Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 68


__ADS_3

Sekitar pukul 16:15 wib, keluarga Bunga telah sampai ke kediaman Bunga dan suaminya.


Bunga dan Fahri begitu antusias menyambut kedatangan mereka.


"Alhamdulillah nak akhirnya kalian kembali ke tanah air dengan selamat dan tentunya membawa berkah bagi kita semua." Ucap bu Desi seraya memeluk putri nya.


"Aamiin..Alhamdulillah bu.. Allah masih memberi kenikmatan kepada kita untuk berkumpul kembali." Ucap Bunga seraya menggandeng tangan ibu nya mengajak nya masuk ke dalam.


Umi Hasanah dan kedua adik perempuan Fahri turut menyambut kedatangan besan mereka dengan penuh suka cita.


"Hei adik manis kakak! Apa kau sangat menikmati waktu kalian disana? Sampai-sampai kalian tak memberi kabar pada kami. Apa kalian sangat sibuk berbulan madu setelah beribadah umroh?" Tanya Reno menggoda adik bungsunya.


Bunga memanyunkan bibirnya mendengar ucapan Reno.


"Ish kakak ini bicara apa sih!" Ucap Bunga manja.


"Hei.. apa kalian membawa kabar bahagia untuk kami semua?" Tanya Anisa yang juga menggoda adik ipar nya.


"Yah! Tentu saja kakak ipar! Kami membawakan banyak oleh-oleh untuk kalian." Ucap Bunga seraya melangkahkan kakinya menuju kamar nya.


"Heii maksud ku bukan itu! Oleh-oleh yang lain dong!" Ujar Anisa.


"Oleh-oleh apa sih kak?!" Tanya Bunga berpura-pura tidak mengerti.


"Ck! Kau memang hanya seorang gadis kecil yang belum mengerti apa-apa!" Ucap Reno mengejek adik nya.

__ADS_1


Semua orang yang mendengar ucapan Reno pun tertawa.


"Hei Bunga, maksud kakak mu itu apa kau telah berhasil membuat adonan di rahim mu?" Ucap umi Hasanah yang tak lain adalah mertuanya.


Bunga dan Fahri hanya menyengir kuda.


"InsyaAllah.. Tapi kami belum memeriksakan nya. Lagi pula kami baru menikah dua minggu lebih." Ucap Fahri


"Segera lah periksakan! Apa kau sudah telat datang bulan?" Tanya Anisa antusias.


"Sepertinya begitu kak!" Ucap Bunga


"Wahh! Ini kabar yang bagus. Bisa jadi benih yang di tebarkan oleh Fahri kedalam rahimmu sudah berubah menjadi bibit-bibit Fahri Junior." Ucap Reno antusias.


"Apa bisa secepat itu kak?" Tanya Bunga polos.


Bunga dan keluarganya manggut-manggut mendengar penjelasan Anisa.


"Aamiin.. Mudah-mudahan Bunga segera mengandung." Ucap pak Burhan. Yang kemudian di aminin oleh semua yang mendengar nya.


Hampir 3 jam keluarga Bunga berada di kediaman nya.


Setelah menghabiskan waktu dengan mereka yang di isi dengan acara makan-makan, berselfie ria, Berdo'a bersama dan saling berebut oleh-oleh dari tanah suci.


Setelah dirasa cukup.

__ADS_1


Dan hari pun mulai larut malam, sekitar pukul 20:30 wib, keluarga Bunga kembali ke kediaman mereka.


"Kami pulang ya nak." Ucap bu Desi seraya mengusap puncak kepala putrinya.


"Iya bu. Hati-hati dijalan ya." Ucap Bunga seraya memeluk dan mencium ibunya penuh sayang.


"Hei adik ku yang manis, jangan lupa kau segera beri kabar bahagia pada kami." Ucap Reno yang sudah berada di dalam mobil.


"Siap kakak bawel." Jawab Bunga kesal


"Do'akan saja kak." Timpal Fahri.


"Kami pasti selalu mendoakan kalian. Tapi ingat! Kau harus terus bekerja keras adik ipar!" Ucap Reno menggoda adik iparnya.


"Itu sudah pasti kakak ipar! Tanpa diminta pun aku selalu bekerja keras membuat istri ku kelelahan dan meminta ampun padaku!" Ucap Fahri sambil terkekeh.


Reno pun terkekeh mendengar ucapan Fahri. Sedangkan Bunga tampak kesal dan mengerucutkan bibirnya.


"Sudahlah kalian ini hanya membuatku kesal saja!" Ucap Bunga seraya memukul pundak suaminya.


"Becanda hubby.. Kau jangan marah!" Ucap Fahri seraya mencubit hidung Bunga pelan.


"Yasudah kami pamit ya." Ucap Reno yang telah menghidupkan mesin mobilnya.


"Iya.. Hati-hati ya kak bawa mobilnya jangan kebut-kebut." Ucap Bunga.

__ADS_1


Reno pun mengiyakan dan mobil pun melaju meninggalkan Bunga dan keluarga nya.


****


__ADS_2