Cinta Di Antara Karma Dan Kasta

Cinta Di Antara Karma Dan Kasta
CHAPTER 19


__ADS_3

"dimana ak...." gumam andi saat membuka matanya sembari melihat sekelilingnya..


"andi.. km sudah sadar nak" ucap ibu andi yang duduk di sampingnya..


"ibu..... ibu ak dimana?" tanya andi sambil menatap ibunya..


"kita ada di rumah sakit, orang orang mengantarmu ke sini lalu menghubungi ibu, untung kartu pelajarmu tidak ikut terbakar, itu adalah identitas mu satu satunya" ucap ibu andi dengan air mata menetes di pipinya


"ibu.. maafkan ak, ibu jangan menangis" ucap andi lirih sambil menghapus air mata ibunya


"apa yang km lakukan andi?? apa km berkelahi? kenapa km tidak bisa menahan diri, kita hanya merantau di sini, kita tidak punya siapapun di sini, ibu hanya punya km, tidak bisakah km menahan diri untuk tidak berbuat keributan" ucap ibunya dengan air mata yg mengalir lebih deras


"ibuuu.. ak tidak melakukan apapun, ak tidak pernah berbuat keributan, anak anak nakal itu yg selalu ingin menindasku, mereka juga membakar sepedaku.. sepeda itu sangat berharga bagiku, hatiku sakit sekali bu" ucap andi sembari menangis memeluk ibunya


"sabar nak... akan ada karma di setiap perbuatan, dan melihatmu selamat adalah hal yang paling ibu syukuri.. andi, lebih baik mulai sekarang km hindari mereka, jangan km lawan, sebisa mungkin hindari mereka.. lakukan itu demi ibu mu ini, mengerti" ucap ibu andi sambil melepaskan pelukan anaknya, kemudian menggoyang goyangkan tubuh andi


"iya.. ak mengerti bu" ucap andi datar


"maafkan ibu andi, ibu tidak bisa memindahkanmu dari sekolah itu, kita tidak punya biaya lagi, uang bulan ini sudah ibu pakai buat biaya rumah sakitmu" ucap ibu andi sambil memegang tangan andi

__ADS_1


"maafkan ak ibu, ak akan menurut, ak akan menghindari mereka, ak tidak ingin melihat ibu bersedih lagi" ucap andi menatap sedih ibunya


"baiklah, km istirahatlah dulu, ibu akan ambilkan bubur untukmu, km pasti lapar kan" tanya ibu andi


andi pun hanya mengangguk anggukkan kepalanya pelan..


saat ibunya melangkah ke arah pintu, tiba tiba andi memanggil lagi.. "ibu.. apa lihat sapu tangan dengan gambar hati? ak simpan di saku baju sekolahku" tanya andi yang menyadari seragam yang dia kenakan telah berganti


"ohh.. sapu tangan itu, ibu simpan di dalam tas mu" sahut ibu andi tersenyum, kemudian melangkah keluar dari pintu


mendengar perkataan ibunya, andi pun merasa lega sembari menghela nafasnya..


tiga bulan kemudian.. saat kesehatan andi mulai pulih, andi pun bersiap-siap berangkat menuju sekolahnya..


"andi... putra sudah satang menjemputmu" teriak ibunya sembari menyambut kedatangan putra..


semenjak kejadian yang menimpa andi waktu itu, andi menceritakan semuanya kepada putra dan putra pun selalu membantu andi, bahkan putra menawarkan diri untuk menjemput dan mengantarkan andi pulang sekolah..


"iya bu, ak sudah siap" ucap andi berjalan menemui putra

__ADS_1


mereka pun berangkat sekolah diantarkan oleh sopir pribadi putra..


"terima kasih tumpangannya pak" ucap andi ke sopir putra


"wahh.. ini tugas saya den, aden kan teman putra jadi tidak usah berterima kasih" ucap sopir putra tersenyum


kemudian andi dan putra pun berjalan menuju kelasnya..


namun di tengah perjalanan, dari kejauhan andi di kagetkan dengan seseorang yang menatap tajam ke arahnya.. orang itu adalah arick..



seperti biasa penampilan arick tak ubahnya anak nakal dengan seragam yang tak pernah sesuai dengan harinya..


"mau apa lagi dia.." gumam andi membalas tatapan arick



tiba tiba andi di kagetkan dengan suara putra yang berdiri disampingnya "andi, ingat ucapan ibumu.. jangan km ladeni dia" bisik putra

__ADS_1


** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi


__ADS_2