
melihat vina dipaksa seperti itu, bik marni ketakutan dan panik, lalu berusaha bangkit mengejarnya.. dengan tertatih tatih, bik marni menaiki anak tangga "non... non vina" teriak bik marni..
"biiikkk... tolong vinaaaa" teriak vina meronta ronta terus berusaha melepaskan dirinya
sampai akhirnya tibalah arick dan vina di depan kamar tidur vina "masuk km!!!!" teriak arick.. kemudian "bllaammm, ctek" terdengar suara pintu kamar vina ditutup dan dikunci oleh arick
lalu arick menghempaskan tubuh vina, hingga terpojok di dinding kamarnya, dan arickpun menghimpit badan vina, lalu menaikkan kedua tangan vina di dinding, kemudian menahannya dengan kedua tangannya, hingga membuat vina tak bisa bergerak dan mereka saling berhadapan..
"arick, mau apa km?? kenapa km berbuat begini? tolong lepaskan ak..." ucap vina yang sudah ber'urai air mata dan berusaha melepaskan dirinya
"melepaskan mu?? tentu saja, ak akan melepaskan mu, setelah ak memilikimu seutuhnya, hingga km lah yang akan mengemis cintaku dan ak akan melihat b*jingan itu menderita" bisik arick di telinga vina sembari meng'eratkan cengkeraman tangannya, hingga membuat tangan vina terasa panas
"keterlaluan km arick!!! kenapa km membenci andi? apa salah dia?" ucap vina sembari menatap mata arick dengan penuh amarah
"apa salahnya??? apa salahnyaaa katamu!!!! dia lah orang yang paling ak benci, orang yang selalu ingin melawanku, orang yang telah menjatuhkan harga diri ku, taauu km!!!!
"gila km arick, selama ini ak telah salah menilaimu, ak tidak akan pernah sudi mengemis cintamu... leeepaaassssss" teriak vina yang terus berusaha melepaskan dirinya
"diiiaammm km!!! semakin km melawanku, ak tidak akan segan segan melukaimu!!! teriak arick yang membuat vina menghentikan usahanya dan hanya bisa menangis ketakutan
__ADS_1
"vina... b*jingan itu telah menodai bibirmu ya... tidak akan kumaafkan!!!!" seru arick semakin murka karena mengingat andi telah mencium bibir vina
kemudian arick pun mencium bibir vina dengan paksa..
merasakan bibirnya di cium paksa seperti itu, membuat vina jijik dan berusaha melepaskan bibirnya dari bibir arick, namun usahanya selalu gagal, karena arick lebih kuat darinya..
merasa sudah tidak tahan lagi, dan mustahil untuk melepaskan bibirnya dari bibir arick, kemudian vina menggigit bibir arick hingga membuat ujung bibir arick terluka dan berdarah, seketika itu juga arick melepaskan ciumannya...
melihat ada kesempatan, kemudian vina mendorong tubuh arick dan berlari ke arah pintu kamarnya..
"kurang ajar km vina, ak sudah bilang jangan coba-coba melawanku, sekarang akan km rasakan akibatnya" ucap arick sembari mengelap sisa darah di bibirnya..
mendengar ucapan arick, vina pun hanya bisa menangis.. tenaganya sudah tidak ada lagi untuk melawan.. vina hanya diam dan tidak bisa berbuat apa-apa "arick, jika km melakukan hal itu padaku, maka ak tidak akan menginginkan hidupku lagi" ucap vina yang sudah tidak berdaya lagi
"vina, km pikir ancaman'mu itu, akan menghalangiku? asal km tau vina, ak harus mendapatkan apa yang ak inginkan" ucap arick..
__ADS_1
kemudian arick pun memaksa membuka pakaian vina, namun di sisa tenaga terakhirnya, vina terus berusaha mempertahankannya.. hingga membuat pakaian vina robek di mana mana..
sementara itu, sesaat setelah bik marni mendengar arick mengunci kamar vina, bik marni semakin panik "non vina... bagaimana ini sekarang" gumam bik marni sembari meremas remas tangannya..
saat kebingungan seperti itu, tiba tiba bik marni teringat dengan andi "oh ya... nak andi, waktu ini saya mencatat no hp nak andi" batin bik marni, dan tanpa pikir panjang bik marni pun turun bergegas menuju ke kamarnya, lalu mengambil kertas kecil yang dia simpan di lemarinya, dan berlari ke ruang tengah, tempat telepon keluarga diletakkan..
"trrrttt.... halo, selamat malam" sapa andi
"nak andi... tolong cepat kesini nak, cepat nak" teriak bik marni panik
"maaf, ini siapa?" tanya andi kebingungan mendengar suara bik marni
"ini bik marni, tolong non vina dalam bahaya" teriak bik marni
"vina??... vina kenapa bik, ada apa dengan vina?" tanya andi panik sembari bergegas mengambil kunci motornya
"non vina dipaksa den arick, non vina mau diperkosa" teriak bik marni ketakutan
mendengar ucapan bik marni, tanpa pikir panjang, andi bergegas mengambil motornya dan mengendarainya dengan kecepatan luar biasa tanpa memperdulikan keselamatannya "bangs*t km arick, sampai km menyentuh vina, jangan harap km bisa bernafas lagi" gumam andi sembari melajukan motornya dengan kecepatan tinggi
__ADS_1
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi