
di dalam kamar, rangga kaget melihat vina terlihat lesu dan matanya sembab "vina.. km kenapa muram gitu? mau nikah bukannya bahagia malah merana" ujar rangga
mendengar ucapan rangga, membuat vina tak kuasa menahan air matanya "kakakkkk... vina ga mau nikah, tolong vina kak" ucap vina terisak isak
"heii.. km kenapa sih? kl km ga mau nikah, terus kenapa nikah? ucap rangga memeluk adiknya
"kak, apa kakak tau.. vina di jodohin sama arick, vina ga suka sama dia" ucap vina mengusap usap air matanya
"di jodohin?? sama arick? kenapa km mau?" tanya rangga melepaskan pelukannya
"vina ga mau, vina udah punya orang yang vina suka, yang vina sayang.. mama dan papa ga setuju sama pilihan vina, mama dan papa maunya vina nikah sama arick, laki laki kasar yang vina benci" ujar vina lantang
"whatt?? jaman apa ini? masih saja ada perjodohan konyol seperti itu.. ok vina, nanti coba kakak bujuk mama dan papa, supaya membatalkan pernikahanmu dengan arick ya" ucap rangga
"kak, bantu vina ya" ucap vina menggenggam kedua tangan rangga
"ok.. ok, km istirahatlah dulu, kakak akan menemui mama dan membicarakannya" ucap rangga kemudian meninggalkan vina menemui mamanya
__ADS_1
saat hendak menuruni tangga, rangga berpapasan dengan bik marni "bik, mau kemana" tanya rangga
"ini den, bibik mau nganterin makanan buat non vina" jawab bik marni
"ohh.. kunci kamar vina ada sama saya, biar saya yang bukakan" ucap rangga kemudian membukakan pintu kamar vina
setelah menaruh nampan berisi sarapan, bik marni bergegas pergi
"bik, tunggu sebentar" sahut rangga setelah mengunci pintu kamar vina
"ada apa den?" tanya bik marni mengehentikan langkahnya
"ohh.. baik, baik den" ucap bik marni yang seketika menyadari kunci itu dalah kunci kamar vina
tak lama kemudian bik marni pun pergi sembari membawa kunci kamar vina untuk di gandakan..
setelah melihat bik marni pergi, lalu rangga mencari mamanya..
__ADS_1
"ma.. sini sebentar, rangga mau bicara" ucap rangga
"bicara apa sayang" ucap mamanya mendekati rangga
"ma.. kenapa mama menjodohkan vina dengan arick? bukankah vina sudah mempunyai orang yang dia sukai" ucap rangga
"rangga, vina itu menyukai laki laki miskin, laki laki dengan kasta rendahan, kalau vina tidak menjalani hubungan dengan laki laki itu, mama ga akan secepat ini menjodohkan dia" ujar mamanya
"haduuhh.. ma, ini bukan jaman siti nurbaya.. coba deh mama bergaul di luar negeri sana, mana ada perjodohan konyol macam di sini, dikit dikit di jodohkan, dikit dikit nikah paksa.. ma semua manusia mempunyai hak mencintai siapapun yang dia sukai, jangan memaksakan vina ma, jangan memandang orang dari materinya, lihatlah cara dia mencintai vina.. buka mata mama.. ini bukan lagi jaman penjajahan perasaan" ucap rangga lantang menjelaskan
"rangga, diam km.. jangan coba coba melawan mama!! kalau km melawan mama, km juga akan mama jodohkan sama anaknya bu lurah temannya mama" sahut mamanya emosi
"it's ok ma, ga masalah mama mau menjodohkan rangga sama siapa saja yang mama suka, tapi wanita yang mama jodohkan itu harus siap dan mau rangga poligami, kalau dia ga mau ya ga usah nikah sama rangga atau cerai sekalian, buat apa rangga memaksakan cinta, mendingan rangga mati konyol" ucap rangga
"rangga... km ini ya, sudah jangan berdebat lagi sama mama, jangan km ikut campur urusan vina, lebih baik km cukup ikut menjadi saksi saja di pernikahan adikmu lusa nanti, ngerti km" ucap mamanya kemudian pergi meninggalkan rangga
__ADS_1
"maaa... tunggu ma" teriak rangga, namun tidak digubris oleh mamanya "aarrgggghhhh... percuma gua jelasin" gumam rangga
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi