
setelah selesai mengutarakan kesedihannya pada ibunya, kemudian andi melangkah menuju kamarnya.. di kamar itu andi menuliskan sebuah surat tentang perasaanya yang sangat ingin dia beri taukan ke vina sebelum vina menikah dengan arick..
"vina, sudah tidak mungkin ak bisa menghubungimu.. menemuimu.. memelukmu.. dan menciummu lagi, sungguh ak sangat merindukanmu" batin andi sedih sembari menuliskan sebuah surat untuk vina
seusai menulis surat untuk vina, andi bergegas pergi ke rumah vina..
"bu, andi mau pergi dulu sebentar" ucap andi
"pergi kemana nak" tanya ibunya
"andi mau jual motor" jawab andi
"ya sudah, kalau begitu hati hati dijalan, semoga laku dengan harga tinggi" ucap ibunya
kemudian andipun pergi ke rumah vina terlebih dahulu untuk mengantarkan surat itu sebelum dia menjual motor scooter maticnya
tak seberapa jauh dari rumah vina, andi teringat akan banyaknya orang yang menjaga rumah vina "sepertinya sulit untukku menitipkan surat ini ke bik marni" gumam andi
__ADS_1
namun seketika dia teringat, akan teman bik marni, yaitu bu siti asisten rumah tangga pak hasan, tetangga sebelah rumah vina.. dan andi pun bergegas menuju ke rumah pak hasan yang berada persis di sebelah rumah vina
"ting.. tong.. permisi" sapa andi
"iya, tunggu sebentar" balas seorang perempuan yang ternyata adalah bu siti sendiri
"ma.. maaf bu, apa ini rumahnya pak hasan?" tanya andi sopan
"iya betul, ada keperluan apa ya?" ucap bu siti
"emm.. saya ingin bertemu dengan asisten rumah tangganya yang namanya ibu siti" ucap andi
"ma.. maaf, bu siti kenal bik marni kan?" tanya andi risih
"aduuhh.. jangan panggil saya bu siti, panggil mba siti saja, saya masih muda lho" ucap bu siti manja.. "bik marni di sebelah? ya kenal donk, emang ada apa sama dia?" tanya bu siti kemudian
"begini, saya ingin menitipkan sebuah surat untuk bik marni, untuk diberikan ke vina" pinta andi
__ADS_1
"surat?? buat non vina?? tapi km ini siapa ya? kenapa kenal sama non vina?" tanya bu siti
"bilang saja ke bik marni, surat ini dari andi" ucap andi sembari menyerahkan sebuah surat ke bu siti
"oooohhhh... km yang namanya andi? bik marni pernah cerita tentang kalian berdua, aduhh saya ikut prihatin ya.. tenang saja surat ini pasti sampai dengan aman ke bik marni, km yang sabar ya" ucap bu siti terharu
"ii.. iya, terimakasih banyak bantuannya bu.. ehh mba" kalau begitu saya pamit dulu ucap andi yg bergegas pergi meninggalkan rumah pak hasan
lalu andi pun menjual motor scooter maticnya yang dia beli dari hasil penjualan musik rafting yang dia ciptakan
setelah itu dia membeli dua tiket bus tujuan surabaya dan pergi meninggalkan bali hari itu juga..
"vina, maafkan ak.. mungkin ini jalan yang terbaik yang harus ak lakukan.. ak tidak ingin melihatmu bersanding dengan dia" batin andi
akhirnya bus jurusan surabaya yang mereka pesan pun tiba, andi dan ibunya bergegas menaiki bus itu dan andi pun pergi meninggalkan rasa sakit dan cintanya di pulau ini..
__ADS_1
"vina.. ak harap setelah km membaca surat ku nanti.. km bisa mengerti semuanya, ak harap hidupmu akan bahagia selalu, walau hatiku terluka pergi meninggalkanmu seperti ini" batin andi yang sempat ragu untuk masuk ke dalam bus, namun dari dalam bus, tangannya di tarik oleh ibunya, dan andi pun pergi menuju tempat kelahirannya di surabaya
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi