
🥀🥀 di rumah vina
di ruang tengah nampak mama vina sedang duduk termenung memikirkan keberadaan vina..
tak lama kemudian, bik marni datang menghampirinya sembari membawakan secangkir teh jahe "permisi nyonya, ini teh yang anda pesan" sahut bik marni
mendengar suara bik marni, seketika membuyarkan lamunannya "ohh.. iya bik, taruh saja di meja, terimakasih" ucap mama vina
"nyonya, apa nyonya memikirkan non vina?" tanya bik marni
"iya, dimanakah vina? apa dia bahagia?" jawab mama vina
"maaf nyonya, kalau saya lancang, saya merasa umur saya sudah tua dan tidak masalah buat saya seandainya setelah saya membicarakan hal ini, nyonya akan memecat saya.. apa nyonya mau mendengarkan saya tentang non vina selama ini?" tanya bik marni
"memang ada apa dengan vina selama ini bik?" tanya mama vina bingung
"hmm.. begini nyonya, sebenarnya selama ini saya sering melihat non vina suka menangis sendiri.. terutama saat dia sedang makan, di meja makan itu dia sering menaruh beberapa boneka di setiap kursinya, boneka boneka itu selalu diajak ngobrol, hatinya selalu hampa, dia juga jarang tersenyum dan tertawa" ucap bik marni
"benarkah?? tapi kenapa? bukankah dia tidak pernah kekurangan apapun?" tanya mama vina
__ADS_1
"non vina memang tidak pernah kekurangan apapun, namun selama ini dia kekurangan kasih sayang dan perhatian, lalu semenjak dia bertemu dengan andi, terlihat jelas pancaran kebahagiaan di raut wajahnya, dia jadi sering tersenyum dan tertawa.. bahkan tidak pernah menangis lagi" jawab bik marni
"jadi.. selama ini ak tidak pernah memperhatikan anakku sendiri, ak terlalu sibuk mengejar harta, hingga tidak pernah memperdulikan anakku sendiri,.. maafkan mama vina" ucap mama vina menangis sembari melihat foto vina sewaktu kecil yang dia simpan di dompetnya
"nyonya.. jangan menangis" ucap bik marni yang melihat mama vina menangis terisak isak
"bik.. andaikan ak bisa bertemu vina lagi, ak tidak akan memaksanya lagi, ak akan menyetujui pilihannya asalkan vina bahagia, ternyata ak salah, materi yang ak berikan untuknya selama ini, ternyata belum tentu membuat hatinya bahagia" ucap mama vina
"iya nyonya.. semoga nyonya bisa segera bertemu non vina lagi" ucap bik marni menepuk nepuk tangan mama vina
🥀🥀 di rumah andi - surabaya
"bu.. biar vina yang iris bawang ya" ucap vina memegang pisau dan bawang merah
"jangan nak.. nanti matamu perih, itu perih lho" sahut ibu andi
"ga apa apa, vina mau coba" ucap vina merengek melirik ibu Andi sembari tersenyum
__ADS_1
"ya sudah.. tapi hati hati pakai pisau ya, ibu masak nasi dulu" ucap ibu andi
saat vina mencoba mengiris beberapa bawang, ternyata membuat matanya benar benar perih hingga keluar air mata "aduhh.. mataku kenapa, kok perih, ak ga bisa melek.. sakiiitt" gumam vina mengucek matanya
dan membuat matanya bertambah perih karena tangannya habis memegang bawang "aduhhh.. ibu, sakittt" teriak vina sembari terus mengucek matanya
mendengar teriakan vina sontak membuat andi terbangun dari tidurnya dan mencainya "vina.. km kenapa?" teriak andi di depan pintu yang melihat vina menangis memegang matanya dan melihat ibunya berlari membawa sebaskom air
"vina.. kan ibu sudah bilang, itu perih" ucap ibu andi membasuh mata vina dengan air
"vina.. km ga apa apa?" ucap andi yang kemudian panik dan bergegas mengelap mata vina dengan pakaiannya sendiri
"mataku perih, terus tiba tiba mataku keluar air, padahal ak ga nangis" ucap vina lirih
"km habis ngiris bawang?" tanya andi melihat pisau dan bawang merah yang ada di depan vina
"iya, ak mau coba ngiris bawang, tapi kata ibu itu perih di mata.. ternyata beneran perih, sakit banget" ucap vina tertunduk
mendengar ucapan vina, andi tersenyum menahan tawanya "ya sudah, sekarang km cuci muka dan mandi dulu, habis mandi kita makan bareng, biar ak yang bantu ibu ya" ucap andi membelai rambut vina
mendengar ucapan andi, kemudian vina pun bergegas ke kamar mandi
__ADS_1
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi