
setelah vina selesai merapikan barang-barangnya dan mandi, dia melihat andi tengah duduk menunggunya di meja makan
"vina.. kemarilah, ayo kita makan bersama, ibu sudah membuatkan bubur untukmu, enak sekali" ucap andi saat melihat vina keluar dari kamarnya
"iya.." sahut vina kemudian bergegas duduk di samping andi
"ayo, makanlah yang banyak.. km pasti lapar sekali, km kehilangan banyak berat badanmu" ucap andi sembari menyuapi vina
"hmm.. andi.. ibu kemana?" tanya vina
"ibu ada panggilan pijat ke tetangga" ucap andi
"ohh.. ibu pasti lelah" ucap vina sembari makan bubur yang disuapi andi
"bagi ibu itu sudah biasa.." ucap andi "vina, apa km tau, aku bahagia sekali bisa melihatmu dan berada disisimu lagi" ucap andi lagi
mendengar ucapan andi, vina hanya tersenyum "andi, apa nanti malam km mau singgah ke kamarku?" tanya vina
"tentu saja, tapi kenapa? apa km takut tinggal disini?" sahut andi
"hmm.. bukan begitu.., ya km datang saja ya kekamarku" ucap vina merengek
"iya.. " ucap andi tersenyum
__ADS_1
dan malampun tiba.. vina sudah menunggu andi di dalam kamarnya..
"vina.. ak masuk ya" ucap andi dari luar pintu kamar vina
"iya.. masuk aja" sahut vina
namun setelah andi membuka pintu kamar vina, betapa terkejutnya andi saat melihat vina "vina.. ke.. kenapa, kenapa km tidak pakai pakaian?" ucap andi gugup melihat vina tanpa sehelai busana pun kemudian bergegas menutup pintu kamar vina
"andi.. ak.. ak sudah siap, ak ingin hamil anakmu, mungkin kalau ak hamil, orangtuaku akan menyetujui pernikahan kita" ucap vina tertunduk malu
mendengar perkataan vina, andi bergegas mengambil selimut yang ada di samping tempat tidur lalu menutupi tubuh vina dengan selimut itu "vina.. siapa yang mengajarimu melakukan hal seperti ini?" tanya andi memeluk vina
"itu... ka.. kakakku" ucap vina gugup
mendengar ucapan andi, vina hanya mengangguk anggukan kepalanya
"vina.. ak sangat merindukanmu, jujur.. ak tidak sabar ingin memilikimu, namun ak harus bersabar sampai saat itu tiba" ucap andi sembari mencium lembut bibir vina
setelah andi mencium bibir vina, kemudian andi menggendong vina ke tempat tidurnya "vina, istirahatlah.. tidurlah yang nyenyak, kalau km perlu apa apa, kamarku ada di sebelah kamarmu ini ya" ucap andi
"iya.. andi, maafkan ak" ucap vina
__ADS_1
"sstt.. jangan bicara begitu, ak mencintaimu" ucap andi mencium kening vina
"ak lebih mencintaimu" ucap vina tertawa kecil
setelah itu andi keluar dari kamar vina, di depan pintu kamar vina, wajah andi nampak merah padam, masih jelas teringat di pikirannya lekuk tubuh vina yang tanpa busana "indah sekali.. putih dan mulus" batin andi tersenyum malu sembari menoleh ke arah kamar vina
🥀🥀 sementara itu di rumah vina
di dalam rumah vina terjadi kepanikan yang luar biasa, karena vina menghilang tanpa jejak sehari sebelum pernikahannya..
"bagaimana ini.. kemana vina? kenapa tidak ada yang melihat dia pergi kemana!!" seru mama vina panik
"tenang ma, tenang.. kalau memang vina tidak ditemukan hari ini, dengan terpaksa pernikahan ini kita batalkan dulu" ucap papa vina
"ma.. bagaimana kalau rangga lapor ke polisi saja" ucap rangga
"iya betul, rangga cepat km lapor polisi, bawa foto vina juga supaya mudah dicari" ucap papa vina
"baik pa, tenang saja, rangga akan ikut berusaha mencari vina" ucap rangga
__ADS_1
kemudian rangga pun pergi, namun rangga tidak pernah membuat laporan kehilangan adiknya itu
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi