Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 16


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, fahri sudah mengendarai motor nya menuju kediaman sang kekasih hati nya.


Sekitar 1 jam lebih jarak dari tempat tinggal fahri menuju tempat tinggal bunga.


fahri mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang. sambil bersholawat ria dia mengendarai motor nya. fahri berangkat ber dua dengan sepupu sekaligus sahabat baik nya. kebetulan sahabat nya sedang berada di rumah nya. jadi lah fahri minta di antar oleh sahabat nya itu.


Tak terasa perjalanan yang mereka tempuh pun sudah mencapai waktu 1 jam. artinya sebentar lagi dia akan sampai ke kediaman kekasih nya itu.


Fahri benar benar semangat sekali. sesekali dia melirik sahabat nye melalui kaca spion sepeda motor nya. Kadang dia bertanya soal penampilan nya. soal aroma tubuh nya. pasal nya mereka berangkat sekitar pukul 15 an. matahari lumayan masih terasa panas mengenai kulit tubuh nya.


Fahri terus melajukan sepeda motor nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Setelah dia sudah keluar dari jalan raya yang arti nya sebentar lagi sampai ke alamat yang akan dia tuju. fahri mulai melihat lihat nama gang yang ada di perdesaan itu. memang semalam bunga sudah mengirim kan alamat rumah nya lengkap.


Setelah dia menemukan sebuah gang yang dimana di dalam nya terdapat sebuah rumah yang lumayan besar di cat berwarna biru muda kombinasi dengan putih yang terlihat sedikit cerah.

__ADS_1


Fahri mulai memperlambat laju kendaraan nya. sambil melirik lirik dari 1 rumah ke rumah yang lain nya. Di rasa sudah menemukan rumah yang akan dia tuju, fahri menghentikan motor nya lalu dia membuka helm yang di gunakan nya.


"Sudah sampai bro?" tanya Andi sahabat nya itu.


"Itu rumah nya sob, sebentar gua betulin rambut gua dulu dong. kan gak enak kalo di liat sama calon mertua gua. apa mau di kata nanti.." cerocos fahri yang di sambut oleh gelengan kepala oleh andi.


"Sudah cakep brooo.. yuk ah gua udah gak kuat nih pengen ngelurusin persendian gua." kata andi sambil menepuk bahu fahri. Pasal nya dia sudah merasa pegal pegal sekali setelah menempuh perjalanan 1 jam lebih.


Andi hanya memanyun kan bibir nya dan kemudian mendesis kesal.


di rasa sudah cukup lebih baik, fahri kembali menghidup kan mesin sepeda motor nya. mengingat jarak ke rumah bunga sudah sangat begitu dekat, dia melajukan motor nya sangat pelan sekali.


Tak lama motor nya pun berhenti di depan pintu pagar rumah bunga.

__ADS_1


"Coba lu yang turun di. buka pintu pagar nya siapa tau gak di kunci." perintah fahri pada sahabat nya itu.


Andi pun menurut dan kemudian dia turun dari motor setelah itu dia menghampiri pintu pagar yang berwarna coklat ke emasan itu. memang pagar nya tidak terlalu tinggi dan besar, jadi dia bisa dengan mudah melihat keadaan di dalam halaman rumah bunga.


Di raih nya lah gagang pintu pagar itu dan beruntung sekali pintu nya tidak di kunci.


"Selamat coy pintu nya gak di kunci." teriak andi kegirangan seperti anak kecil mendapat kan es krim kesukaan nya.


"Syuuuttt ah elu ini. jangan teriak teriak kayak gitu. nanti kedenger sampai dalam lhoooo." fahri mendengus kesal.


dalam hati nya berkata.. ya iya lah gak di kunci kan mereka tau kalo gua mau datang. pasti sengaja biar gua lebih mudah masuk ke dalam sana.. hihihiiii


****

__ADS_1


__ADS_2