
seketika andi terkesima melihat penampilan vina malam ini "emmm.. vina, ak rasa penampilanmu malam ini sedikit berlebihan" ucap andi tersenyum memegang tangan vina
"berlebihan bagaimana, apa ak tidak cantik, ak ingin terlihat anggun di depan mamamu?" ucap vina
"km cantik, wajah dan hatimu sungguh indah, hanya kalau rambut mu seperti itu, km akan kesulitan memakai helm" ucap andi yang kemudian memegang pipi vina
"jadi kita akan pergi dengan sepeda motor?" tanya vina
"iya, tentu saja.. apa km tidak suka? ujar andi
"bukan, ak suka.. cuma selama ini ak belum pernah naik motor" ucap vina malu
"kalau begitu, ini akan menjadi pengalaman pertamamu yang seru" ucap andi
"wahh.. ak tidak sabar ingin merasakannya... ak ganti pakaian lagi ya" ucap vina kemudian berlari ke kamarnya
tak lama kemudian.....
"andii... bagaimana?" tanya vina sembari menghampiri andi yang duduk menunggunya
"sempurna, cantik sekali" jawab andi
lalu andi pun memakaikan helm di kepala vina...
__ADS_1
dari belakang, bik marni datang menghampiri andi dan vina..
"malam nak andi" sapa bik marni
"malam juga, bik marni" ucap andi tersenyum
"non vina dan nak andi mau pergi y?" tanya bik marni
"iya bik, vina mau kerumah andi" jawab vina
"begini non, bibik minta ijin, bik marni mau pergi ke tetangga sebelah, ke rumahnya pak hasan... asisten rumah tangganya pak hasan bernama bu siti, nah bu siti itu temannya bibik di kampung, kemarin bu siti jatuh dari tangga, jadi sekarang bibik mau menjenguknya" ucap bik marni
"ohh, silahkan bik.. ga usah ijin ke vina.. bik marni bisa pergi kemanapun yang bibik mau" ucap vina
"terimakasih non, tapi bibik jadi tidak sempat memasak makan malamnya non vina, bagaimana kalau non vina makan malam di rumah nak andi saja" ucap bik marni
mendengar ucapan bik marni, andi pun kaget.. "ee..eehh, di rumah saya?" ucap andi gugup
"iya boleh" jawab andi tersenyum
setelah itu andi dan vina pun berangkat menuju ke rumah andi.. "vina berikan kedua tanganmu" pinta andi di atas motornya
kemudian vina pun memberikan kedua tangannya "ini..." sahut vina
lalu andi melingkarkan kedua tangan vina di pinggangnya "seperti ini, km bisa memeluk erat tubuhku dari belakang dan menyandarkan kepalamu di punggungku" ucap andi
vina pun menuruti ucapan andi, dan memeluk erat tubuh andi hingga membuat andi kesulitan bernafas, namun andi hanya tersenyum sembari merasakan hangatnya tubuh vina dalam dinginnya malam
setelah itu mereka pun melaju memecah jalanan malam...
__ADS_1
"vina, dengarkan ya.. ada yang ingin ku katakan" ucap andi dalam perjalanan mereka
"iya... mengatakan apa?" tanya vina
lalu andi pun berteriak sekeras kerasnya.. "vinaaaaaaa aku mencintaimuuuuu" teriak andi disambut dengan kencangnya angin malam saat itu
mendengar teriakan andi, membuat vina terkejut dan tersipu malu.. "andiiiiiiii ak lebih mencintaimuuuuuuuuuu" balas vina dengan teriakannya yang lantang kemudian dipecah oleh angin
mendengar teriakan vina, andi pun membalasnya lagi... "vinaaaaa, malllaaaam ini km caaaannn... uhukk... uhukk.." tiba tiba andi terbatuk batuk karena tersedak oleh angin
melihat andi terbatuk batuk seperti itu, sontak vina tertawa terbahak bahak... "ahahahaha... andi, km ga apa apa? mungkin km membuka mulutmu terlalu lebar" ledek vina tertawa lepas
melihat vina yang tertawa lepas seperti itu.. membuat perasaan andi sangat bahagia "vina, apa malam ini km bahagia?" tanya andi kemudian memegang tangan vina yang melingkar di pinggangnya menggunakan tangan kirinya
"bahagia.. andi.. malam ini, malam yang paling membuat ku bahagia" ucap vina memegang kuat pinggang andi hingga debaran jantung vina terasa di tubuhnya
tanpa disadari, banyak mata dari pengendara motor lain yang memperhatikan tingkah konyol dua sejoli ini "beginilah cinta, serasa dunia milik berdua hingga membuat otak penderitanya tersumbat" gumam seorang pengendara yang sudah jomblo bertahun tahun
selang beberapa menit kepergian andi dan vina, terdengar suara motor sport yang datang kerumah vina "brmmm... brmmm... ckitt" dan motor sport itu pun terparkir di depan halaman rumah vina
"ting.. tong.. ting.. tong.. vina" sapa arick
"ting.. tong.. ting.. tong.. vinaa" sapa arick lagi
"ting.. tong.. ting.. tong.. vinaaaa" teriak arick dengan nada kesal di depan pintu rumah vina
__ADS_1
namun sayang, rumah vina dalam keadaan kosong..
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi