Cinta Di Antara Karma Dan Kasta

Cinta Di Antara Karma Dan Kasta
CHAPTER 82


__ADS_3

akhirnya Vina berangkat menuju bandara untuk menemui Rangga di sana dengan menaiki taxi...


"kakaaakk...." teriak Vina saat melihat Rangga menunggunya di pintu keluar



mendengar teriakan Vina, sontak membuat Rangga menoleh ke arah Vina "Vinaaa" ucap kakaknya yang bahagia melihat Vina yang selama ini baik baik saja



"kakaaakk... Vina kangen" sahut Vina yang seketika memeluk kakaknya


"hehh.. jangan peluk peluk disini ahh" ucap Rangga, lalu melepas pelukan Vina "Vina.. km kok tambah chuby gini sih, kerjaanmu makan terus ya ha-ha-ha" ledek Rangga yang merasakan kalau adiknya bertambah sedikit gemuk


"enak aja... ini tandanya ak bahagia kak" balas Vina "terus kakak kenapa kurusan? apa ujiannya gagal yaaa" ledek Vina


"hmm... Vina, kita cari tempat ngobrol yuk.. ada yang ingin kakak sampaikan" ucap rangga tak membalas ledekan vina


"boleh.. kita ke cafe dekat sini aja" ajak Vina

__ADS_1


🥀🥀 di dalam cafe



"kakak.. mau menyampaikan apa? kenapa dari tadi diam aja?" tanya Vina penasaran melihat Rangga hanya diam menatapnya


"Vina.. kakak sudah menyiapkan 2 tiket bus ke bali, ayo kita pulang sekarang" jawab Rangga tiba tiba


"tapi kak.. kenapa mendadak seperti ini? ada apa kak, apa ada masalah?" tanya Vina kaget dan bingung


"Vina... begini.. aduhh.. bagaimana ya menjelaskan nya, pokoknya kita pulang saja dulu, nanti biar mama yang menjelaskan nya" jawab Rangga


"sudah tidak ada waktu Vina.. nanti km jelaskan di telepon saja sama Andi" balas Rangga "lagipula... sepertinya km dan Andi tidak ditakdirkan untuk bersama" ucap Rangga menunduk lemas


mendengar ucapan Rangga, membuat Vina kaget dan tambah bingung "sebenarnya ada apa kak.. apa mama dan papa masih tidak setuju? baiklah Vina ga peduli, vina akan kawin lari kalau mereka masih tidak setuju!!!" bentak Vina


"Vina.. bukan begitu.. ini masalah nya rumit" sahut Rangga menenangkan Vina


"terus apa? cerita dong kak, kenapa membuat Vina bingung begini" pinta Vina memelas

__ADS_1


melihat Vina memelas seperti itu, akhirnya Rangga pun menceritakan semuanya


"Vina.. dengar baik baik ya.. saat ini papa ada di dalam tahanan, papa dituduh telah melakukan penipuan senilai milyar'an dan sekarang semua aset kekayaan keluarga kita termasuk rumah, mobil dan perusahaan papa sudah di sita atas permintaan si penuntut, lalu kita tidak ada biaya untuk menyewa pengacara, tapi di saat seperti ini, tiba tiba arick datang menawarkan bantuan akan menyelesaikan semua kasus yang menimpa papa, dan akan menjamin papa segera bebas dengan cara melunasi semua hutang dari si penuntut yang penuntut itu pinjam di keluarga arick.. namun ada satu syarat yang dia inginkan..." ucap Rangga yang kemudian terdiam tidak melanjutkan pembicaraan nya


"papa...menipu... dan arick kenapa harus dia lagi..." batin Vina "apa kak... syarat apa yang dia inginkan? beritahu vina" bentak Vina sembari memukul tangan Rangga


"hmm.. arick ingin, km segera menjadi istrinya" ucap Rangga tertunduk diam


"apaaaa.... ga mungkin!! Vina ga mau kak!!! pokoknya ga mau!!!" bentak Vina sembari terisak-isak


"Vina.. kakak juga ga bisa berbuat apa apa.. dengar Vina, papa saat ini sedang sakit di dalam tahanan.. mama juga kondisinya memburuk, terlebih kita tidak punya biaya lagi untuk memperpanjang hotel tempat kita menginap... kakak juga bingung Vina, kakak tidak tau harus berbuat apa lagi, kakak mohon mengertilah" pinta Rangga


mendengar musibah besar yang di alami keluarga nya, sungguh bagai petir di siang bolong dan Vina hanya bisa terdiam sambil menangis sejadinya


"Vina... maaf kan kakak" ucap Rangga menggenggam tangan Vina


"baiklah kalau begitu... kak... ayo kita pulang ke Bali, kita berangkat sekarang juga" ajak Vina kemudian bangkit dari duduknya


**foto gambar dan nama hanya ilustrasi

__ADS_1


__ADS_2