
setelah menyuguhkan teh dan kue untuk andi, bik marni pun pergi...
melihat bik marni sudah pergi, orang tua vina kembali melanjutkan pembicaraannya..
"baiklah, om dan tante akan langsung mengutarakan maksud dan tujuan kenapa kita memanggil km kesini" ucap papa vina
mendengar ucapan papa vina, andi hanya diam menatap wajah orang tua vina..
"begini ya andi, km itu harus sadar akan statusmu, dan status vina.. dengan kondisi dan keadaanmu saat ini, apa km bisa membahagiakan anak tante? coba km pikir, rumah km ga punya, kerjaan tetap jg belum, kuliah ga lanjut, orang tua juga cuma jadi babu.. jangankan km bisa membahagiakan vina, tante rasa untuk membahagiakan dirimu sendiri saja masih sulit, jadi jangan km ajak anak tante hidup melarat seperti hidupmu sekarang... dan tolong km sadari ya andi, vina itu tidak pernah kekurangan apapun dihidupnya, om dan tante selalu mencukupi semua yang dia inginkan, terus km sudah memberikan vina apa selama ini? apa km bisa memberikan vina cincin berlian?? ga bisa kan, jadi lebih baik km jauhi vina, karena kastamu tidak pantas untuk anak tante, ngerti kan km" ujar mama vina panjang lebar menatap andi sinis sembari melipat tangannya di perutnya
mendengar perkataan mamanya vina, sungguh sangat mengiris hati andi, hatinya sakit dan terluka.. namun andi hanya tertunduk diam, dia menyadari apa yang mamanya vina katakan benar adanya, walau hatinya luar biasa sakit namun dia masih berusaha tegar dan tersenyum..
"pak surya.. tolong ambilkan amplop coklat di meja saya" perintah papanya vina
__ADS_1
"baik tuan" sahut pak surya yang kemudian bergegas mengambil amplop coklat itu dan menyerahkannya ke papa vina
"andi, ambillah ini, di dalam amplop ini ada sejumlah uang yang lebih dari cukup untuk membiayai kuliahmu sampai lulus, tapi om minta.. mulai sekarang km jauhi vina, jangan pernah menemuinya lagi.. sebentar lagi vina akan menikah dengan arick, seorang laki laki yang derajatnya sama dan lebih pantas untuk vina" ucap papa vina sembari menyodorkan sebuah amplop coklat
mendengar perkataan papanya vina, sungguh perasaan andi bagai tersambar petir rasanya, hatinya sakit dan menyesakkan, hingga dia yang tadinya tegar, akhirnya meneteskan air matanya juga..
"om.. tante, maafkan saya.. saya tulus mencintai dan menyayangi vina, saya tidak pernah memandang vina dari derajatnya, walau vina orang kaya ataupun miskin, saya sangat mencintainya.. tidak ada harta ataupun materi yang bisa menukar cinta saya ke vina, saya mendoakan vina semoga hidupnya selalu bahagia, dan saya tidak akan berada disini lagi.. saya permisi dulu" ucap andi menahan sisa air matanya, kemudian pergi meninggalkan amplop coklat dan kedua orang tua vina
dan akhirnya andi pun sampai dirumahnya, yang kemudian di sambut dengan ibunya.. "andi, ibu sudah menunggumu.. bagaimana?" tanya ibunya penasaran
namun seketika ibunya kaget, melihat andi sudah berurai air mata lagi, sembari memeluk ibunya..
"bu, mari kita pulang.. kita tinggalkan tempat ini dan pulang ke surabaya" pinta andi
__ADS_1
"ta.. tapi kenapa nak? ada apa denganmu dan vina?" tanya ibu andi bingung
"bu.. orangtua vina tidak menyetujui hubunganku dengan vina, vina akan menikah dengan orang yang paling kubenci... bu apa ak sudah tidak berhak bahagia? ak benci dengan hidupku sendiri" ucap andi lirih
"andi.. km jangan bicara seperti itu.. andi percayalah jodoh itu sudah di atur oleh yang kuasa.. bila km berjodoh dengan vina tanpa perlu km kejar, dia akan mendekat sendiri.. pasti akan ada jalan kalian bisa bersatu kelak, ibu selalu mendoakan mu semoga km selalu mendapatkan yang terbaik di hidupmu, yang sabar ya nak" ucap ibu andi menangis meratapi anaknya
"bu, ak akan menjual sepeda motorku.. untuk biaya kita pulang dan hidup di surabaya" ucap andi
"tapi motor itu kan km beli susah payah dari hasil penjualan musik yang km ciptakan" ucap ibunya
"tidak apa apa bu, kelak ak bisa membelinya lagi.. ak tidak sanggup melihat vina denga laki laki itu disini, lebih baik ak meninggalkan pulau ini agar ak tidak pernah menjumpai mereka, hatiku sakit sekali" ucap andi meremas dadanya
"baiklah, kalau begitu.. ibu akan merapikan barang barang kita" ujar ibunya
**foto, gambar dan nama hanya ilustrasi
__ADS_1