
merasa kesal dengan sikap vina yang berusaha keras mempertahankan pakaiannya, arick pun semakin murka, hingga menarik pakaian vina dan membuatnya terlepas dari tubuh vina..
kini hanya tersisa pakaian dalamnya saja yang hanya menutupi bagian dada vina...
melihat pakaian vina telah terlepas sempurna, kemudian arick mencoba memaksa membuka pakaian dalam vina dengan menariknya lagi... namun seketika itu pula "bbrraakkkk!!!!!" suara dari pintu kamar vina yang di tendang oleh andi
"b*ngsat km arick!!!! lepaskan vina!!!" teriak andi geram
melihat pintu kamar vina telah terbuka, dan mendengar teriakan andi, sontak membuat arick kaget dan menghentikan aksinya..
"ohhh... km lagi b*jingan sial!!! akhirnya kita bertemu lagi, kupastikan km akan menyesal berurusan lagi denganku" ucap arick, sembari memijat mijat jari tangannya
"km pikir ak tidak akan berani melawanmu? km pikir selama ini ak menghindar, karena ak takut denganmu? salah besar km arick, berani beraninya km menyentuh vina, hari ini akan kuhabisi km" ucap andi menantang arick
kemudian arick pun berlari ke arah andi dengan kepalan tinjunya, namun dengan sekejap andi berhasil menangkap tangannya, kemudian menarik kerah baju arick, lalu menyeretnya dan melemparkannya dari atas anak tangga, sehingga membuat arick terguling guling jatuh ke bawah tangga..
__ADS_1
dengan cepat andi bergegas menuruni anak tangga, mengejar arick yang sudah jatuh di bawah..
saat di bawah anak tangga, arick berusaha berdiri, namun di halangi oleh andi dengan cara menginjak dada arick menggunakan kaki kirinya..
"arick... ak ingatkan km, jangan coba coba km menemui ataupun menyentuh vina... sampai ak melihatmu menyentuh vina lagi, ak tidak akan segan segan menghabisi nyawamu.... pergi km sekarang!!!!" teriak andi sembari menendang wajah arick hingga wajahnya membentur lantai, darah segarpun mengalir dari hidung arick..
merasa tidak sanggup melawan andi, dan dengan langkah yang terhuyung huyung, arick berusaha berdiri, kemudian bergegas berjalan menuju pintu depan rumah vina "andi.. ingat ya, urusan kita belum selesai.. lihat saja apa yang akan kulakukan nanti, km akan menyesal telah memulai perang denganku lagi... ingat itu b*ngsat!!!" seru arick sembari melirik andi tajam
kemudian arick pun pergi melajukan mobilnya dengan kencang..
melihat arick sudah pergi, andi bergegas ke atas menemui vina di dalam kamarnya...
tubuh vina gemetar, rambutnya rontok dimana mana, pakaiannya berserakan tak karuan..
melihat vina seperti itu, andi bergegas melepas sweater yang dia kenakan, kemudian memakaikannya ke vina...
"vina, km ga apa apa? pakai ini.." ucap andi lembut sembari memakaikan sweaternya ke vina
vina hanya terdiam ketakutan, hanya isak tangis yang terdengar dari mulutnya..
__ADS_1
melihat vina seperti itu, kemudian andi mengangkat tubuh vina dan menggendongnya ke atas tempat tidur..
"vina.. lihat ak, semua sudah berakhir, tidak akan terjadi apa apa lagi padamu, ak akan melindungimu" ucap andi menenangkan sembari menatap mata vina
melihat wajah andi yang berada di atas wajahnya membuat vina menangis lega "andi.. ak takut, ak takut sekali" ucap vina terisak isak
"tenang saja, ak tidak akan membiarkan dia menyentuhmu lagi.. ak akan menemani dan menjagamu" ucap andi lembut
mendengar ucapan andi, vina merasa lega.. air matanya telah berhenti mengalir "andi... tadi.. tadi dia mencium bibirku, ak jijik sekali" ucap vina lirih sembari menutup bibirnya dengan kedua tangannya
mendengar ucapan vina, membuat andi kaget.. "apa lagi yang dia lakukan padamu?" tanya andi sembari menatap vina tajam
mendengar pertanyaan andi, vina hanya menggeleng gelengkan kepalanya..
dan andi pun merasa lega, mengetahui arick belum sampai menodai vina "vina.. tenanglah.. ak akan membersihkan bibirmu" ucap arick, sembari menurunkan tangan vina yang dia gunakan menutupi bibirnya, kemudian andi mencium lembut bibir vina..
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi
__ADS_1