
di depan hotel nampak Vina sudah dijemput oleh sopir pribadi arick
"ayo non Vina.. silahkan masuk" ucap sopir pribadi arick membukakan pintu mobil
kemudian dengan langkah yang berat, Vina pun berjalan menuju mobil
"Vina... tunggu" teriak Rangga
mendengar teriakkan Rangga membuat Vina menoleh ke arah kakaknya itu
"ada apa kak?" tanya vina
"kabari kakak, kalau ada apa-apa ya" ucap Rangga
"iya.. kakak tenang saja.. oh ya kak, tolong rahasiakan semua dari Andi dan teman teman Vina ya, Vina tidak mau kalau sampai mereka kecewa terlebih Andi" pinta Vina
"baiklah..." ucap Rangga
"Vina.. maafkan mama" sahut mamanya yang berlari memeluk Vina
setelah berpelukan dengan mamanya, Vina pun melepaskan pelukannya dan pergi menuju ke rumah arick
__ADS_1
🥀🥀 dirumah arick
sesampainya Vina dirumah arick, tanpa pikir panjang Vina pun turun dan bergegas menemui arick
namun di depan pintu masuk, Vina sudah ditunggu oleh pak Bagas "non Vina.. den arick ada di ruangannya, dan non Vina sudah ditunggu disana" ucap pak Bagas
mendengar ucapan pak Bagas, Vina pun bergegas berjalan ke ruangan arick
"brakkk!!!!" suara pintu ruangan arick yang di buka kasar oleh Vina
"arick!!! apa maksud semua ini!! asal km tau ya, ak tidak akan pernah menjadi milikmu" ucap Vina di depan ruangan arick, sembari menatap tajam kearahnya
"aha-ha-ha.. ha-ha-ha.. Vina.. Vina.., bagaimana kabarmu sayang.. apa km tidak meridukanku.. ayo kemarilah, dan duduk dipangkuan ku sayang" pinta arick
"cihh... jangan mimpi km, ingat ya arick.. ak akan berusaha mencari cara melunasi semua hutang yang km berikan ke keluarga ku!!" ucap Vina
mendengar ucapan Vina, sontak membuat arick marah dan bangkit dari duduknya menuju ke arah Vina
"Vina... kalau begitu, ak meminta bunga 75 persen tiap bulannya dari hutang yang ak pinjamkan, bagaimana apa km sanggup" bisik arick di telinga vina
mendengar ucapan arick, membuat Vina tertegun dan menoleh ke arah arick "dasar.. km manusia kejam" ucap Vina
__ADS_1
"hmm.. ak hanya ingin km menjadi istriku, kenapa itu sulit sekali buatmu sayang" ucap arick menatap Vina
"jangan pernah bermimpi km" bantah Vina
"sudah.. sudah.. ak tidak ingin kita ribut di hari pertemuan kita ini, istirahatlah.. ak sudah menyiapkan kamarmu di sebelah kamarku" ucap arick "bik darmi.." teriak arick memanggil asisten rumah tangganya
"iya den arick" sahut bik darmi bergegas ke ruangan arick
"bik.. antarkan non Vina ke kamarnya" pinta arick
"baik den" ucap bik darmi "ayo.. non, silahkan ikuti saya" ajak bik darmi
kemudian Vina pun mengikuti bik darmi tanpa sepatah katapun
"Vina.." teriak arick tiba tiba yang membuat Vina menghentikan langkahnya "Vina.. bersiaplah malam ini, ak akan mengajakmu dinner" pinta arick
permintaan arick pun tidak digubris oleh Vina, dan dia tetap melanjutkan langkahnya
saat malam tiba, terdengar suara ketukan pintu di kamar Vina "tok.. tok.. non Vina, saya menyampaikan pesan dari den arick, kalau den arick sudah menunggu non Vina untuk makan malam diluar" ucap pak Bagas dari depan kamar Vina
"pak.. tolong sampaikan ke arick, saya tidak mau pergi" ucap Vina dari dalam kamarnya
"ta.. tapi non, ini sudah perintah dari den arick" sahut pak Bagas
"sudah pak.. sampaikan saja apa yang saya bilang tadi" teriak Vina
__ADS_1
"pak Bagas.. minggir" ucap arick yang ternyata sudah berdiri di belakang pak Bagas
**foto gambar dan nama hanya ilustrasi