
seusai membaca surat dari andi, tiada harapan lagi untuk vina bisa bersama kekasihnya itu, bulir bulir air mata tiada habis habisnya jatuh dari mata indahnya "andi.. kenapa.. kenapa.. akhirnya km meninggalkanku, ak selalu berkata agar jangan pernah meninggalkanku.. tapi kenapa km pergi meninggalkanku" gumam vina menangis terisak-isak
sekarang vina hanya bisa pasrah dengan keadaan yang tidak pernah dia inginkan, berkali kali dia ingin mengakhiri hidupnya namun takut akan dosa yang dia tanggung kelak..
🥀🥀 di rumah andi surabaya 🥀🥀
tak ubahnya dengan vina, andi pun merasakan sakit hati yang amat dalam, ada keinginan untuk dia pergi meninggalkan dunia yang menurutnya terlalu berat untuk dia singgahi, jika bukan karena ibunya mungkin dia memilih untuk pergi selama lamanya
🥀🥀 keesokan harinya di rumah vina 🥀🥀
🥀 dua hari sebelum pernikahan..
pagi ini di rumah vina, nampak sedikit sibuk dari biasanya, karena rangga, kakak vina akan datang hari ini..
"trrtt... trrtt.. hallo rangga, km sudah di bandara sayang?" tanya mamanya yang menghubungi rangga
__ADS_1
"hallo, ma.. rangga udah sampai" jawab rangga
"ok, nanti sopir mama yang jemput kesana ya" ucap mamanya
"ga usah ma, biar rangga naik taxi aja.. mama tunggu aja rangga di rumah ya" ucap rangga
"oh ya sudah, hati hati di jalan ya sayang" ucap mamanya menyudahi
dalam perjalanan pulang, rangga masih memikirkan tentang pernikahan adiknya vina, hingga vina yang tidak pernah bisa di hubungi "ak rasa ada yang aneh dalam pernikahan ini, tapi ada apa sebenarnya?" gumam rangga yang sedang dalam perjalanan menuju rumahnya
tak lama kemudian rangga sampai di rumahnya, dan di sambut dengan kedua orangtuanya "hallo momy.. deddy.. how are you? i miss you so much" ucap rangga memeluk mama dan papanya bersamaan
"ma.. mana vina? my cute sister.." tanya rangga yang melihat sekelilingnya mencari cari vina
"vina ada di kamarnya, km tengok saja dia dikamarnya" ucap papanya
"what the f*ck sister.. kenapa kakaknya datang, dia malah tidur.. bukannya menyambut kek" ucap rangga kesal
"dia memang papa kunci dikamarnya, sebelum dia resmi menikah, dia tidak papa ijinkan pergi kemanapun" ucap papanya
"heeiii... what the hell deddy, come on, ini bukan jaman pingit pingitan kaya gitu, kenapa vina sampai harus dikunci segala? oh my god, i don't believe it" ucap rangga yang kemudian bergegas menuju kamar vina
__ADS_1
"den rangga, tunggu biar saya bukakan pintunya" ucap pak surya menghentikan langkah rangga
"what?? pak surya yang pegang kunci? what happen with this situation? make my crazy" sahut rangga yang kemudian mengikuti pak surya menuju kamar vina
setelah sampai di depan kamar vina, pak surya pun mengetuk pintu kamar vina "tok.. tok.. tok.. permisi non vina, den rangga mau ketemu non vina" ucap pak surya
mendengar nama kakaknya di sebut, sontak membuat vina bangun dari tidurnya "ka.. kakak.." batin vina terkejut dengan wajah yang suram menatap ke arah pintu kamarnya
kemudian pak surya pun membukakan pintunya "silahkan den" ucap pak surya, lalu bergegas meninggalkan mereka berdua
"pak surya tunggu sebentar" sahut rangga menghentikan langkah pak surya
"kenapa den?" tanya pak surya menoleh
"kunci kamar vina, biar saya saja yang bawa.. nanti kalau saya sudah selesai menemui vina, saya yang akan mengunci kamarnya dan menyerahkan kuncinya lagi ke pak surya" pinta rangga
"ohh, baik kalau begitu, ini silahkan den" ucap pak surya menyerahkan kunci kamar vina "den, nanti cari saja saya di ruang depan ya" ucap pak surya lagi
"ok, not problem" sahut rangga, kemudian masuk menemui vina di dalam kamarnya
** foto, gambar dan nama hanya ilustrasi
__ADS_1