Cinta Di Antara Karma Dan Kasta

Cinta Di Antara Karma Dan Kasta
CHAPTER 69


__ADS_3

setelah tiba di ruangan sang manager, terlihat seorang laki laki paruh baya yang tersenyum ke arah Andi


"jadi km yang sudah menemukan dompet saya" ucap laki laki itu


"iya, benar pak.. perkenalkan nama saya Andi satria" balas Andi


"baik, silahkan duduk nak Andi" ucap laki laki itu "oh ya, perkenalkan nama saya pak Yongki" ucap laki laki itu lagi


"iya pak, salam kenal" balas Andi lagi


"oh ya, saya mendengar dari resepsionis di depan, apa benar nak Andi sedang mencari pekerjaan?" tanya pak Yongki


"iya pak, benar sekali" jawab Andi menatap pak Yongki


"baiklah, nak Andi.. silahkan tunggu sebentar ya, saya ingin melihat surat surat lamaran km dulu" ucap pak Yongki


"oh, boleh... silahkan pak" sahut Andi


kemudian pak Yongki pun menelpon meli, anak perempuan pak Yongki sekaligus kepala bagian resepsionis di restauran itu


"trrtt... trrrttt... iya, bagian resepsionis.. ada apa pa?" tanya meli di telpon


"meli, bisa km suruh pak Deny antarkan surat lamaran dari Andi ke ruangan saya?" pinta pak Yongki


"iya pa, tentu saja" sahut meli

__ADS_1


kemudian meli pun menyuruh pak Deny si security untuk membawakan surat lamaran Andi ke ruangan papa nya


"tok.. tok.. tok.. permisi pak, saya membawakan surat lamarannya" ucap pak Deny


"iya, tolong bawa kemari" pinta pak Yongki


lalu pak Yongki pun membuka dan melihat kelengkapan surat surat lamaran Andi, dan betapa terkejutnya pak Yongki melihat isi dari surat lamaran Andi


"wah.. wah.. luar biasa, selain km orang yang jujur, ternyata km anak yg cerdas dan berprestasi, sayang sekali anak seperti mu tidak melanjutkan kuliah" ucap pak Yongki kagum akan nilai-nilai dan prestasi Andi


"iya pak, karena kebutuhan ekonomi makannya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah dan memilih untuk bekerja saja" ucap Andi


"baiklah, kalau begitu tanpa basa basi lagi, mulai besok km bisa langsung bekerja di sini, dan dengan nilai dan prestasimu ini, km saya tempatkan di bagian resepsionis, lalu meli anak saya yang akan mengajarimu nanti, dialah yang akan menjadi atasanmu nanti jadi banyak belajarlah dari dia ya Andi, dan usia meli itu setahun lebih tua darimu, jadi km tidak perlu terlalu sungkan padanya" ucap pak Yongki


"baik pak, terimakasih banyak sudah mengijinkan saya bekerja di restauran ini, saya akan bekerja sebaik mungkin" ucap Andi bahagia


"baik pak, terimakasih" ucap Andi sembari berpamitan dan meninggalkan ruangan itu


dalam perjalanan pulang, Andi merasa bahagia sekali karena bisa memberikan kabar bahagia ini ke ibu dan Vina kekasihnya...


"ibu dan Vina pasti senang sekali mendengar kalau ak sudah mendapatkan pekerjaan, ak tidak sabar ingin mengabari mereka secepatnya" batin Andi sembari mengangkat tas yang dia pakai menaruh surat lamarannya



sesampainya di rumah, tampak Vina yang sedang duduk di teras rumah menunggu nunggu kedatangan Andi

__ADS_1


"Vinaaaa... kenapa km di depan?" teriak Andi dari kejauhan melihat kekasihnya duduk termenung di teras rumahnya



mendengar teriakkan Andi, membuat Vina menoleh senang "Andi, ak nungguin km.. rasanya km pergi lama sekali" teriak Vina bangkit dari duduknya sembari berlari ke arah Andi


"aduhh... cuma pergi setengah hari aja km udah kangen ya" ledek Andi mencubit pipi Vina "oh ya.. ak ada kabar bagus" bisik Andi di telinga Vina


"benarkah... kabar apa?" tanya Vina antusias


"Vina... mulai besok, ak sudah diterima bekerja, di sebuah restauran mewah di Surabaya, jadi km ga perlu khawatir, ak pasti sanggup menafkahi km dan ibu kedepannya" ucap Andi tersenyum


"wahh.. syukurlah, kabar yang baik" ucap Vina senang sembari tersenyum


"kalau begitu, ayo kita beritahu ibu" ucap Andi menggandeng tangan Vina masuk kerumah


"Andi, ibu masih ke pasar" sahut Vina mengikuti langkah Andi


"ya sudah, kalau gitu kita tunggu ibu di dalam saja, sambil ak buatkan teh, dan ini... tadi ak belikan km pisang goreng coklat keju, ayo kita makan bareng" ajak Andi


mendengar ajakan Andi, Vina pun mengangguk kan kepalanya senang


sementara di dalam restauran tadi, terlihat meli masih terus memikirkan Andi, pria yang barusan dia temui dan sudah membuat hatinya berdebar-debar


"ada apa ini... ada apa dengan diriku,... pria itu, sungguh ak terpesona padanya" batin meli tersipu malu

__ADS_1


**foto, gambar dan nama hanya ilustrasi


__ADS_2