Cinta Di Antara Karma Dan Kasta

Cinta Di Antara Karma Dan Kasta
CHAPTER 80


__ADS_3

melihat arick sudah pergi, kemudian Rangga dan mamanya melanjutkan diskusi tawaran yang arick berikan


"Rangga.. sini mama mau bicara" pinta mamanya


"ma.. apa mama tertarik dengan tawaran konyol arick tadi? dia masih mengincar Vina ma" sahut Rangga emosi


"Rangga... km jangan emosi begitu,... dengar Rangga saat ini hanya arick yang bisa membantu kita keluar dari masalah ini, lihatlah.. kita sudah tidak punya biaya sama sekali, bahkan km juga perlu biaya untuk kuliahmu bukan, terlebih km tidak mengikuti ujian dan harus membayar 45 juta agar bisa ikut ujian bulan depan, itu semua uang darimana? apa km mau di drop out dari kampusmu? rugi dong selama dua setengah tahun ini km kuliah di Canada.. coba km pikirkan lagi, dan lagi, papamu juga kondisinya sudah tidak sehat lagi, mama khawatir kalau di dalam sel nanti akan memperparah kondisi papamu, apa itu tidak km pirkan!!" bentak mamanya sembari terisak isak


mendengar ucapan mamanya, Rangga hanya terdiam tanpa sepatah kata..


"Rangga, tolong dengarkan mama.. sekarang km cari Vina, beritahu Vina tentang masalah ini, mama yakin Vina akan paham dan kali ini akan menyetujui pernikahannya dengan arick" ucap mamanya sembari menggenggam tangan arick


"tapi ma.. Vina tidak pernah mencintai arick.. ak tidak bisa menukar kebahagiaannya dengan cara seperti ini" ucap Rangga memalingkan wajahnya


"baiklah, kalau begitu apa km punya cara lain? punya? sekarang mama tanya, apa km masih memikirkan mama dan papa? apa km lebih baik melihat mama dan papamu mati?" bentak mamanya


melihat mamanya yang menangis dan emosi seperti itu membuat Rangga semakin kalut dan tak berdaya


"baiklah.. baiklah.. akan rangga turuti semua kemauan mama, besok rangga akan ke Surabaya menemui Vina dan memberi tau dia semuanya, puas mama" ucap Rangga kemudian pergi meninggalkan mamanya menuju loby hotel untuk menenangkan diri


"ranggaaaa... mau kemana km" teriak mamanya


namun tak di dengar oleh Rangga, dan pergi begitu saja


"Vina.. maaf.. maafkan kakakmu kalau tidak bisa membuat mu bahagia.. Vina, semoga saja km bisa mengerti dan iklas menerima kejadian yang akan menimpamu nanti, kakak benar benar tidak tau harus berbuat apa apa" batin Rangga sembari termenung di dalam loby hotel


🥀🥀 keesokan pagi di rumah Andi



pagi ini Vina nampak sibuk membantu ibu Andi menyiapkan sarapan

__ADS_1


"tok.. tok.. tok.. Andi, ayo bangun.. sarapannya sudah siap lho" ucap Vina di depan pintu kamar Andi


"masihhh ngantukkk..." sahut Andi malas


"idihhh... kok gitu sih, ak masuk ya" ucap Vina kemudian masuk ke kamar Andi


melihat kekasihnya masih melanjutkan tidurnya membuat Vina gemas, kemudian menggelitik tubuh Andi "kitik.. kitik.. kitik... ayoo bangun.. bangunnn donggg" teriak Vina menggelitik pinggang Andi


"hei.. stop.. geli.. sayang" sahut Andi yang kemudian menarik tangan Vina hingga membuat Vina jatuh ke atas dekapan dadanya "calon istriku ini kok jail banget sih, bukannya di kecup malah di gelitik" bisik Andi yang masih memeluk Vina di atas dadanya


mendengar ucapan Andi, Vina pun hanya tersipu malu "ehh.. ayo bangun, ibu sudah menunggu di meja makan, sebentar lagi kan km harus berangkat kerja" bisik Vina yang masih nyaman dalam pelukan Andi


"baiklah nyonya Andi satria, saya siap laksanakan perintah nyonya Andi" ledek Andi sembari mencium kening Vina dan bangun dari tempat tidur


"Andi.. ak tunggu di meja makan ya" ucap Vina sembari berlari kecil menuju meja makan dan diikuti Andi di belakangnya


namun saat tiba di meja makan, nampak ibu Andi bersiap siap mau pergi


"tadi ibu dicari pak lurah, katanya hari ini ada hajatan di kantor lurah, dan ibu ibu disini diminta untuk bantu masak disana" ucap ibunya Andi


"ya sudah Bu, nanti bawakan kambing guling ya he-he-he" celetuk Andi


"hush.. ngawur aja, masa ibu bawa bawa makanan orang pulang, kan malu" sahut ibunya


"ya kali aja disana ga ada yang makan" jawab Andi lagi


"ya sudah.. ibu berangkat dulu ya, Vina nanti baik baik dirumah ya, pintu dikunci semua.. mungkin ibu pulangnya Maghrib" ucap ibunya memegang bahu Vina


"iya Bu, Vina mengerti he-he-he" sahut Vina


setelah berpamitan ke Vina dan Andi, ibu Andi pun pergi menuju ke kantor lurah

__ADS_1


"Vina.. km ulang tahunnya kapan?" tanya Andi di meja makan sembari sarapan


"bulan depan" sahut Vina


"tanggal berapa?" tanya Andi


"umm.. cari tau sendiri dong" ledek Vina


"huft.. iya deh, terus apa yg km inginkan? supaya ak bisa menabung dari sekarang" ucap Andi


mendengar ucapan Andi, Vina pun tersenyum.. "ak ga ingin apa apa.. cukup bisa merayakan sama km dan ibu, kalau bisa ak juga ingin merayakan sama keluarga ku dan teman teman juga, kita bisa merayakan bersama-sama" ucap Vina lesu


mendengar ucapan Vina, Andi pun mencoba menghiburnya "Vina.. nanti kita akan rayakan bersama semuanya, ak akan menabung dan mengajakmu ke Bali bertemu mamamu, papamu, kakakmu dan teman teman kita, bagaimana?" ucap Andi


"tapi.. mama dan papa kan..." sahut Vina


"tenang saja, semua akan baik baik saja" ucap Andi "tapi hadiah apa yg km inginkan, beritau ak sekarang dong" rengek Andi sembari menatap Vina



mendengar rengekan Andi, membuat Vina tertawa "ok.., ak suka bunga, apalagi bunga mawar, jadi cukup kasi ak bunga mawar merah yang indah aja ya" ucap Vina melirik Andi, sembari mencium bunga mawar kuning yang baru saja dia petik dari kebun rumah andi dan seperti biasa dia letakkan di atas meja makan



"baiklah tuan putriku" ledek Andi


"ishh.. apa'an sih" celetuk Vina "sana mandi.. ntr telat lho kerjanya" teriak Vina


"iyaaa... ak bantu rapikan meja makan dulu ya" ucap Andi


"okay.." sahut vina

__ADS_1


**foto gambar dan nama hanya ilustrasi


__ADS_2