
setelah menutup telepon dari andi, vina pun masuk kedalam restoran, ketika dia sampai di dalam, makanan sudah tersedia rapi di meja..
"maaf arick, udah buat km nunggu.. makanannya udah datang ya, kenapa km ga makan duluan aja" ucap vina sembari menarik kursinya kemudian duduk
"lama sekali, km bicara sama siapa sih? siapa orang penting itu?" tanya arick dengan nada yang agak meninggi
"bicaramu kenapa kayak gitu?? memang ak harus selalu laporan ke km ya setiap orang yang ak ajak bicara?" jawab vina ketus
"ya sudah terserah km" ucap arick merendahkan nadanya
setelah itu suasana menjadi kaku, mereka hanya duduk terdiam sembari menyantap hidangan yang telah disediakan
"ak udah selesai" ucap vina secara tiba tiba
"kenapa makannya sedikit?" tanya arik menatap vina
"ak udah kenyang" jawab vina ketus
"vina, maaf kalau ak udah buat km marah" ucap arick yang bingung melihat vina marah, sembari menggenggam tangan vina
__ADS_1
merasa tangannya di genggam, vina pun menarik tangannya, lalu memalingkan wajahnya..
"vina.. ak benar benar minta maaf, km jangan marah kayak gini donk" ucap arick menatap vina
"km udah selesai makannya? ayo kita pulang" ajak vina, kemudian bangun dari kursinya dan berjalan ke luar restoran
melihat vina pergi, arick pun mengejarnya "vina... tunggu.." teriak arick sembari menarik tangan vina
merasa tangannya di tarik, membuat vina menoleh "kenapa lagi? ayo kita pulang" ucap vina
kemudian arick melepas tangan vina dan berjalan menuju ke arah parkir restoran "vina tunggu disini ya, ak ambil mobil dulu" ucap arick
vina pun menunggu arick di loby restoran..
"vvrrrmmmmm..." suara mobil sport arick datang menjemput vina di loby restoran, dan arick pun membukakan pintu mobilnya untuk vina..
di perjalanan pulang arick dan vina hanya terdiam, vina hanya menatap jalanan tanpa sepatah kata pun
hingga mereka pun sampai di rumah vina, kemudian arick membukakan pintu mobil dan vina turun sembari berjalan menuju pintu depan rumahnya..
__ADS_1
melihat vina yang meninggalkan dirinya begitu saja, lalu arick mengejar vina dan memeluknya dari belakang..
"vina.. maaf, ak benar benar minta maaf.. tolong km jangan marah seperti ini" ucap arik
seketika itu vina merasa kaget "ak kenapa.. kenapa ak melampiaskan kekesalanku sama andi ke arick? arick kan sudah mengajakku makan, aduuhh ak bodoh sekali" batin vina
kemudian vina pun membalikkan badannya "arick, maaf.. ak yang salah, hari ini mood ku kurang bagus sehingga ak melampiaskannya ke kamu, maaf ya" ucap vina tersenyum dan melepaskan pelukan arick
"km ga marah lagi kan?" tanya arick lega
"nggak kok, ak tau km khawatir.. makannya km menanyakan siapa orang yang telepon ak, mungkin km mengira dia penipu atau sebangsanya ya.. hahaha" ucap vina tertawa
"ohh.. iii.. iya, benar hahaha" sahut arick bingung harus berkata apa
"km emang teman yang perhatian, makasi ya arick udah ngajak ak dinner, lain kali ak balas.. ak yang traktir deh" ucap vina
mendengar ucapan vina, arick hanya terdiam "teman..... ahh, iya vina hanya menganggapku temannya" batin arick
"arick km kenapa diam?" tanya vina bingung melihat arick terdiam
"vina... sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan" jawab arick sembari memegang kedua tangan vina
__ADS_1
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi