
melihat vina yang tiba tiba memeluknya, andi pun membalas pelukan vina "iya, ak juga kangen" ucap andi kemudian mencium kening vina..
semenjak kejadian yang terjadi semalam, mereka pun sudah resmi menjadi pasangan kekasih yang bahagia..
detik demi detik berlalu, vina tetap tak melepaskan pelukannya dari andi.. "vin, sampai kapan km akan memelukku" tanya andi yang juga masih memeluk vina di depan pintu rumahnya
"sebentar lagi, ak masih ga percaya kalau ak bisa menyentuhmu.. ak takut kalau ak hanya bermimpi" jawab vina yang semakin mengeratkan pelukannya di tubuh andi
mendengar ucapan vina, andi pun tersenyum "tapi, ada yang memperhatikan kita di belakangmu tu" ucap andi sembari tersenyum
"ehh.. siapa.." ucap vina yang langsung melepaskan pelukannya kemudian menoleh ke belakang..
ternyata yang memperhatikan mereka adalah bik marni.. "bik, sejak kapan berdiri di situ?" tanya vina
"udah dari tadi non, habis bibik penasaran sama tamu pentingnya" jawab bik marni dengan polosnya
"ohh.. hahaha.. vina lupa, kenalkan bik.. ini andi, pacarnya vina" ucap vina ke bik marni sembari memegang lengan andi
"halo bik, selamat pagi" sapa andi tersenyum
__ADS_1
"ha.. halo den andi, selamat pagi.. aduhhh tampanya, seperti oppa korea" ucap bik marni malu malu
mendengar ucapan bik marni, vina pun tertawa "bik marni tau aja oppa korea hahaha"
"tau dong, non.. bibik kan suka drakor juga" balas bik marni "oh ya, den andi ayo masuk" ajak bik marni
"bik, ga usah panggil saya den andi.. cukup andi saja" ucap andi sembari melangkahkan kakinya ke dalam rumah vina
"duhh, jangan den.. aden kan pacarnya nona saya, jadi saya harus menghormati den andi" sahut bik marni
"tidak, jangan bik.. tidak ada dalam hidup saya yang lebih tua harus menghormati yang muda, semua manusia derajatnya sama, jadi panggil saya andi saja" ucap andi tersenyum ke bik marni
"ba.. baik andi, kalau begitu saya panggil nak andi saja y" sahut bik marni kagum
melihat sikap andi yang selalu menghormati orang, membuat vina kagum "andi, hari ini ak masak beberapa masakan buat km, km coba ya" ucap vina
"km yang masak?? memang bisa?" tanya andi
"bisa dong, bentar ak ambilkan" jawab vina kemudian bergegas menuju dapur
"biar saya bantu non" sahut bik marni yang bersiap menyusulnya
__ADS_1
"jangan bik, biar vina aja.. biar vina yang melayani pacar vina, bibik diam aja di sana" ucap vina
mendengar perkataan nona nya, bik marni pun berdiri di samping andi..
"bik marni, kok ga duduk?" tanya andi
"tidak nak andi, tidak pantas seorang buruh seperti saya duduk di sebelah tamu nona" ucap bik marni
mendengar ucapan bik marni, andi pun berdiri kemudian memapah bik marni untuk duduk..
"bik, duduk saja.. kalau vina marah, biar saya yang menasehatinya" ujar andi
"non vina tidak akan marah sama saya nak andi, cuma ini sudah tradisi keluarga di sini seperti itu" ucap bik marni
kemudian andi pun hanya terdiam dan tersenyum mendengar ucapan bik marni.. "oh ya, bik marni hanya tinggal berdua saja sama vina di rumah sebesar ini? tanya andi sembari memandangi interior dan luasnya ruangan itu
"iya nak andi, bibik sudah menjaga non vina selama lebih dari 10 tahun, orang tua non vina hampir ga pernah pulang... sibuk terus, kakaknya juga kuliah di canada, kadang saya kasihan sama non vina, seperti putri yang hidup sebatang kara di dalam istana" ucap bik marni
"orang tua vina dimana?" tanya andi
"papanya seorang kontraktor sukses, dan mamanya designer interior terkenal.. sekarang mereka sedang sibuk-sibuknya dengan proyek hotel bintang 5 di surabaya" jawab bik marni
__ADS_1
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi