
andi pun melajukan scooter matic nya keluar dari rumah vina...
namun tanpa disadari, andi akan melewati mobil arick yang sengaja parkir di dekat rumah vina "bukankah itu motor yang tadi parkir di garasi vina, siapa orang itu" gumam arick sembari mengawasi motor andi yang keluar dari gerbang rumah vina dan melaju ke arah mobil arick, hingga membuat mereka berpapasan
dari dalam kaca mobilnya, arick terus mengawasi motor itu, hingga akhirnya... "itu.. bukankah itu andi.. andi satria??" gumam arick terbelalak, yang secara langsung melihat wajah andi dari dalam kaca mobilnya, namun andi tidak menyadarinya karena kaca mobil arick yang gelap
"ternyata km lagi b*jingan!!! bangs***t km andi, berani beraninya km menyentuh vina, lihat saja, km akan menyesal berurusan denganku lagi... aaarrrggghhhhhh!!!!!" teriak arick murka sembari memukul dashboard mobilnya
tanpa pikir panjang, kemudian arick melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumah vina..
"vinaaaa... keluarrrrr... vinaaaaa" teriak arick sembari membanting keras pintu mobilnya
mendengar teriakan arick dari luar, vina pun kaget "arick?? kenapa malam malam begini dia berteriak seperti itu? apa dia sakit? atau kecelakaan?" batin vina, lalu bergegas turun menuju pintu depan rumahnya..
"non, jangan keluar" teriak bik marni tiba tiba
__ADS_1
"kenapa bik?? bukankah itu teriakan arick? mungkin dia perlu sesuatu atau mungkin dia sakit atau terluka" ucap vina melirik ke arah bik marni tanpa ada rasa curiga
"tapi non..." teriak bik marni
belum usai bik marni menjelaskan, vina terlanjur membukakan pintu rumahnya..
"arick... ada apa?" sapa Vina tersenyum menatap arick dari balik pintu tanpa rasa curiga
"arick sakit, lepaskan.. km kenapa sih?" tanya vina panik
"kurang ajar km vin, km telah melukai perasaanku.. selama ini ak menyukai'mu, ak memberikan semuanya, tapi km malah bersama b*jingan itu, km selalu mengalihkan panggilan ku, km mengecewakanku vinaaaa!!!" teriack arick mengeratkan cengkeramannya di tangan vina
"lepaskan arick!!!... ak tidak pernah menyukaimu, ak tidak pernah meminta apapun darimu, ak akan mengembalikan semuanya, tapi lepaskan ak!!!" teriak vina meronta
__ADS_1
"ohhh... jadi begitu ya, baik... kalau ak tidak bisa memiliki mu secara halus, maka akan kumiliki km dengan caraku sendiri.. ak ingin melihat, bagaimana kalau ak telah menodaimu terlebih dahulu... ak ingin melihat b*jingan itu menderita untuk kedua kalinya" bisik arick di telinga vina
"mau apa km arick!!! lepaskan ak!!!" teriak vina ketakutan dan berusaha melepaskan dirinya
"diaaammmm!!!.. ikut ak, cepat ikut ak!!!" teriak arick sembari menyeret dan menarik tangan vina menuju kamar tidurnya
"arick lepassss!!!... ak mohon lepaskan ak!!!" teriak vina meronta ronta berusaha melepaskan dirinya dari seretan arick..
melihat vina diperlukan seperti itu, kemudian bik marni berlari lalu memeluk kaki arick untuk menghentikan langkahnya "den.. tolong den, lepaskan nona.. jangan sakiti nona den, kalau marah lampiaskan saja ke bibik.. tolong lepaskan nona den" pinta bik marni menangis terisak-isak
"lepaskan kaki ku, gundig rendahan!!!.. berani beraninya km menghalangiku bangs**t!!!" teriak arick murka kemudian menendang bik marni hingga terjungkal di lantai
"arick!!! kurang ajar km, jangan km sakiti bik marni!!!" teriak vina dengan air mata yang berurai
"tutup mulutmu!!! kita lihat setelah ini, apa km masih bisa membentakku lagi haahh!!! teriak arick yang terus menyeret dan menarik tangan vina menaiki anak tangga menuju ke kamar tidur vina
"lepassss arick, lepassss!!!.... ak mohon lepasss!!!" teriak vina yang terus meronta-ronta berusaha melepaskan dirinya
__ADS_1
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi