
Setelah kepergian fahri..
bunga segera berlari meninggalkan kedua orang tua nya yang masih mematung di depan rumah mereka.
bunga berlari menuju kamar nya. tangisnya pecah saat dia masuk dan membanting pintu kamarnya kasar.
hati nya hancur.. harapan nya musnah.. seakan dunia tak lagi dia butuhkan.
entah apa yang akan terjadi selanjutnya, dia pun tidak tahu..
fikirannya kalut..
impiannya untuk dapat hidup bahagia dengan lelaki pujaan nya seakan runtuh begitu saja.
Bunga membanting tubuhnya di atas ranjang.. wajahnya ia tenggelamkan ke dalam bantal. tangisnya pecah tak tertahan kan..
air mata sedih dan kecewa begitu mengalir dengan deras nya.
bunga terisak dalam tangisnya.
mengapa cinta serumit inii ya Allah.. mengapa cinta sesakit ini.. hiks hiks...
bunga menangis sendiri tak ada yang mengetahui selain dirinya dan Allah swt.
sementara itu pak burhan dan bu desi tercengang melihat tingkah anak nya yang tiba tiba berlari meninggalkan mereka. tanpa mengeluarkan sepatah kata pun..
"biarkan dia menyendiri dulu pak. biarkan dia menenangkan hati nya. ibu sangat mengerti akan perasaan nya saat ini." ucap bu desi pada pak burhan.
"iya bu. sebenarnya bapak juga sangat kasihan melihat putri kita. namun apa mau dikata. memang semua nya harus terjadi dan sudah terjadi. semuanya kita serahkan pada sang maha ghofur." kata pak burhan.
kedua nya pun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah mereka.
__ADS_1
***
sementara itu yang terjadi dengan fahri..
dia di buat pusing dengan pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan oleh sahabat nya itu.
tak henti hentinya andi bertanya dan terus bertanya tentang hubungan nya dengan bunga.
fahri yang ingin segera menenangkan hatinya di buat kesal oleh sahabatnya sendiri .
"Jadi lu di tolak gitu maksudnya boy?" tanya andi lagi. ini pertanyaan yang kesekian kalinya.
fahri menarik nafasnya lalu membuang nya kasar.
"iyaa. gua di tolak. puas luuu." jawab fahri emosi.
andi yang mendengar itu mencoba menahan mulutnya untuk tidak tertawa. pasalnya dilihat dari segi mana pun fahri sedang terbawa emosi.
suasana hening di antara keduanya.
hanya bunyi kedaraan yang terdengar sangat ramai karena waktu pun belum terlalu larut. jalanan pun masih sedikit ramai.
sampai perjalanan mereka terhenti di sebuah rumah besar yang terdapat pondok pesantren di sekeliling nya. kedua nya tak ada yang mengeluarkan suaranya.
fahri turun dari motornya begitu juga dengan andi.
fahri langsung melangkahkan kaki nya menuju ke dalam rumah nya.
"Brooo gua langsung cabut apa gimana?" tanya andi yang berada dibelakang fahri.
"masuk dulu. temui pakde sama bude elu dulu. biar gak khawatir." jawab fahri ketus yang masih berjalan melangkahkan kaki nya.
__ADS_1
andi hanya menanggapi dengan memutar bola mata nya malas. tapi walaupun begitu dia menurut dan membuntuti fahri dari belakang.
****
Di dalam rumah..
"assalamu'alaikum.." fahri dan andi mengucapkan salam.
"wa'alaikumsalam." jawab umi nya. kebetulan umi nya sedang berada di ruang keluarga selesai mengajar santri putri di pondok pesantrem miliknya.
walaupun sudah cukup sepuh, beliau masih terus semangat memberikan ilmu agama pada santri santri nya.
"Mii.. umi kenapa? pegel pegel ya kaki nya?" tanya fahri sambil mencium tangan dan kening umi nya itu. begitu juga dengan andi yang menyalami bude nya.
melihat umi nya sedang di pijit oleh santrinya membuat fahri bertanya demikian.
"alhamdulillah kalian sudah sampai. umu khawatir dari tadi di telpon gak di angkat angkat. sampai sampai umi tak bisa tidur." kata umi nya , terdengar nada khawatir di setiap ucapan nya.
"Maaf bude, handpone kami berada di dalam tas. kami tidak menyadarinya." jawab andi yang sambil mendudukan bokong nya di sofa empuk.
"pantas saja tidaak di angkat angkat. umi dan abah khawatir pada kalian, takut terjadi apa apa." ucap umi nya.
fahri tersenyum dan duduk di dekat umi nya sambil ikutan memijit pundak umi nya.
"aiis kok kamu malah mijitin umi. udah sana temui abah kamu. dari tadi nungguin dikamar." perintah uminya.
"oh iyaaa." jawab fahri sambil beranjak dari duduknya.
"ayo di temui pakde dulu. abis itu baru lo boleh pulang." ajak fahri pada andi.
andi mengangguk dan bergegas bangun dari duduknya. kemudian mereka pun melangkahkan kakinya menuju kamar abah fahri.
__ADS_1
*****