
🥀🥀 di rumah Vina
dengan situasi yang sulit saat ini, nampak mama Vina tengah termenung dengan wajah yang muram seakan tak percaya akan apa yang menimpa suaminya
"ma.. mama nampak pucat dan lesu sekali, apa mama baik baik saja" ucap Rangga yang khawatir melihat kondisi mamanya
"mama bingung Rangga, sekarang kita harus bagaimana? kenapa papa bisa ditahan dengan tuduhan seperti itu.. Rangga apa km sudah dapat pengacara handal?" tanya mamanya
"Rangga sudah mencari cari beberapa pengacara ternama, dan sudah ada seorang pengacara yang menurut Rangga bisa diandalkan, cuma dia minta bayaran yang agak tinggi" jawab Rangga
"berapa bayaran yang dia minta?" tanya mamanya lagi
__ADS_1
"saat ini dia minta 1,5 milyar ma" jawab Rangga
"ya sudah, km sanggupi saja supaya kasus ini tidak berlama-lama dan papa bisa segera bebas, km langsung hubungi saja pengacara itu, minta dia agar bertemu langsung hari ini juga" pinta mamanya
"ok ma, Rangga telpon pengacara itu sekarang" ucap Rangga sembari menuju ke telpon yang ada di ruang keluarga
namun belum usai Rangga memutar no telpon sang pengacara, tiba tiba dia dikejutkan dengan kedatangan pak Surya bersama dengan petugas pengadilan yang akan menyita semua aset kekayaan papa nya
"maaf permisi nyonya, den Rangga" ucap pak Surya
"iya pak Surya, siapa orang orang ini?" tanya mama Vina
mendengar ucapan petugas itu, sontak membuat mama Vina dan Rangga kaget bukan kepalang
"tunggu sebentar bapak bapak, maksudnya ini semua apa ya? tolong jangan seenaknya saja main sita seperti itu!!" ucap mama Vina emosi
__ADS_1
"begini Bu, kalau aset kekayaan pak Indra tidak ingin disita, maka pak Indra wajib membayar kerugian sebesar 50 milyar atas kerugian korban yang pak Indra perbuat" ucap si petugas
mendengar ucapan petugas pengadilan itu membuat mama Vina dan Rangga terdiam terpaku tak percaya, namun juga tak bisa berbuat apa apa
"nyonya lebih baik sekarang nyonya dan den Rangga mengosongkan rumah ini dulu, supaya tidak terjadi kesalahpahaman karena nyonya dan den Rangga dengan sengaja menghalang halangi pekerjaan para petugas ini" bujuk pak Surya
mendengar ucapan pak Surya, lalu Rangga mengajak mamanya untuk pergi meninggalkan rumahnya "ma.. bagaimana kalau kita pergi dulu, biarkanlah mereka menyita semuanya, untuk sementara kita tinggal di hotel dulu sembari berdiskusi lagi" ajak Rangga
"ya sudah, ayo kita pergi.. mama masih ada sedikit tabungan untuk kita" ucap mamanya "namun, bagaimana dengan pak Surya?" tanya mamanya lagi sembari menoleh ke arah pak Surya
"nyonya tenang saja, untuk sementara waktu saya akan tinggal di kampung dulu sampai semuanya kembali normal" sahut pak Surya
"baiklah pak Surya, maaf kalau kita tidak bisa mengajak pak Surya ikut dengan kita lagi" ucap Rangga
"tidak apa apa den, yang penting den Rangga jaga nyonya dengan baik ya" pinta pak Surya
__ADS_1
setelah itu Rangga, mamanya dan bik Marni pun pergi meninggalkan rumah mereka menaiki taxi ke sebuah hotel melati untuk tempat tinggal mereka sementara
**foto, gambar dan nama hanya ilustrasi