
setelah menerima kabar jika vina akan ke surabaya, andi bergegas menuju bandara untuk menjemput vina di sana..
*
*
*
sementara itu begitu nicky melihat mobil orangtua vina keluar dari rumah arick, nicky bergegas langsung menghentikan mobilnya
"eehhmm...berhenti... tolong... berhenti" seru nicky membentangkan kedua tangannya di depan mobil orangtua vina
melihat ada wanita aneh yang berusaha menghentikan mobilnya, mama vina pun menyuruh pak surya untuk turun dan melihat siapa wanita aneh berpakaian ala dukun tersebut..
"maaf, anda siapa ya? kenapa menghentikan mobil kami?" tanya pak surya
"ohh.. saya adalah peramal sakti, saya melihat ada aura kegelapan yang mengelilingi mobil ini" ucap nicky menatap tajam mata pak surya
mendengar ucapan nicky, sontak membuat mama vina turun dari mobilnya..
"ehh, jangan sembarangan bicara km ya" ucap mama vina murka
"wahh.. nyonya, saya tidak bicara sembarangan.. nyonya, anda sudah dikelilingi dengan aura gelap di sekitar diri anda, itu akibat anda telah menyiksa putri anda" ucap nicky lagi
"dasar, dukun gila.. tau apa km, sembarangan bicara.. cepat pergi sana!!" teriak mama vina
"nyonya.. saya akan pergi, tapi anda harus membeli jimat ini, jimat ini akan melindungi putri anda dari pengaruh buruk, tapi kalau anda tidak mebeli jimat ini maka putri anda akan lenyap hari ini juga, saya akan berikan harga diskon hari ini khusus untuk nyonya, jadi nyonya cukup membayar 150juta saja" ucap nicky serius sembari memberikan beberapa jimat palsu
"kurang ajar km, dasar dukun gila, km pikir saya bodoh membeli barang begituan 150juta.. sudah pergi sana" teriak mama vina sembari mendorong badan nicky dan meleparkan jimat palsu itu ke tanah
__ADS_1
setelah melihat nicky tersungkur di tanah mama vina pun bergegas meninggalkan dia "pak surya, ayo kita pulang.. dasar dukun gila, merusak suasana hati saja" ucap mama vina emosi
"baik nyonya" jawab pak surya sembari masuk ke mobil
melihat mama vina sudah beranjak pergi, nicky pun bangun dan mengejarnya "nyonya.. waspadalah, km telah menghina saya.. hari ini putrimu akan dibawa lari oleh gagak hitam besar" teriak nicky menahan tawanya
*
*
*
sementara itu rangga bergegas menuju ke kamar vina dan membukakan pintu kamarnya..
di dalam kamarnya, vina nampak muram dan tidak ada keceriaan yang terpancar di wajahnya, dia hanya termenung dan menangis mengingat besok dia akan menikah..
"ka.. kakak, kenapa kakak memegang kunci kamarku.. mama dan papa??" tanya vina bingung
"sudah.. jangan banyak tanya, kita sudah tidak ada waktu lagi, cepat kemasi barang barangmu, sebentar lagi mira akan datang menjemputmu" ucap rangga
dan tanpa pikir panjang, vina bergegas mengemasi barang barangnya..
*
*
*
sementara itu, mendengar kalau bodyguard yang menjaga rumah vina sedang sibuk mengejar putra kemudian mira bergegas menjemput vina di rumahnya..
__ADS_1
"vina.. ayo cepat" teriak mira yang sudah sampai di rumah vina
lalu mira membantu vina merapikan barang barangnya..
setelah selesai merapikan semua barangnya, mereka bergegas pergi dari rumah vina..
"kakak.. terimakasih bantuanmu, ak tidak akan melupakan kebaikanmu kak" ucap vina terisak-isak memeluk rangga
"sudahlah vina, kakak bahagia kalau melihatmu bahagia.. kejarlah kebahagianmu" ucap rangga membelai rambut adiknya
"tapi, nanti kakak bagaimana?? papa dan mama?" tanya vina
"tidak usah km pikirkan, sekarang cepatlah pergi" sahut rangga
kemudian vina dan mira pun pergi meninggalkan rangga..
namun tiba tiba "vina... tunggu" teriak rangga
"ada apa kak?" tanya vina
rangga membisikkan sesuatu di telinga vina yang membuat vina kaget..
"aa.. apa itu akan berhasil?" tanya vina
"tentu saja, km harus mencobanya" jawab rangga nakal
sementara mendengar ucapan kakaknya, vina hanya tersenyum kecil..
"kakak sampai jumpa" ucap vina tersenyum lalu meninggalkan rangga menuju bandara
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi
__ADS_1