
Pagi yang cerah, matahari bersinar memancarkan cahaya ke emasan.
Kicauan burung terdengar saling bersahutan.
Suara bising pabrik-pabrik besar yang telah siap memproduksi setiap pangan yang berhasil di panen mulai riuh terdengar.
Seorang gadis sedang menyapu halaman rumah nya yang lumayan besar.
Sesekali wanita itu menyenandungkan solawat dan melantun kan ayat suci al-qur'an.
"Bunga.. Sarapan dulu nak." Ajak Bu Desi pada putri nya.
"Iya bu." Jawab Bunga seraya menaruh sapu lidi yang dia gunakan ke tempat nya.
Di meja makan sudah terlihat Kakak nya dengan kakak ipar nya.
Yahh Kakak satu-satu nya Bunga sudah menikah 1 tahun yang lalu. Kini sang istri sedang mengandung anak pertama mereka.
"Hei adik ku! Cepat lah sarapan dulu." Perintah Reno pada adik satu-satu nya.
Bunga menghampiri sepasang suami istri itu.
Sejak menikah sang Kakak menetap tinggal di kediaman orang tua nya untuk membantu perkembangan usaha milik orang tua mereka.
"Sayang.. Makan nya pelan-pelan dong, belepotan kan jadi nya." Anisa mengelap bibir suami nya yang sedikit belepotan.
__ADS_1
"Ekheeeem.." Deheman Bunga membuat Reno dan Anisa ingin menggoda nya.
"Sayang.. seperti nya di sini ada yang panas." Ucap Anisa.
"Kau benar sayang. seperti nya ada yang ingin merasakan kemesraan seperti kita." Timpal Reno.
"Sayang.. Aku jadi tidak enak. Cepat kau habiskan makan mu, setelah itu kita ke kamar saja untuk bermesraan berdua agar lebih nyaman." Goda Anisa.
"Betul sekali sayang. Aku sangat ingin mencium dan memeluk mu sampai anak kita lahir.!" Ucap Reno sambil mengusap perut buncit Anisa.
"Ekheeeeem." Lagi-lagi Bunga mendehem kesal melihat kelakuan sepasang suami istri yang sengaja menggoda nya.
"Tuh kan sayang.. mendingan sekarang kita pindah ke kamar, aku sudah tidak tahan ingin berada di bawah mu." Ucap Anisa.
"Baiklah sayang. Aku akan menggendongmu sampai ke kamar kita. seperti saat malam pertama kita sayang." Ucap Reno nakal.
*****
Sementara itu di tempat lain..
Terlihat seorang pria sedang menyisir rambut nya.
Penampilan nya sangat rapih dan tampan sekali.
Sesekali dia tersenyum menatap wajah nya di cermin.
__ADS_1
"Ternyata aku masih sangat tampan." Ucap nya kege'eran.
"Bunga pasti masih ingin menjadi istri ku. Ku dengar dia belum menikah."
Hari itu rencana nya Fahri akan berkunjung ke kediaman Bunga.
Mengingat diriny sudah 2 tahun menduda dan belum ada wanita lain yang mampu mengisi kekosongan hatinya, dia pun memilih untuk mencoba kembali pada Bunga.
Di tambah umi nya yang sudah tak lagi muda, yang sudah sering sakit-sakitan selalu meminta nya untuk segera menikah lagi membuat Fahri semakin semangat untuk mendapatkan Bunga kembali.
Pastinya dengan segala frekuensi yang akan dia hadapi nanti, dia sudah sangat siap dan pasrah kepada yang maha kuasa.
Setelah dirasa cukup.
Akhirnya Fahri pun bergegas menuju kediaman Bunga.
Sebuah harapan besar muncul di hati nya..
Kali ini di hanya berangkat sendiri tanpa meminta teman nya untuk menemaninya.
Kebetulan dia masih sangat ingat jalanan menuju alamat rumah Bunga.
Dengan keyakinan dalam hati dia sangat berharap Bunga masih mau membuka hati nya untuk Fahri.
Ya walau pun sangat kecil kemungkinan bagi nya. Tapi dia akan tetap berusaha dan mencoba.
__ADS_1
Semoga saja Allah akan menjodohkan diri nya denga Bunga.
****