
Sesampai nya di kediaman sang kiyai..
"Assalamualaikum.." Bunga dan kedua orang tua nya mengucapkan salam.
Terlihat seorang santri putra datang menghampiri mereka.
"Waalaikumsalam.. eh Teh Bunga, Apa baru sampai teh?" Ucap santri putra itu bertanya pada bunga.
Nampak nya santri putra itu seorang yang biasa merawat dan melayani sang kiyai.
"Iya ni Mang.. Oh iya apakah Abah yai dan Umi sedang berada di dalam?" Tanya bunga pada santri itu.
"Kebetulan sedang santai teh. mari masuk pak, bu." Syamsul memepersilahkan bunga dan kedua orang tua bunga untuk masuk.
Bunga dan kedua orang tua nya pun masuk kedalam menemui sang guru bunga.
Sesampainya di dalam, mereka langsung bertemu dan meyalami tangan sang kiyai juga ummi Aisyah selaku guru besar bunga.
Mereka pun lumayan lama bercakap cakap. Bersilaturahmi dengan kiyai yang sangat di panuti oleh banyak orang.
Tak terlewatkan pertanyaan mengenai kepulangan bunga. Dengan sedikit beralasan mereka dapat meyakin kan sang kiyai dan ummi Aisyah.
Tidak mungkin kan jika mereka mengatakan yang sebenar nya. apalagi lelaki yang kemaren hendak melamar bunga adalah salah satu santri mereka.
Jadi dengan sebisa mungkin mereka menutupi hal itu.
Untung saja sang kiyai dan Istrinya tidak terlihat curiga pada mereka.
__ADS_1
Dirasa sudah cukup, Ummi aisyah pun mengajak kedua orang tua bunga untuk makan bersama dengan dirinya dan sang kiyai.
Mereka makan saat sudah melaksanakan solat maghrib.
Akhirnya mereka pun makan bersama tak terkecuali bunga. Dia pun di paksa oleh ummi Aisyah untuk ikut makan bersama mereka.
padahal bunga sangat malu dan canggung . tetapi apa boleh buat.. dia harus menurut pada guru nya itu.
Ketika sudah selesai, Pak burhan dan bu desi pun berpamitan pada guru bunga.
Tak lupa dia mengucapkan salam perisahan pada putri nya.
sebelum pak burhan melajukan mobil nya dia menasihati putrinya terlebih dahulu ...
"Nak.. Ingat pesan bapak ya.. kamu jangan terlalu memikirkan hal kemarin. belajar ikhlas dan tabah. Terus lah belajar bersungguh sungguh agar kelak menjadi wanita yang di rindukan syurga." Ucap pak burhan menasihati putri nya.
"Iya pak. InsyaAllah.. bunga akan menjalan kan nasihat bapak." Jawab bunga lembut.
Selama bunga menempuh pendidikan Agama di pondok pesantren mereka harus merelakan dan mengikhlaskan berjauh jauhan dari putri satu satu nya itu.
*****
Ketika bunga kembali ke kobong nya ( Kamar yang biasa santri tempati). Bunga langsung di sambut dengan suka cita oleh teman teman nya yang sudah seperti keluarga nya sendiri.
"Kak bungaaaa..." Teriak meli santri yang paling kecil.
"Iya dek.." jawab bunga.
__ADS_1
"Sebentar sekali kak pulang nya. meli kira kakak akan menikah." ucap meli asal.
"Hehee iya mel.. kakak hanya menghadiri acara keluarga. jadi tidak berlama lama." jawab bunga beralasan.
"Oh iya ini untuk kalian semua. maaf yaa enggak bawa banyak dan gak seberapa. mudah mudahan kalian suka." ucap bunga sambil menyodorkan beberapa bungkus plastik besar dan paper bag.
Mereka langsung menyambar barang bawaan yang bunga berikan pada mereka.
"Horeeee kak bunga bawa oleh oleh untuk kita." teriak meli antusias.
"Kak saya buka ya." ucap ajeng.
"Iya silahkan di buka." jawab bunga.
"Heii dibagi ya jangan asal ngambil jangan asal makan oke. karena kita semua keluarga jadi harus sama sama ." Ucap Ana selaku santri yang paling tua di kamar itu.
"Baik kak.." Sahut mereka serempak.
mereka pun membuka oleh oleh yang di bawa bunga dan sesuai perintah kakak mereka, camilan dan beberapa minuman pun di bagi rata tak ada yang terlewatkan..
Dengan semangat dan senyum penuh kebahagiaan mereka mulai memakan camilan yang bunga berikan untuk mereka.
"Heii bilang apa sama kak bunga?" Ana mengingatkan adik adik nya.
"Syukraan Katsiraan kak bunga." Teriak mereka bersamaan.
Bunga tersenyum melihat keceriaan adik adik nya.
__ADS_1
Semoga saja selama dia berada di pesantren dia mampu untuk melupakan semua yang telah terjadi pada nya dan kekasih nya.
****