
mendengar cerita bik marni, andi merasa kagum dengan kesuksesan orang tua vina, namun ada rasa khawatir dan kasihan juga dengan vina yang tinggal sendirian dan jarang merasakan kehangatan keluarganya..
"oh ya, bik.. apa selama ini hanya tinggal berdua dengan vina aman aman saja? saya khawatir kalau ada apa apa dengan vina nanti" tanya andi lagi
"aman nak andi, syukur selama saya kerja di sini semua aman aman saja" jawab bik marni
"bik, bagaimana kalau bibik catat no hp saya, kalau ada apa apa dengan vina di sini, bisa langsung hubungi saya" ucap andi
"tidak usah nak andi, di sini aman.. apalagi disini perumahan elit, di depan perumahan ada security-nya, di jamin aman, ga akan ada maling" ujar bik marni
"ya, tapi lebih baik catat saja no hp saya bik.. mungkin kalau vina sakit atau kenapa napa, bisa langsung hubungi saya" ucap andi
"ya, kalau begitu bik marni ambil pulpen dan kertas dulu ya" ucap bik marni, kemudian pergi ke ruang tengah mengambil pulpen dan kertas yang terletak di sebelah telepon keluarga
setelah itu bik marni pun mencatat no hp andi dan menyimpannya
tak lama kemudian, vina akhirnya datang dari arah dapur membawa nampan besar yang penuh dengan berbagai macam makanan..
"aduhh.. aduhh... ini berat, sumpah berat" teriak vina kesusahan dan berjalan ke arah andi dengan langkah yang gontai
melihat vina kesusahan, andi pun bergegas bangun dan membantunya "vina, jangan di paksa bawanya" ucap andi sembari mengambil nampan yang di bawa vina
__ADS_1
mendengar ucapan andi, vina pun tersenyum "iya, makasi andi" ucap vina
bik marni yang melihat kebaikan andi dan caranya memperlakukan vina, merasa bahagia "semoga nak andi bisa menjadi imam yang baik buat non vina kelak" gumam bik marni dalam hatinya
"andi, coba deh kue yang ini.. ini ak yang buat lho, coba satu satu ya" ucap vina sembari menyerahkan kue kering coklat yang dia buat
kemudian andi pun mencobanya...
"bagaimana... enak??" tanya vina menatap andi yang duduk di sampingnya sembari tersenyum dengan mata berbinar binar
"Andi, tunggu sebentar ya.. ak ganti baju dulu, bajuku kotor abis masak tadi, km habiskan semua ya, makan yang banyak hehehe" pinta Vina
"iya Vin" ucap Andi menunduk
setelah vina pergi mengganti bajunya, dan melihat raut wajah Andi yang sedikit mengkerutkan alisnya, bik marni pun bergegas menuju ke arah andi "bagaimana nak andi, apa enak?" tanya bik marni
"emmm... bagaimana ya bik, kue nya gosong jadi pahit" jawab andi malu malu
mendengar jawaban andi, membuat bik marni menahan tawanya.. "nak andi, non vina itu ga pernah di dapur, bikin teh aja minta tolong bibik, ini tumben dia dari subuh sudah di dapur demi nak andi.. jadi hargai apa yang dia buat ya" pinta bik marni
__ADS_1
"iya bik, tenang saja.. saya mengerti" ucap andi tersenyum
tak lama kemudian, vina pun datang menghampiri andi.. dan bik marni pergi ke dapur untuk membersihkan sisa kotoran yang tertinggal sehabis memasak tadi..
"vin, itu papa dan mama mu ya?" tanya andi sembari menunjuk dua buah pigura besar yang tergantung rapi di atas dinding dengan foto seorang pria dan wanita di dalamnya
melihat andi menunjuk foto mama dan papanya, vina pun membenarkan "yups, benar sekali.. ak perkenalkan ya, yang di sebelah kiri itu foto papaku namanya indra dharmawan dan yang di sebelah kanan foto mamaku namanya santi setiadewi, lalu yang di tengah tengah itu fotoku dan kakakku, kakakku namanya rangga dharmayudha dan ak vina dharmayanti" ucap vina tersenyum sembari menunjuk foto dirinya dengan kakakny..
mendengar ucapan vina, andi pun tersenyum "kalian keluarga yang luar biasa" ucap andi
"sekarang km cerita juga, keluargamu.. papamu, mamamu, dan saudaramu.. ak ingin tau dan mengenalmu lebih jauh" pinta vina tersenyum
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi
__ADS_1