
sesampainya di tanah kosong itu, hendri melempar tubuh andi dan sepedanya hingga terjungkal di tanah..
"m*mpus kau hari ini" teriak hendri sembari menendang nendang sepeda andi..
"berhentiiiiiii... tolong, sakiti saja ak tapi jangan km sentuh sepedaku" teriak andi menangis melihat sepeda kesayangannya di perlakukan seperti itu
kemudian dari arah belakang tanah kosong itu, arick pun muncul dengan menepuk-nepuk kedua tangannya "hahahaha... jadi sepeda itu lebih berharga dari dirimu ya" ucap arick sembari tertawa terbahak bahak
"bakar sepeda itu!!!!" teriak arick ke arah hendri
"ta.. tapi rick, apa tidak terlalu berlebihan kalau kita sampai membakar sepedanya" ucap hendri
"km tuli ya!!! ak bilang bakar, ya bakar b*ngs*t!!!" teriak arick dengan nada tinggi
"tidaakkk... jangan rick, jangan km sentuh sepedaku, pukul saja ak, sakiti saja ak, ak tidak akan melawan.. tapi ak mohon jangan km sentuh sepedaku" teriak andi terisak-isak
arick pun berjalan mendekati andi yang sudah terjatuh di tanah "ak lebih senang melihatmu sakit hati daripada melihatmu terluka... hahahaha" bisik andi sambil mendekatkan wajahnya ke telinga andi
__ADS_1
"hendri, cepat km ambil botol bekas itu dan berikan padaku!!!" teriak arick
kemudian hendri pun mengambil botol bekas minuman yang ada di dekatnya dan menyerahkannya ke arick...
setelah itu arick bergegas menuju ke sepeda motornya, lalu menyedot bensin dari dalam tangki motornya..
"hendri.. ambil ini, dan cepat km bakar sepeda itu... CEPAT!!!" teriak arick dengan nada tinggi
kemudian hendri pun mengambil botol berisi bensin dari tangan arick dan menyiramnya ke sepeda andi...
"tidakkkk... ak mohon jangan lakukan itu!!!" teriak andi sembari berusaha bangkit dari tanah
tak berapa lama kemudian, "byuurrrrrr" api pun sudah melahap habis sepeda andi
"hahahaha... bagus, lihat andi.. barang kesayanganmu sekarang sudah lenyap.. apa km sakit hati?? apa km kecewa?? haahhh" bisik arick di telinga andi sembari mendorong kepala andi
__ADS_1
"B*NGS*T kalian semua, kalian semua keterlaluan" teriak andi menangis
"kur*ng ajar, km masih berani melawan, berani mengatai ngatai ak? ********" teriak arick sembari menendang dada andi
"arick, ingatlah hari ini... ingatlah ada karma yang akan menantimu, karma yang akan membuat hatimu sakit, karma yang akan membuatmu tidak bisa memiliki apa yang km inginkan, karma yang akan membuatmu kehilangan kebebasanmu, dan kehilangan segala galanya yang km miliki" ucap andi dengan derai air matanya yang mengalir deras
"dan km hendri, ingatlah Tuhan akan membalas apa yang km lakukan padaku hari ini, hanya demi uang km tega melakukan hal ini, akan ada balasan yang akan menantimu" ucap andi lagi ke arah hendri
"diam kau, b*jingan mulut besar!!! apa itu karma?? pers*tan dengan karma.. ak punya banyak uang, ak punya segalanya, ak bisa melakukan apapun yang ak mau, ngerti km!!" teriak arick sembari menarik kerah baju andi
"habisi dia, cepattt!!!" teriak arick lagi
kemudian hendri dan teman temannya pun memukuli dan menendang andi hingga andi tak berdaya..
setelah puas menyaksikan penderitaan andi, arick bergegas mengambil sepeda motornya, dan menggeber motornya di samping andi, dengan tertawa terbahak-bahak arick pun pergi meninggalkan andi..
kemudian hendri berjalan mendekati andi "andi.. maafkan ak, sejujurnya ak tidak ingin membuatmu menderita begini, tapi ak benar benar butuh uang untuk biaya operasi adikku, kelak ak akan membalas apa yang sudah kulakukan padamu" ucap hendri di samping andi, kemudian meninggalkan andi yang sudah tak berdaya
__ADS_1
dalam ketidak berdayaanya, andi hanya bisa menangis sedih "ayah.. maafkan ak, ak tidak bisa menjaga harta pemberianmu, tidak bisa menjaga kenangan kita.. maafkan ak ayah" gumam andi di hatinya, kemudian andi pun tak sadarkan diri
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi