Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 14


__ADS_3

Kekika adzan dzuhur berkumandang, bunga beserta kedua orang tua nya bergegas pulang dari kebun mereka.


Begitu pula para pengurus kebun. sebagian ada yang pulang sebagian lagi ada yang masih ttap di kebun mengerjakan pekerjaan mereka masing masing.


Pak burhan dan bu desi memang setiap waktu dZuhur tiba mereka akan mengakhiri pekerjaan mereka di kebun. setelah itu mereka pulang karena akan melaksanan kewajiban sebagai seorang muslim yang taat terhadap sang pencipta alam semesta ini.


sesampai nya di rumah, bunga segera membersihkan diri nya karena badan nya sangat lengket oleh keringat. Dia tadi membantu kedua orang tua dan para anak buah orang tua nya untuk memotong rumput rumput yang sudah tumbuh subur di kebun nya.

__ADS_1


Setelah itu dia sembahyang dzuhur tak lupa dia membaca qur'an dan sedikit mengulang hafalan hafalan qur'an nya.


Tak sengaja bu desi melintasi kamar bunga dan sayup sayup terdengar lantunan ayat suci al-qur'an yang begitu merdu keluar dari mulut putri bungsu nya itu.


Senyum mengembang di wajah bu desi. bangga akan kecerdasan putri nya. pasal nya dia sangat tidak menyangka bahwa bunga lebih memilih untuk mondok saja tidak melanjut kan sekolah nya. di zaman yang sudag modern seperti ini sangat jarang sekali kaum muda yang perduli akan pendidikan agama. mereka lebih memilih untuk sekolah sampai ke pendidikan yang lebih tinggi. bagi bu desi ini adalah suatu kebanggaan tersendiri untuk diri nya dan suami nya. Dimana anak muda seumuran bunga kebanyakan menghabis kan waktu mereka untuk berhura hura tak ada manfaat nya. Memakai pakaian yang kurang bahan. beda dengan bunga yang memilih untuk mendalami ilmu agama. Makanya bu desi dan pak burhan sangat menghargai dan menyetujui keputusan bunga untuk mondok di pesantren salafy atau pesantren yang tidak ada sekolah nya.


"Ya Allah.. terimakasih karena engkau telah memberikan banyak nikmat kepada hamba. terimakasih karena engkau telah memberikan orang tua yang sangat menyayangi hamba. Ya Allah.. permudah kan lah segala urusan hamba di jalan mu ya Allah.. Aamiin" Lalu bunga mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya.

__ADS_1


Sementara itu bu desi dan pak burhan sudah menunggu nya di ruang makan untuk makan siang bersama sama. Biasa nya bu desi dan pak burhan akan makan siang di kebun bersama dengan anak buah mereka. berhubung sedang ada bunga di rumah jadi mereka lebih memilih makan siang di rumah saja..


Tak lama bunga pun datang menghampiri mereka dan langsung menarik kursi yang akan dia duduki.


Dengan sigap bu desi mengambil piring di hadapan bunga dan akan menuang kan nasi juga lauk pauk nya, tapi sebelum bu desi menuangkan nasi ke dalam piring , bunga segera menahan tangan ibu nya.


"Sudah bu biar bunga saja. bunga kan sudah gede." kata bunga sambil merebut piring dan centong yang di pegang ibu nya.

__ADS_1


Pak burhan dan bu desi sama sama mengembang kan senyuman di wajah nya. seraya mengucap syukur dalam hati atas sikap putri bungsu nya yang tak terlihat kekanak kanakan lagi.. mudah mudahan bunga bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi.. batin bu desi.


__ADS_2