
melihat kedatangan Arick, sontak membuat Rangga dan mamanya terkejut
"arick.. bagaimana km tau kalau Tante dan kak Rangga ada di sini?" tanya mama Vina tersenyum ke arahnya
"maaf Tante, ak tau dari pak Surya, kebetulan beberapa hari yang lalu ak mendengar musibah yang keluarga Tante alami, dan ak turut prihatin" ucap Arick
"apa benar tujuan mu hanya itu? atau tujuan mu sebenarnya ingin mengetahui Vina dimana?" tanya Rangga merasa aneh
"ha-ha-ha.. ternyata feeling kak Rangga bagus juga.. baiklah akan ak utarakan tujuan utama ku menemui kak Rangga dan Tante Santi" jawab arick
__ADS_1
"bagus.. silahkan langsung km utarakan, tidak usah berbelat belit" ucap Rangga
"ayo.. ayo, arick silahkan km duduk dulu" ucap mama Vina mempersilahkan arick masuk dan duduk
lalu arick pun langsung duduk dan mengutarakan maksud dan tujuan utama nya
"Tante.. ak telah mengetahui semua yang terjadi terhadap om Indra, karena Leo sudah memberitahu ku semuanya, dan ak telah melihat banyak bukti kuat yang membuat om Indra akan mendekam lama di penjara, selain itu Om dan Tante akan kehilangan seluruh aset kekayaan keluarga kalian, benar bukan?" ucap arick "lalu, ak pun tau, kalau saat ini Tante sedang kebingungan masalah biaya untuk menyewa pengacara... Tante, ak bisa saja membantu Tante untuk segera membebaskan om Indra dengan meminta Leo membatalkan semua tuntutan nya terhadap om Indra dan sebagai imbalannya ak akan melunaskan seluruh hutang Leo di keluargaku, bagaimana? apa Tante dan kak Rangga tertarik?" jelas Arick panjang lebar
mendengar penjelasan Arick, sontak membuat mama Vina kaget dan terdiam
"tentu saja Tante, ak benar benar serius ingin membantu keluarga Tante" ujar arick
"tapi tunggu arick, bukan itu tujuan utama mu.. langsung saja katakan apa yang km inginkan" sahut Rangga memotong pembicaraan
__ADS_1
"ohh.. baiklah.. karena kak Rangga sudah sangat penasaran, maka akan ak perjelas apa imbalan yang ak inginkan setelah ak berhasil menolong keluarga kalian..." ucap arick "dengar baik baik.. ak ingin Vina segera menikah dan menjadi istriku" ucap arick dengan tegas
mendengar permintaan arick, Rangga pun tertawa
"ha-ha-ha... jangan mimpi km arick, ak tidak akan pernah menukar kebahagiaan adikku dengan apapun, ingat itu" ancam Rangga
"tunggu... tunggu dulu.." sahut mama Vina memutus pembicaraan "begini arick, saat ini Tante masih belum tau Vina dimana, mungkin hanya kak Rangga yang mengetahui keberadaan Vina, tapi nanti akan Tante diskusikan bersama keluarga dan Vina sendiri, bagaimana? nanti Tante akan memberikan km kabar secepat mungkin, oke" ujar mama Vina
mendengar ucapan mamanya membuat Rangga kaget "ma.. maksudnya apa?" tanya Rangga emosi
"sstt... diam dulu km Rangga" bentak mamanya
"ya sudah Tante, kalau begitu arick pamit dulu, dan tolong pikirkan segera, kasihan kondisi om yang tidak pernah tinggal di sel tahanan yang lembab, kasihan kondisi kesehatannya, terlebih Tante butuh biaya besar untuk kasus ini" bisik arick "baiklah, karena tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, arick pamit dulu" ucap arick sembari meninggalkan hotel tempat Rangga dan mamanya menginap
__ADS_1
**foto gambar dan nama hanya ilustrasi