Cinta Di Antara Karma Dan Kasta

Cinta Di Antara Karma Dan Kasta
CHAPTER 20


__ADS_3

mendengar ucapan putra, andi pun teringat dengan ibunya "iya, km benar tra" ucap andi kemudian pergi mengabaikan arick yang terus menerus memandangnya


merasa tidak terima di abaikan begitu saja, arick pun berlari ke arah andi "masih berani juga km muncul di hadapanku lagi y" ucap arick sembari menarik kerah baju andi


"lepaskan dia, jangan mulai lagi arick!!!" teriak putra sembari melepaskan tangan arick dari kerah baju andi


"jangan ikut campur urusanku, ak tidak ada urusan denganmu, urusanku dengan dia!!" teriak arick sembari menuding wajah andi


belum usai perdebatan mereka, tiba tiba arick, andi dan putra dikagetkan dengan suara teriakan kepala sekolah "wooiii... apa itu?? kalian mau ribut?? cepat bubar!!!" ucap kepala sekolah meneriaki mereka dari jauh


"heii andi, ingat ya.. jangan sampai ak melihatmu di hadapanku lagi, sampai ak melihatmu, saat itu juga ak pastikan km bakalan m*mpus" ucap arick sembari mendorong bahu andi dan meninggalkan mereka..


teringat akan pesan ibunya dan tidak ingin menyakiti hati ibunya lagi, andi pun memilih mengalah.. akibatnya andi tidak pernah keluar dari kelas kecuali ada urusan penting di luar kelas, itu dia lakukan untuk menghindari pertikaian lebih lanjut dengan arick


"kalau begini terus, sekolah ini bagai penjara saja buatmu.. km selalu di kelas terus, dan ruang gerakmu jadi terbatas.. kebebasan mu jadi hilang ya.." ucap putra menghela nafasnya dan menepuk nepuk bahu andi


"biarkan saja, lebih baik ak begini daripada akan ada pertikaian yang terjadi kalau sampai ak bertemu dengan arick, lebih baik ak menghindarinya, ak tidak ingin ibuku menangis, beban hidupnya sudah terlalu berat, ak ingin dia selalu tersenyum.. walau dia tidak pernah tau kalau kebebasan ku hilang di sekolah ini" ucap andi termenung

__ADS_1


"yaahhhh... km sabar aja ndi, ntr pulang sekolah ak trakir es kopi deh di cafe depan studio tapi habis latihan band y" ucap putra tersenyum lebar menenangkan perasaan sahabatnya


"makasi tra, km memang teman terbaikku" ucap andi membalas senyuman putra


"kalau gitu, ak ke kantin dulu.. ntr ak belikan km roti isi, ok" ucap putra sembari berlari ke luar kelas menuju kantin


andi pun hanya tersenyum.. "makasi tra, makasi atas kebaikanmu" ucap andi dalam hatinya


hingga berakhirnya masa SMP andi pun berusaha menghindari pertemuannya dengan arick demi menjaga ketenangan ibunya..


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


"andi.. sudah bangun nak?? ayo sarapan dulu" terdengar suara ibu andi dari luar kamarnya


"iya bu, sebentar lagi aku kesana" sahut andi


andi pun bangkit dari duduknya "tak terasa ak memikirkan kenangan buruk itu, hingga fajar menyingsing" gumam andi sembari keluar kamarnya menuju meja makan

__ADS_1


🥀🥀🥀🥀 sore hari 🥀🥀🥀🥀


"kriingg... kriingg... kriingg" suara dari hp jadul andi, itu adalah panggilan masuk dari mira


"halo, iya mira..." ujar andi mengangkat telponnya


"aduuhh... andiiii, km dimana sih?? ak udah nunggu ni di depan sekolah, buruan donk.. ak ga mau sampai kita nyampinya malam kerumah duka, ak takutt tauuu!!!" teriak mira yang sudah menunggu andi dari tadi


"iya mira, sabar y.. ban motor ku kempes, ak masih cari cari bengkel dulu" ujar andi


"haahhhh??? masih cari cari bengkel?? aduhh buruan donk, coba hp mu canggih, ak tinggalin aja km, nanti ak share lokasi kalau udah sampai di rumah duka, sayangnya hp mu jadul gitu, bikin susah aja.. cepetan ya!!" teriak mira marah marah di telpon


"iya.. maaf mira.. tunggu sebentar lagi ak sampai" ucap andi menyudahi percakapan mereka


tak berapa lama kemudian, andi pun sampai di tempat mira yang sudah menunggunya, kemudian mereka pergi bersama ke rumah duka yaitu rumah hendri


__ADS_1


** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi


__ADS_2