
sungguh tidak pernah terlintas di pikiran vina, harus menikah dengan laki laki kasar yang telah berusaha menodainya "maaa... vina ga mau, vina ga mau nikah sama diaaa!!" teriak vina membentak kedua orangtuanya
"vinaaa!!!! jaga sikapmu, begini hasil pergaulanmu dengan laki laki melarat itu? sampai sampai km melupakan sopan santunmu!!" seru mamanya murka
"ma.. vina mohon ma, vina ga mau nikah sama dia.. vina mencintai andi, vina ga mau nikah selain sama andi, pokoknya vina ga mau maa" seru vina dengan air mata yang sudah ber'urai tak dapat dia tahan lagi
"brraakk" terdengar suara hentakan meja yang di lakukan papanya "jangan kurang ajar km vina, laki laki itu tidak akan sanggup membahagiakanmu, hanya bikin malu nama keluarga saja, ngerti km!!" seru papanya murka
"pa.. papa ga tau apa apa tentang andi, andi laki laki yang baik, dia laki laki yang vina pilih, vina bahagia ketika bersama dia" ucap vina lirih
"dengar vina, papa tau semua tentang laki laki itu, papa sudah menyelidikinya.. pak surya sudah memberi tahu papa semuanya tentang laki laki itu.. vina, laki laki itu ga punya tempat tinggal, laki laki itu cuma ngontrak, dia itu hanya anak rantauan, kuliah pun ga bisa, ibunya hanya babu rendahan, coba km pikir.. kastanya jauh berbeda dengan km, km lebih pantas menikah dengan arick, kasta mu dan dia sama" ucap papanya sembari memegang pundak vina dengan kedua tangannya
"vina ga mau pa, pokoknya vina ga akan mau nikah sama arick, vina benci sama dia" seru vina tersedu sedu
"jangan kurang ajar km vina, mau ga mau, suka ga suka, pernikahanmu dengan arick akan segera diadakan, jangan km membantah lagi, jangan bikin malu nama keluarga kita, ngerti km!! seru mamanya
merasa percuma berdebat dengan kedua orangtuanya, vina pun pergi meninggalkan mereka, dengan perasaan hancur vina berlari menuju kamarnya "apa yang harus ak lakukan, kenapa hidupku jadi seperti ini" batin vina
melihat vina sudah masuk ke dalam kamarnya kemudian papanya menyuruh pak surya untuk mengunci kamar vina lagi "pak surya, kunci kamar vina.. jangan biarkan dia keluar menemui laki laki rendahan itu, awasi dia" perintah papanya
__ADS_1
tak lama berselang, tiba tiba datang sebuah mobil sedan putih dan parkir di halaman rumah vina..
"permisi, selamat pagi jeng santi, pak indra" sapa mamanya arick yang baru turun dari mobil sedan putih di ikuti dengan papanya arick dan arick sendiri
"oohh.. halo, selamat pagi jeng desi" balas mamanya vina "mari, mari silahkan masuk" ucap mama vina kemudian
mama vina dan mama arick adalah teman saat mereka masih di sma dulu...
"pagi arick, km tambah dewasa ya sekarang" ucap mama vina
mendengar ucapan mama vina, arick hanya tersenyum..
"bik marni, bikin minuman ya" teriak mamanya vina
"iya, iya nyonya" sahut bik marni
__ADS_1
"begini pak indra, langsung saja ya, tujuan saya kemari, ingin membicarakan pernikah anak semata wayang saya arick dengan putri kedua pak indra, bagaimana kalau kita adakan 3 hari lagi, kebetulan itu adalah hari baik" ucap papa arick sembari menepuk nepuk bahu papanya vina
"bagus, ide yang bagus pak david.. pernikahan akan di adakan dimana?" tanya papa vina
"kita adakan di rumah saya saja dulu, nanti resepsi kita adakan di restoran mewah di daerah legian, lalu bulan madunya terserah anak anak kita mau dimana, hahahaha" jawab papanya arick
"boleh, boleh saya setuju" sahut papanya vina
dan mereka pun melanjutkan obrolan mereka seputar pernikahan vina dan arick
"oh ya, tante.. vina di mana?" tanya arick yang bingung tidak melihat adanya vina
"vina di dalam kamarnya, km mau menemuinya?" jawab mama vina
"iya, boleh tante.. arick ingin menunjukkan cincin ini untuk vina, semoga pas di jarinya" ucap arick sembari menunjukkan sebuah cincin berlian bermata putih
"aduhh, cantik sekali.. cincin yang mewah, vina pasti suka.. cepat arick, coba perlihatkan ke vina" ucap mama vina "pak surya, bukakan pintu kamar vina" seru mamanya kemudian
setelah itu arick pun mengikuti pak surya dan bergegas menemui vina di dalam kamarnya..
__ADS_1
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi