
mendengar ucapan andi, membuat vina semakin panik "dia serius ingin bertemu denganku" gumam vina
kemudian vina pun bersiap siap menemui andi malam ini, waktu berjalan begitu cepat membuat perasaan vina semakin gugup.. jantungnya tak berhenti berdebar "ak takut sekali, ak gugup.. apa ak lebih baik selalu berpura pura saja, ak takut kalau andi akhirnya tau siapa ak, dia akan kecewa kemudian membenciku" batin vina
"tapi.. kalau ak tidak datang, dia akan tambah kecewa dan membenciku juga sebagai luna... aduhhh ak harus bagaimana.." batin vina lagi
"baiklah, ak coba saja" ucap vina menyemangati dirinya.. "oh ya.. mobil.. ak harus ganti mobil, andi kan tau mobilku, ak harus ganti mobil lain" ucap vina lagi
lalu vina menukar mobilnya dengan mobil kakaknya yang sedang kuliah di canada "maaf kak ak pinjam mobilnya dulu ya" ucap vina
saat itu, waktu tepat menunjukkan pukul 8 malam, vina pun pergi ke tempat dimana andi sudah menunggunya..
dari kejauhan, tampak andi berdiri menunggu vina "andi?? dia sudah ada di sana, bagaimana ini" gumam vina
karena gugup dan takut, vina pun tidak berani menemui andi.. dia hanya mengamati andi dari kejauhan "sumpah, ak takut sekali.. ak takut dia kecewa melihatku" batin vina panik
hingga waktu menunjukkan pukul 10 malam, vina tetap tidak bergeming, dia tetap tidak berani menemui andi
__ADS_1
sampai akhirnya "tiiriing..tiiriing.." terdengar suara panggilan masuk di hp vina
vina pun mengambil hp nya "andi... gawat dia sampai menelponku lagi" batin vina lalu mengangkat teleponnya
"ha.. halo" ucap vina
"km tidak datang, ak sudah menunggumu.. tapi km mengecewakanku.. lebih baik kita tidak melanjutkan komunikasi ini lagi" ucap andi
"tunggu.. tunggu andi, ak datang.. iya ak datang.. tunggu sebentar" ucap vina kemudian menutup teleponnya
tiba tiba "ctek" terdengar suara pintu mobil vina dibuka
"oh my God... andi membuka pintu mobilnya" batin vina dan tanpa pikir panjang, kemudian vina menutup wajahnya dengan kedua tangannya
__ADS_1
"tenang.. tenang vina.. andi ga tau siapa km, apalagi ak sudah ganti mobil.. jadi aman.. iya aman" batin vina dengan tangan yang gemetaran
"kenapa kamu menutupi wajahmu?" ucap andi tiba tiba, hingga membuat vina kaget
"ohh.. ak.. ak cacat, hahaha iya ada bekas luka di wajahku, jadi lebih baik km ga lihat" ucap vina dengan suara bergetar
"ga masalah buatku, bekas luka sebesar apapun ak tidak mempermaslahkannya, ak ingin melihat wajahmu" ucap andi
"jangan.. jangan.. please, nanti km jijik" ucap vina
"ga apa apa, ak ga akan jijik.. itu hanya bekas luka, kenapa ak harus jijik" ucap andi
mendengar ucapan andi, vina hanya terdiam.. namun tiba-tiba ada tangan yang meyentuh tangan vina kemudian berusaha menurunkannya dengan lembut dari wajah vina
menyadari andi yang berusaha menurunkan tangannya, membut vina semakin mengeratkan tangannya untuk menutupi wajahnya "jangan.. jangan.. please jangan dibuka" ucap vina
melihat vina yang panik seperti itu, andi pun tersenyum dan tertawa kecil "sampai kapan km mau begini? sampai kapan km akan berpura pura dan menutupi wajahmu dariku.... VINA DHARMAYANTI.." ucap andi tepat di depan wajah vina...
__ADS_1
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi