
mendengar permintaan vina, andi pun menghela nafasnya dalam dalam... "vina, ak ingin menceritakan semuanya, ak ingin km tau bagaimana kehidupanku, agar km tidak menyesal dengan keputusan ini, apa km siap mendengarkannya?" ucap andi sembari menggenggam erat tangan vina yang duduk di sebelah andi
"iya, ak siap" ujar vina tersenyum
"vina, tidak ada yang spesial di kehidupanku dan keluargaku.. ak ini bukan anak orang berada, ayahku hanya buruh kasar di sebuah pabrik dan kini sudah meninggal, dan ibuku bekerja serabutan, dari menjual es lilin, menjajakan kue basah, mencuci pakaian tetangga dan lain lain yang bisa beliau kerjakan, ak pun sudah terbiasa hidup susah, ak sudah bekerja dari kecil, menjual koran, menyemir sepatu, dan lain sebagainya, ak tidak memiliki saudara, ak hanya anak rantauan, dan ak juga tidak memiliki rumah besar dan mewah seperti ini," ucap andi
"vina, ak tidak menjajikanmu sebuah kebahagiaan bersamaku, tapi ak berjanji akan berusaha semampuku membahagiakanmu, walau ak belum bisa membahagiakanmu dengan limpahan harta dan materi, namun ak tidak akan membuat air matamu jatuh dan hatimu terluka bila bersamaku..." ucap andi lagi
"vina, setelah mendengar ceritaku, apa km masih sanggup bersamaku?" tanya andi kemudian..
mendengar pernyataan andi, tak terasa air mata vina pun jatuh "andi, memang benar harta dan materi bisa membuat orang bahagia, tapi itu hanya kebahagiaan sesaat.. memang selama ini ak hidup dengan limapahan materi yang orang tuaku berikan, tetapi setiap hari ak menangis... km lihat meja makan besar itu, bertahun tahun ak duduk di sana sendirian, bertahun tahun ak hanya makan sendiri, hatiku hampa, tidak pernah ada canda dan tawa dalam keluargaku" ucap vina lirih
melihat vina menagis dan berkata seperti itu, andi pun mengusap air mata vina, kemudian memeluknya.. "vina, km tidak akan merasa sendiri lagi, ak akan menemanimu, selalu menemanimu" ucap andi
__ADS_1
bik marni yang sedari tadi mengawasi mereka dari kejauhan pun ikut menangis "hhaahhhh... dasar cinta, serasa dunia milik berdua ya" gumam bik marni sembari menghapus sendiri air matanya
tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 lewat "vina, ini sudah siang.. ini waktunya ak bekerja sambilan" ucap andi melepaskan pelukannya
"km bekerja sambilan di mana andi?" tanya vina
"ak bekerja di sebuah mini market dekat rumahku" jawab andi
"kapan kapan ak boleh ke sana?" tanya vina
"mau.. ak mau, bagaimana kalau besok.. apa km bisa?" tanya vina lagi
"besok?? bisa, kebetulan besok ak libur.. kalau begitu besok malam ak jemput km ya" ucap andi
__ADS_1
"baiklah, ak akan menunggumu" ucap vina
setelah itu, andi pun berpamitan ke bik marni dan vina, lalu pergi menuju tempat kerjanya..
🥀 keesokan malamnya di rumah vina 🥀
malam ini vina sudah bersiap siap dan berdandan rapi untuk pergi bersama andi kerumah andi "ak harus pakai pakaian yang mana ya, ak gugup mau bertemu dengan mama nya andi" batin vina sembari menatap dirinya di cermin kecil
tak lama kemudian terdengar suara scooter matic di depan rumah vina.. "andi sudah datang" gumam vina yang sudah selesai merias dirinya
__ADS_1
lalu vina pun bergegas turun menemui andi yang sudah menunggunya di depan pintu rumahnya...
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi