
🥀🥀 di rumah arick
"tok.. tok.. permisi den arick, saya membawa sebuah berita penting" sapa pak Bagas di depan pintu ruangan arick
"masuk pak Bagas!!!" sahut arick
kemudian pak Bagas pun masuk kedalam ruangan arick
"bagaimana? berita pentingnya, apakah tentang penyitaan harta pak Indra?" tanya arick
"benar sekali den, pak Surya bersama dengan petugas pengadilan telah datang untuk melakukan penyitaan rumah dan harta pak Indra tanpa ada rasa curiga" jawab pak Bagas
"berita bagus, baiklah.. segera transfer uang 500juta ke rekening pak Surya" perintah arick "oh ya, sekalian pak Bagas cari tau di hotel mana Rangga dan Tante Santi menginap, ak akan segera menemui mereka untuk sebuah perjanjian" ucap arick
"siap den arick, kalau begitu saya permisi dulu" ucap pak Bagas
lalu pak Bagas pun pergi meninggalkan ruangan arick, dan tak berselang lama nampak mamanya arick masuk ke dalam menemui putra semata wayangnya itu
"sayang.. km nampak sibuk sekali" celetuk mamanya tersenyum ke arah arick
__ADS_1
"mama.. kalau mau masuk, ketuk pintu dong" sahut arick kesal
"iya sayang.. tadi mama lihat pintunya sedikit terbuka, jadi mama masuk saja.. oh ya bagaimana? apa rencana mu sukses sayang?" tanya mamanya sembari mengalihkan pembicaraan
"sedikit lagi, tinggal menunggu waktu, tak lama lagi Vina akan datang sendiri kepelukanku" ucap arick tersenyum sinis "dan ingat ma, jangan coba coba mama dan papa menghalangi Vina menjadi istriku kalau mama masih ingin melihat ak hidup" ancam arick
mendengar ancaman arick, sontak membuat mamanya ketakutan "iya sayang, mama dan papa tidak akan menghalangimu untuk bisa mendapatkan Vina, apapun yang km inginkan asal km tidak meninggalkan mama dan papa, walau berapapun uang, harta dan nyawa mama pun akan mama berikan, km adalah penerus keluarga kita, penerus generasi Dwipayana, jadi tolong mama, jangan km melakukan hal bodoh sampai ingin mengakhiri hidupmu lagi ya sayang" ucap mamanya terisak isak sembari memegang kedua tangan anaknya
"baguslah kalau mama dan papa mengerti" ucap arick tertawa kecil
🥀🥀 di rumah Andi di surabaya
sore ini, nampak Vina tengah asyik memetik beberapa bunga mawar ungu yang cantik, di kebun rumah Andi sembari menunggu kekasihnya pulang dari bekerja
"vinaaaa.... km sedang apa?" teriak Andi dari depan pintu gerbang rumahnya yang terbuat dari bambu
__ADS_1
mendengar suara Andi, membuat Vina seketika menoleh ke arah Andi "Andi.. km sudah pulang? lihat bunga ini, cantik sekali bukan, akan ak pajang di meja makan ya" ucap Vina
"iya, bunga yang cantik, cantik seperti kamu" ucap Andi memeluk vina
"ihhh... apa'an sih.. ak malu tau" ucap Vina dengan wajah memerah "oh ya.. mana.. ice creamnya" pinta Vina sembari menyodorkan tangannya
"aduhh.. maaf, vina.. ak lupa" ucap Andi terbelalak karena melupakan ice cream Vina yang sudah di minta saat Andi pulang kerja
"yahh.. kok lupa sih" rengek Vina cemberut
"baik.. ntar lagi ak ajak km pergi keluar ya, kita ke pasar malam, nanti di sana beli ice cream buat km, beli yang banyak, sampai km puas" ajak Andi mencubit pipi Vina
"benarkah??? ayo, ak mau" ucap Vina dengan mata berbinar binar
"ya sudah, kalau gitu ak mandi dulu.. oh ya, ibu kemana?" tanya Andi
"ibu ke tetangga, katanya ikut pengajian" jawab Vina
"ohh.. kalau gitu, km siap siap juga ya, kita langsung berangkat ke pasar malaaammm" teriak Andi sembari menggandeng tangan Vina masuk ke dalam rumah
**foto, gambar, dan nama hanya ilustrasi
__ADS_1