
seusai andi mencium bibir vina, akhirnya vina pun tersenyum lagi.. "vina.. ak mencintaimu" bisik andi di telinga vina ketika melihat senyuman vina
mendengar ucapan andi, kemudian vina menarik tubuh andi, hingga membuat tubuh andi menindih tubuhnya dan wajah andi jatuh tepat di sebelah wajahnya, kemudian vina pun memeluk andi "andi, ak lebih mencintaimu" ucap vina pelan
mendengar ucapan vina, andi pun tersenyum "vina, ak lebih lebih lebih mencintaimu" bisik andi lagi...
"andi, ak lebiihhhh lebiihhh pokoknya lebiihhh mencintaimu" ucap vina bersemangat
melihat vina sudah ceria lagi, andi merasa lega "km lucu sekali sih" ucap andi sembari mencubit hidung vina
"andi.. tetaplah seperti ini, jangan pergi kemanapun, jangan pernah meninggalkanku" ucap vina mengeratkan pelukannya
"tidak akan kulepaskan.. ak akan menemanimu, hingga km terlelap dalam mimpi" bisik andi
akhirnya vina pun tertidur pulas sembari memeluk andi di dadanya..
🥀🥀di rumah arick...
"prang!!... prang..!! prang..!!" terdengar suara berbagai macam barang dibanting
__ADS_1
"b*ngsatttt km andiii... aarrgghhhh!!' teriak arick murka sembari melempar semua barang yang ada dirumahnya
mendengar kegaduhan yang dia perbuat, sontak membuat seisi rumah pada terbangun dan keluar..
"arick... km kenapa sayang!!!" teriak mamanya "hidungmu kenapa berdarah... cepat kita harus panggil dokter" teriaknya lagi yang kaget melihat anaknya mengamuk dan terluka
"diammm ma!!" bentak arick "ma, cepat.. cepat siapkan pernikahanku dengan vina sesegera mungkin.. cepaattt!!!" teriak arick
"tapi kenapa terburu buru? dan siapa yang membuat hidungmu terluka?" ucap mamanya lirih sembari memeluk arick
"lepaaassss..." teriak arick mendorong mamanya "ma, vina telah berhubungan dengan laki laki lain, laki laki miskin si*lan, kalau vina tidak segera menikah denganku, ak takut laki laki b*jingan itu akan menguasainya!!!" teriak arick
"iya.. baik.. baik, mama akan bicarakan dengan papa dulu, kita juga harus bicarakan dengan keluarga vina.. km tenanglah sayang" sahut mama arick panik "sebentar, mama akan panggilkan dokter untuk mengobati hidungmu dulu ya" ucap mamanya lagi kemudian pergi menelpon dokter
"iya den, ada perlu apa?" sahut pak bagas tegas
"cepat ambil hp ku, ak meninggalkannya di dalam mobil tadi, cepatt!!" teriak arick
kemudian pak bagas bergegas mengambil hp arick di dalam mobilnya.. "ini den.." ucap pak bagas menyerahkan hp arick
lalu arick pun menelpon seseorang yang ada di dalam kontak hp nya...
__ADS_1
"trrrttt.... trrrtt.. hallo arick, kenapa menelpon tante malam malam begini? apa vina baik baik saja?" ucap mama vina menjawab panggilan masuk dari arick
"tante... tante harus pulang secepatnya, ada masalah penting yang harus dilakukan" sahut arick
"masalah penting apa arick?" tanya mama vina bingung
"tante, apa tante tau.. vina sudah menjalin hubungan dengan laki laki miskin anak dari seorang babu, laki laki yang ga punya masa depan, yang hidupnya hanya merantau, bagaimana mungkin tante bisa membiarkan vina bersama laki laki dari derajat rendahan seperti itu, ak takut laki laki itu hanya akan memanfaatkan vina" ucap arick tegas
"a.. apa katamu? kurang ajar... siapa laki laki kurang ajar itu, dasar tidak tau diri" ucap mama vina murka
"tante, lebih baik tante segera menikahkan vina denganku, setelah vina menjadi istriku, tante pun tidak perlu memikirkan vina lagi, tante bisa pergi kemanapun dengan tenang, biar ak yang akan menjaga vina" ucap arick meyakinkan
"oke arick, tante akan bicarakan masalah ini sama om ya, km tenang saja, om dan tante akan membereskan masalah ini, kita akan segera menjodohkan mu dengan vina dan segera melangsungkan pernikahan" ucap mama vina lagi
"baik tante, sampai jumpa" ucap arick mengakhiri percakapan..
setelah obrolan mereka berakhir, arick pun bernafas lega
"m*mpus km sekarang andi" batin arick kesal
__ADS_1
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi