
putra dan andi pun sampai di depan sebuah rumah elite...
"ini rumah siapa tra?? besar sekali" tanya andi..
"ini rumah vina" jawab putra..
"kita ngapain kesini??" tanya andi lagi
"km tunggu sebentar y, ak akan panggil vina keluar" ucap putra sambil membuka pintu mobilnya..
ketika putra membuka pintu mobilnya, tiba tiba vina datang dengan mobilnya, vina baru pulang dari cafe startbugs seusai bertemu teman temanya..
"lho.. itu kan mobil putra" gumam vina
kemudian vina pun turun dari mobilnya, dan bergegas berlari ke arah putra..
"putraaa... kebetulan ada yg mau ak sampaikan" sahut vina ter'engah engah
"maaf.. vin.. sebenarnya.." sahut putra lemas
"udah.. stop.. pleasee.." vina memotong pembicaraan putra..
"putra ak mau bilang, kalau ak cuma bercanda.. tolong km sampaikan ke andi, semua cuma bohong, ak ga pernah suka sama dia" teriak vina tanpa menyadari kalau andi ada di dalam mobil putra
"tunggu.. maksudmu apa vin??" tanya putra terheran-heran
__ADS_1
belum usai obrolan putra dan vina, tiba tiba.. brmm.. brmm... terdengar suara motor sport datang.. itu adalah arick, teman smp vina, putra dan andi..
"lho.. kok ada putra di sini?? haii tra, gimana kabarmu" sahut arick sambil melepas helm dan memarkir motornya
"ohh ak baik, km sendiri bagaimana?? lama tidak pernah bertemu" jawab putra sambil mengkernyitkan dahi dan mengekerutkan matanya
"ak juga baik" sahut arick menatap putra tajam dan tersenyum sinis
kemudian arick melihat ke arah vina, dan arick pun kaget melihat mata vina yg bengkak dan berusaha menahan air matanya...
"vinaa... km kenapa?? siapa yg membuatmu menangis??" tanya arick sembari mengelus rambut vina dan menghapus genangan air matanya
melihat yang terjadi antara vina dan arick, putra pun bingung, dan tiba tiba dari dalam mobil, andi memanggil putra untuk mengajaknya pulang..
"tra.. apa urusanmu sudah selesai?? ak tidak ingin berada di sini, ak lelah, ayo kita pulang!!" ucap andi dengan nada tinggi
kemudian putra berpamitan ke vina, dan mereka pun bergegas pulang..
"tunggu... tunggu... andi tunggu..." bisik vina dalam hati... hiksss... hiksss... huuaaaaa... vina pun jatuh tertunduk dan menangis sejadi-jadinya...
melihat vina menangis seperti itu, arick menjadi tambah bingung.. "vin.. km kenapa?? ayo cerita sama ak, kenapa km begini??" tanya arick sambil memeluk vina
"lepas rick... lepasiinn... km pulang aja, ak lelah, ak capek, ak ga mau diganggu" teriak vina sambil berlari ke dalam rumah kemudian mengunci pintu kamarnya
"vinn.. tunggu.. vinaaa" teriak arick mengejarnya
namun pintu kamar sudah terlanjur dikunci oleh vina, dengan perasaan bingung arick pun pulang dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi...
__ADS_1
sesampainya di rumah.. arick berusaha menelpon vina, tapi vina menon aktifkan handphonenya..
"km kenapa sih vin?? siapa yg membuatmu seperti itu? dan lagi, sepertinya ak mendengar suara yg tidak asing dari dalam mobil putra tadi" gumam arick sembari berfikir dan merenungkan kejadian tadi
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
sementara di dalam mobil putra, andi tampak termenung menatap jalanan dari jendela..
"km ga apa apa??" tanya putra
"emang kenapa?" jawab andi
"sepertinya km memikirkan sesuatu" ucap putra sembari menyetel musik di dalam mobilny
"ak cuma heran aja sama vina, apa semua orang kaya suka mempermainkan perasaan orang seperti itu" ucap andi menghela nafas panjang
"hahaha... ak pun bingung.. vina bercanda atau serius suka sama km... oh ya, ada apa dengan vina dan arick ya?" tanya putra bingung
"hmm.. ak juga kurang tau, mungkin karena kita dari smp yang sama membuat vina dan b*jingan itu masih berteman sampai sekarang" jawab andi kecewa
"bagaimana, jika seandainya arick melihatmu tadi.." sahut putra cemas sambil sesekali melihat andi dari spion mobilny
"ak berharap supaya tidak pernah bertemu dengan arick lagi, kecuali karma mempertemukan kami kelak, ak akan membalas semuanya" ucap andi tajam
kemudian andi merebahkan diri di kursi mobil putra sembari memejamkan matanya, namun tiba tiba ada pesan masuk dari astrid...
__ADS_1
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi