbak Ijah sekarang juga udah nggak lagi muda.
"Kamar kamu di belakang samping pondok tempat tinggalnya Mbak Ijah!" ucap Mamanya Gio.
"Iya Nyah!" jawab wanita muda itu.
"Panggil Ibuk aja!" ucap Mamanya Gio.
Wanita itu kemudian dipersilahkan buat istirahat dan mulai bekerja besok pagi.
"Kasihan ya Pa? Dia masih sangat muda,kayaknya seumuran deh sama Gio!" ucap Mamanya Gio.
"Iya Ma," jawab Papanya Gio.
__ADS_1
"Tapi Mama suka sama semangatnya buat bekerja demi anak anaknya," ucap Mamanya Gio kagum.
"Mungkin seperti itu yang Alenka dulu lakuin Ma,.Demi mencukupi biaya Keyzan,dia banting tulang dari pagi sampai malam,Mama tahu nggak? kalau setelah pulang dari Kantor,Alenka masih harus kerja bantu bantu di Kafe Abangnya?" tanya Papanya Gio.
Mamanya Gio menunduk sedih mendengar cerita suaminya tentang perjuangan Alenka untuk menghidupi anaknya yang adalah cucu mereka.
"Papa nggak bermaksud buat bikin Mama sedih atau bersalah tapi Papa cuma mau cerita aja atas kekaguman Papa kepada menantu Papa," ucap Papanya Gio memeluk istrinya.
"Iya Pa,Mama juga bangga sama menantu Mama itu..Meskipun suaminya adalah Bos tapi dia nggak mau memanfaatkan situasi malah masih kerja aja sekarang,padahal Gio mampu memberi gaji dia lebih dari gajinya di Kantor," ucap Mamanya Gio tersenyum senang.
"Eh,ngomong ngomong Gio kok belum pulang ya Pa? Apa dia tidur di apartemen?" tanya Mamanya Gio melanjutkan perkataannya.
"Mungkin Key nggak mau ditinggal Papanya..Biarin aja Ma! Mereka kan lagi senang senangnya karena Gio kan melewati masa kecil Key,dan juga Key kan selama tujuh tahun nggak merasakan hangatnya kasih sayang Papanya!" jawab Papanya Gio.
Mamanya Gio tersenyum kecil,"Iya Pa,Gio juga kelihatan bahagia banget tahu kalau punya anak" ucapnya.
Kedua Orang Tua Gio melanjutkan obrolan mereka sembari menonton tivi.Dan tak lama kemudian Gino pulang dengan wajah ditekuk.Setelah mandi Gino pun ikut ngobrol sama Mama dan Papa.
"Pa,kayaknya Gino mau batalin aja pertunangan Gino sama Sisil!" ucap Gino membuat kaget kedua Orang Tua nya.
"Kenapa sayank?" tanya Mamanya.
"Gino sama Sisil kayaknya nggak bisa sepaham Ma," jawab Gino.
"Emang ada apa? cerita sama Papa dan Mama!" sahut papanya.
"Sisil melarang Gino deket deket sama Key dan juga Alenka Ma,Pa!" jaeab Gino sedih.
Gino sebenarnya dilema dengan situasi itu.Di satu sisi dia mencintai Sisil tapi di sisi lain dia nggak mau jauhin Key dan Alenka.Karena Key adalah anak dari Adiknya.Dan Alenka adalah orang yang berjasa dalam kehidupannya dan juga adalah istri dari Adiknya.
"Nak,jangan mengambil keputusan saat kamu sedang emosi! Bicarakan dari hati ke hati sama Sisil gimana baiknya!" ucap Mamanya memeluk Gino.
"Iya Gin,pikirkan lagi keputusan kamu dengan tenang jangan terburu buru mengambil keputusan!" sahut Papanya.
Gino menganggukan kepalanya pelan,"Iya Pa,Ma!" jawabnya dan juga memeluk Mamanya.
Gino merasa senang karena sudah terlalu lama dia tak merasakan pelukan dari Papa dan Mamanya.Semenjak dia di rawat sampai dia sembuh.
"Papa sama Mama akan selalu mendukung apa keputusan kamu! Apa yang menurut kamu baik untuk kamu,Papa sama Mama pasti akan dukung!" ucap Papanya.
"Iya,Adik kamu pasti juga akan dukung apa keputusan kamu! Jangan pernah merasa sendiri!" ucap Mamanya mencium kening Gino dengan lembut.
Gino mengangguk anggukan kepalanya dan semakin erat memeluk Mamanya.
__ADS_1