
Disebuah kamar yang bernuansa kan kehangatan.
Terlihat seorang gadis yang sedang terbaring dengan sebuah novel di tangan nya.
Sesekali wanita itu tersenyum dan tertawa sendiri.
Ya! Wanita itu adalah Bunga. Saat ini dia sedang datang tamu bulanan.
Jadi dia menghabiskan waktu luang nya dengan membaca novel-novel romantis yang membuat nya sedikit baper..
Terkadang dia teringat akan kisah cinta nya dengan mantan kekasih nya.
"Ah aku jadi teringat mas Fahri. Oh iya bagaimana kabar nya sekarang? apa mereka sudah mempunyai seorang anak?" Ucap Bunga pada dirinya sendiri.
Saat dirinya sedang asyik membaca novel romantis yang berhasil membuat nya baper, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Bunga.
"Tok tok tok.. Bunga.." Terdengar suara kak Anisa yang tak lain adalah kakak iparnya.
"Iya kak, sebentar!" Teriak Bunga sambil menurunkan kaki nya dari ranjang.
Bunga pun membuka pintu kamar nya.
"Ada apa kak?" Tanya Bunga pada kakak iparnya.
"Itu ada tamu laki-laki yang mencarimu." Ucap Anisa.
"Tamu laki-laki mencariku? Siapa kak?" Tanya Bunga lagi.
"Duh kakak juga tidak tahu! Eh tapi.. Wajah nya tampan sekali loh!" Goda Anisa.
"Idih kakak masih berani memuji ketampanan lelaki lain selain kak Reno. Biar nanti Bunga aduin sama kak Reno." Ujar Bunga menggoda kakak ipar nya.
"Eh enggak! Bukan begitu maksud kakak. Maksud nya tampan kalo menjadi suami mu." Ucap kakak nya mengalihkan.
__ADS_1
"Udah ah sana mending cepet samperin gih. Kasian tuh dia nungguin." Ujar Anisa.
Bunga pun melangkah kan kaki nya untuk menemui lelaki yang di maksud oleh kakak ipar nya.
Setelah Bunga berada di balik pintu, dengan perasaan ragu dia pun membuka daun pintu dengan perlahan.
Saat pintu sudah terbuka betapa terkejut nya dia saat melihat lelaki yang berada di hadapan nya.
"Mas.. Fahrii.." Ucap Bunga pelan.
Fahri tersenyum melihat wajah cantik Bunga yang semakin bertambah kecantikan nya.
Semakin terlihat dewasa dan penuh pesona.
"Assalamu'alaikum hub.. Bunga." Fahri mengucapkan salam.
Bunga semakin menundukan kepala nya saat Fahri akan memanggil nya dengan panggilan indah yang sering Fahri gunakan untuk memanggil Bunga disaat mereka masih mempunyai hubungan special.
Fahri pun terdiam mematung di tempat nya.
Pasal nya Bunga belum mempersilahkan nya untuk masuk.
5 menit berlalu..
"Hei Bunga, mengapa kau biarkan tamu berdiri di luar seperti itu. Ajak dia masuk." Tiba-tiba suara kak Reno membuyarkan lamunan nya.
"Eh iya.. Masuk mas." Ucap Bunga gugup.
Fahri pun masuk kedalam mengikuti Bunga.
Tiba-tiba diri nya teringat 4 tahun lalu saat dirinya pertama kali menginjakan kaki di rumah itu.
"Ayo silahkan duduk mas." Ucap Reno mempersilahkan Fahri duduk.
__ADS_1
"Bunga, buatkan dia segelas minuman." Perintah Reno pada adik nya.
Seperti kejadian 4 tahun yang lalu, Bunga pun membuatkan segelas kopi hangat untuk mantan kekasih nya.
Dia pun bertanya-tanya dalam hati.
"Ada maksud apa mas Fahri datang kesini? Dan kemana istri nya?"
Segelas kopi hangat pun telah siap untuk dinikmati.
Setelah Bunga meletakan segelas kopi dihadapan Fahri, dia pun segera berlalu meninggalkan Fahri dan Reno yang berada di ruang tamu.
"Ehem.." Reno berdehem pelan mencairkan suasana.
"Ada maksud apa gerangan datang kemari?" Tanya Reno tanpa basa-basi. Pasalnya dia sangat ingin tahu ada hubungan apa lelaki yang ada di hadapan nya itu dengan adik nya.
"Sebenar nya saya ada suatu tujuan yang sangat penting." Ucap Fahri tanpa ragu.
"Hm begitu. Tujuan apa yang kau maksud?" Tanya Reno lagi.
"Saya ingin melamar adik perempuan mas." Ucap Fahri penuh percaya diri.
"Bagaimana kau bisa tahu bahwa aku ini adalah kakak nya?" Tanya Reno heran.
"Untuk soal itu bisa mas tanyakan pada Bunga." Ucap Fahri penuh teka-teki bagi Reno.
Reno terdiam dan menerka-nerka ucapan Fahri tadi.
"Hmm.. Kau sangat berani datang kesini untuk melamar adik ku. Memang nya kau bisa apa?" Tanya Reno penuh tantangan.
Mendengar pertanyaan Reno membuat Fahri kembali teringat 4 tahun lalu saat dirinya berhadapan langsung dengan pak Burhan yaitu bapak nya Bunga.
****
__ADS_1