Cinta Di Antara Karma Dan Kasta

Cinta Di Antara Karma Dan Kasta
CHAPTER 50


__ADS_3

di dalam kamarnya, nampak vina duduk termenung meratapi keadaannya, hatinya bimbang.. saat ini dia sangat ingin bertemu dengan andi kekasihnya..



tiba tiba "tok.. tok.. tok" terdengar suara ketukan pintu kamarnya sehingga membuyarkan lamunannya


"permisi nona, ada yang ingin bertemu" ucap pak surya


mendengar ucapan pak surya, vina hanya terdiam tanpa jawaban..


"ctek" suara kunci di putar..


"vina, kenapa termenung seperti itu?" ucap arick yang kemudian masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintu kamar


mendengar suara yang tidak asing itu, membuat vina kaget dan seketika menoleh ke arah pemilik suara itu..


"ka.. kamu, mau apa km kesini?" ucap vina dengan tatapan tajam


"kasihan sekali dirimu, mata indahmu jadi bengkak begitu.. apa km menangisi b*jingan itu ya" sahut arick tersenyum sinis


"stop!! jangan km sebut andi b*jingan.. km lah yg b*jingan" seru vina marah


"vina, sampai kapan km akan bersikap dingin begini? sebentar lagi ak akan menjadi suamimu.. apa km akan melayaniku dengan sikap seperti ini" ucap arick mendekatkan wajahnya ke wajah vina

__ADS_1


"mimpi km!!" seru vina memalingkan wajahnya


"heii.. lihat ak!! jangan mulai memancing emosiku lagi, ngerti km!!" seru arick sembari mencengkram dagu vina kemudian mengarahkannya ke wajahnya


melihat perlakuan arick vina hanya terdiam, hanya matanya yang menatap mata arick dengan sinis dan tajam


merasa di tatap seperti itu, membuat arick tambah murka "kenapa... kenapa melihatku seperti itu haahh!! ngomong ngomong ak merindukan bibirmu ini" ucap arick mengusap bibir vina kemudian mencoba menciumnya


namun tiba tiba "plakk!!" tangan vina mendarat kencang di pipi arick, sehingga membuat pipi arick merah lebam


"kurang ajar km!!" seru arick mendorong tubuh vina hingga jatuh di atas tempat tidurny.. "ingat km!! ak akan membalas semua perbuatanmu.. akan kupastikan saat malam pertama nanti km akan kesakitan dan ak akan menikmatinya.. hahahaha" seru arick lagi


"dasar, km manusia menjijikkan" ucap vina terisak-isak yang mulai tak kuasa membendung air matanya


namun vina terus menolak memakainya, dan mengambil cincin itu dari tangan arick kemudian meleparkannya ke lantai "jangan mimpi km arick, ak ga akan pernah sudi jadi milikmu!!!" teriak vina tersedu sedu


"vina, percuma km mengelak, tiga hari lagi kita akan menikah, persiapkan dirimu sebaik mungkin... wahai calon istriku... hahahaha" ucap arick, kemudian mengambil cincin itu di lantai lalu pergi meninggalkan vina


"pak suryaaa" teriak arick memanggil ajudan papa vina


"iya, den arick.. sudah selesai bertemu non vina" tanya pak surya


"sudah, silahkan kunci pintunya.. kunci yang rapat, jangan sampai vina bisa melarikan diri" seru arick

__ADS_1


"siap den" ucap pak surya kemudian mengunci kamar vina


setelah itu arick pun turun menemui orang tuanya dan orang tua vina..


namun betapa terkejutnya mama arick melihat pipi anaknya merah dan bengkak..


"arick.. kenapa pipimu? siapa yang menampar mu? vina?" tanya mamanya


"iya.. biarkan saja, dia masih malu malu sehingga gugup saat bertemu denganku" jawab arick


setelah perbincangan panjang yang di lakukan antara orang tua arick dan orang tua vina, akhirnya mereka pun berpamitan pulang


"om.. lebih baik om menyewa beberapa orang untuk menjaga rumah ini, supaya laki laki rendahan itu tidak bisa masuk dan menemui vina diam diam" pinta arick sebelum masuk kedalam mobilnya


"iya, tenang saja.. om akan memperketat pengawasan di rumah ini" sahut papanya vina


kemudian arick dan orangtuanya pun bergegas pulang..


di dalam mobilnya, arick hanya duduk terdiam mengingat perlakuan vina tadi "baru kali ini, km menolak pemberian ku vina" batin arick kecewa sembari memegang cincin yang dia siapakan untuk vina



** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi

__ADS_1


__ADS_2