Cinta Di Antara Karma Dan Kasta

Cinta Di Antara Karma Dan Kasta
CHAPTER 3


__ADS_3

🥀🥀🥀 di rumah vina 🥀🥀🥀



Malam hari, ketika vina akan mengerjakan tugas sekolahnya.. tiba tiba "Brrmmm.... brrmmm..." terdengar suara motor sport yang datang dan parkir di halaman rumahnya..



kemudian vina pun turun ke bawah dari kamar tidurnya lalu membuka pintu depan rumahnya.. "heii..arick, ngapain malam malam kesini?? ganggu orang buat tugas sekolah aja" sahut vina ke arah seorang laki laki yang turun dari motornya


laki laki itu adalah arick, teman sekolah vina ketika smp namun berbeda kelas (kelas bawah) arick menyimpan perasaan suka pada vina namun tidak berani mengutarakannya karena perlakuan vina yang jelas jelas selalu menganggapnya hanya sebagai teman..


"haallaahhh... alasan aja mau buat tugas, palingan jg nonton drakor" sahut arick sembari berjalan ke arah vina..


"ak beneran buat tugas arick, tugas bahasa jepang" ucap vina tegas


"berarti, ak beneran ganggu? padahal ak bawa cake keju kesukaanmu lho, ak bawa pulang aja kl gitu" ucap arick cemberut


"ee..eehh.. tunggu dulu, cake keju nya aja bawa sini, orangnya silahkan pergi ha-ha-ha" ledek vina


"ohh.. jadi ak di usir ni ceritanya.. ak beneran pulang ya" sahut arick manyun


"maaf... maaf... ak bercanda.. y udah, ayo sini masuk, nanti ak suruh bik marni bikinkan teh mint, sambil kita makan cake keju" ucap vina tersenyum


kemudian arick pun masuk kedalam rumah vina dan melanjutkan perbincangan mereka..

__ADS_1


"ngomong ngomong om dan tante keluar kota lagi ya?? rumahmu jadi sepi terus" tanya arick


"iya, mereka masih ada pembangunan mega proyek di surabaya dan kakakku juga masih di canada, kadang ak jenuh sendirian terus" jawab vina sedih


"pantesan ak jarang lihat om dan tante... vin, tenang aja ak akan selalu nemenin km, kapanpun km merasa sepi" ucap arick sembari menatap vina


"idiihhh... ngaco, mendingan ak tidur daripada ditemenin km weekkk" ledek vina sembari menjulurkan lidahnya


mendengar perkataan vina yang seperti itu, ada rasa sakit yang arick rasakan di hatinya, apa yang arick ungkapkan, selalu dianggap vina hanya sebatas candaan "eh.. gimana awal sekolahmu?? menyenangkan?? seru??" tanya arick mengalihkan suasana


"hmmm... lumayan berkesan sih, pokoknya ada hal yang luar biasa hari ini di sekolahku.. terus sekolah barumu gimana?" tanya vina


"yahh... biasa saja, andai bukan karena permintaan orang tuaku, ak ingin bersekolah di sma yang sama denganmu" ucap arick menghela nafasnya


arick bersekolah di jurusan otomotif, karena dorongan orang tuanya yang mempunyai usaha yang bergerak di bidang otomotif



melihat vina tersenyum ke arahnya membuat perasaanya semakin suka "vina apa kalau udah lulus nanti, km mau nikah sama ak? ak bisa memberikan segalanya yang km inginkan, mau ga?" ucap arick terang terangan


"idihhhh... amit amit dah, siapa juga yang mau nikah ama km.., ak mah ogah ahahahahaha" sahut vina sambil tertawa terbahak bahak


mendengar perkataan vina yang seperti itu membuat hati arick berkecamuk lagi, dan merasa ter'iris, kemudian untuk menutupi rasa perih dalam hatinya arick pun berbohong "ehh.. siapa juga yg mau nikah sama km, cewek cengeng.. ak tu suka cewek yg smart weekkkkkk" balas arick sembari menjulurkan lidahnya


merasa di ledek seperti itu, vina pun kesal "ehhh.. awas lo ya, dasar kurang ajar.. gini gini aku juga jago lhoo" sahut vina marah

__ADS_1


"jago ngapain?? jago makan yaaa.. cake nya aja sampai habis dimakan sendiri, pantes pipimu lama lama kaya kue bolu keju ahahahah" ledek arick sambil tertawa lepas


"udahhh ahhh... ak ngambek ni, pulang sana hush.. hush..pergiiii" teriak vina memukul mukul bahu arick


"tuhh kan ngambek.., tp kl km ngambek lucu lho, tambah gemesin.. pipi bolunya pengen tak cubiiittt" sahut arick sembari mencubit pipi vina


"aduuuhhhh... sakittt.. lepasiiiin... pulang sana.." teriak vina


"iyaa, iyaaa ak mau pulang kok.." ucap arick


kemudian arick pun menuju ke depan rumah vina lalu mengambil motornya, "sampai jumpa vina" ucap arick


"iya arick, sampai jumpa.. oh ya, makasi cake nya enak banget" ucap vina sembari melambaikan tangan ke arick


mendengar ucapan vina, arick pun tersenyum


lalu bergegas pulang..


sesampainya dirumah, arick merasa lega keriduannya dengan vina telah terobati walau hanya sebatas melihat pujaan hatinya itu..


namun di sisi lain hatinya selalu gelisah, karena tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya yg terpendam selama bertahun tahun, dari mereka masih bersekolah di smp yang sama..


"vina, entah kenapa ak ga pernah bisa bilang perasaanku ini sama km, km selalu menganggapku hanya sebatas teman dan menganggap ucapanku hanya canda'an, apa km tau, ak benar benar menyukaimu" batin arick sembari menatap foto vina sewaktu duduk di smp yang dia ambil diam diam, dan foto itu merupakan miliknya yang paling berharga..


__ADS_1


** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi


__ADS_2