Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 45


__ADS_3

Hari hari pun begitu cepat berlalu..


Tak terasa sudah 1 minggu Bunga berada di pondok pesantren.


Hari hari yang dia lewati dipakai nya untuk terus mengerjakan hal hal yang positif.


Tekad nya untuk bersungguh sungguh menghatamkan hafalan al-Qur'an nya sangat tinggi sekali.


Usaha tidak akan menghianati hasil itu lah yang selalu ada dalam motifasi nya.


Dengan kesungguhannya menghafal Al-Qur'an.. baru 1 minggu saja dia sudah mampu menghafal setengah juz.


****


Sore itu ketika bunga dan santri putri yang lain nya sedang mengantri untuk mengambil jatah makanan mereka.


Bunga duduk termenung memandangi gedung asrama putra. Sesekali senyum nya mengembang tatkala dia mengingat saat saat bahagia bersama dengan fahri yaitu lelaki yang sangat ia cintai. Tak bisa dipungkiri sampai saat ini pun bunga masih menyimpan rasa yang sama seperti dulu.


"Heiii.. melamun aja sih sob." Rena menepuk pundak bunga dengan lembut. Dia juga sama sedang mengantri.


"Ah kamu. ngagetin aja .. hehe" Jawab bunga sambil nyengir kuda. Pasalnya dia malu karena tertangkap basah sedang melamun dan menghayal.😆


"Ngelamunin apa sih? Jangan banyak ngelamun nanti kesambet lhooo." Goda Rena.

__ADS_1


"Eng.. enggak kok ren, aku nggak ngelamun cuma ngehayal aja.ehh.." Ucap bunga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ehem menghayal apaan ni? Jangan jangan kamu sedang menghayal duduk di pelaminan bersanding dengan mas fahri yaaaa.." Goda Rena sambil menoel dagu Bunga.


Bunga melongo mendengar ucapan rena.


"Iih apaan sih enggak enggak.. ih kamu ini ngasal lhoooo." Sangkal bunga sambil melambai lambaikan tangan nya.


"Hehehee kirain." Ucap rena.


Mereka pun kembali mengantri dan sebentar lagi giliran bunga untuk mengambil makanan yang akan dia makan sore ini.


**


Saat malam tiba..


Ada yang sedang berbincang bincang, ada yang sedang mengemil, ada yang sedang membuka buka buku dan kitab nya, ada pula yang terlihat sudah tertidur pulas.


Sedangkan di luar kamar.. di atas balkon depan kamar mereka, terlihat seorang santri putri yang sedang menerawang ke atas langit. Memandang bulan dan bintang yang bersinar terang.


Sesekali wanita itu merubah posisi duduk nya. Di tangan nya ada sebuah pena yang dia pegang. sedangkan sebuah buku diary berada di pangkuan nya.


Bunga menerawang jauh ke angkasa sana. Fikirannya sedang kalut mengingat seseorang yang telah mencuri hati nya. Ya! orang itu adalah Fahri. lelaki yang berhasil membuat nya jatuh cinta.

__ADS_1


Perkataan Rena tadi sore membuatnya teringat kembali akan kejdian 1 minggu yang lalu saat Fahri datang ke rumah nya.


Hati nya kembali terenyuh dan tanpa dia sadari buliran air bening mengalir membasahi wajah nya.


Dengan pelan bunga mengusap air mata nya menggunakan jilbab yang ia kenakan.


Hati nya kembali sakit saat mengingat kekasih nya itu.


kenapa semua nya tidak seperti yang aku ingin kan??


Bunga membuang nafas nya kasar..


Kembali dia mengingat 2 pilihan yang bapak nya berikan pada Fahri. Dan fahri sendiri berkata bahwa dia butuh waktu untuk memikirkan itu semua.


Tapi ini sudah 1 minggu.. kenapa Fahri belum juga kembali ke pondok pesantren??


Apa jangan jangan fahri sudah...


Fikiran bunga mulai kacau. Ketakutan nya ditinggalkan fahri muncul kembali.


kemana mas fahri ini.. sudah 1 minggu tapi belum kembali? Dia pun belum memberikan jawaban dari 2 pilihan yang aku berikan.. ya Allah.. aku harus bagaimana? Sesungguhnya aku masih sangat mencintainya.


Tapii apa pun yang terjadi pada diriku, Semuanya aku serahkan kepada-Mu. Jika mas fahri memilih untuk menunggu ku maka aku sangat bersyukur dan aku akan menjaga hatiku hanya untuk dia. Tetapi jika mas fahri memilih untuk mencari wanita lain untuk menggantikan ku maka bagaimana pun aku harus menerima nya. Aku harus ikhlas dengan semua ketentuan mu ya Allah...

__ADS_1


Begitu catatan yang dia tulis di buku diary nya..


****


__ADS_2